Childhood Sweetheart

Childhood Sweetheart
Followed


__ADS_3

Ari keluar dari mobil bersamaan dengan Rey yang turun dari pintu samping, cowok itu terlihat lelah karena harus mendorong motornya dari rumah sampai ke pertigaan perumahan. beruntung ada Ari yang lewat dan memberi tumpangan ke Rey yang teerlihat celingak-celinguk mencari angkutan umum, bisa saja Rey pesan Ojek Online tapi sayang ia tidak punya aplikasi tersebut dan malas harus mendownload lalu menginstalnya lagi.


"Thanks ya Bro!" sahut Rey.


mengacungkan jempolnya, "Lo mau kemana?" tanya Ari yang melihat Rey bukannya masuk ke lobi sekolah malah ke samping.


"Nyari makan, energi gue terkuras gara-gara dorong motor." jawab Rey yang berjalan sempoyongan, padahal tadi pagi ia telah sarapan habis dua piring Mie rebus buatan Kakak tertuanya dan sekarang ia kelaparan kembali.


masih dari tempatnya berdiri Ari hanya bisa menatap punggu Rey yang menghilang dari balik pohon besar, katanya di belakang pohon tersebut ada jalan alternatif ke Kantin Kelas 12. kantin yang jarang ada anak kelas 10 dan 11, hanya anak-anak 12 yang bisa memakai kantin tersebut dan beberapa orang yang terpilih yang bisa makan disana. Dan sepertinya Rey juga termasuk, karena Ari nggak pernah lihat Rey makan ke kantin kelas sepuluh sesering mungkin.


"Mending gue buruan ke Kelas." ujar Ari yang berlari masuk ke dalam sekolah.


Dari kejauhan terlihat beberapa cewek memperhatikan Ari, ketiga cewek itu adalah orang-orang yang hampir melabrak Vira tapi gagal karena yang mereka hadapi bukan cewek biasanya melainkan cewek paling tangguh seangkatan.


***


"Hai..." sapanya.


Ari mendongak melihat cewek cantik dengan make-up tebal, di dalam hati Ari bertanya-tanya apa boleh siswi di sekolah pakai make-up tebal. cowok itu menarik ujung bibirnya sebagai balasan.


"Gue boleh duduk disini nggak?" tanya cewek itu.


kepala Ari menoleh dan melihat bangku disampingnya kosong, "Hm." jawabnya singkat, lagi pula nggak ada alasan buat Ari menolak karena memang disana tidak ada yang menduduki, toh sebentar lagi Ari juga selesai menikmati makan siangnya. cowok itu memang sendirian ke kantin, karena teman-teman sekelasnya sedang sibuk mengerjakan tugas dari Pak Nara.


"Btw kamu pindahan dari mana?" tanya cewek itu menuangkan kecap ke dalam mangkuk baksonya.


Tapi Ari diam seribu bahasa, namun diamnya Ari malah membuat cewek itu semakin bertanya macam-macam tentang dirinya. selera makan Ari langsung hilang karena ucapan cewek di sampingnya itu, Ari paling nggak suka di ganggu saat sedang makan apa lagi dengan orang yang belum ia kenal.


"Sorry, gue duluan." pamit Ari meninggalkan Gado-gadonya yang hampir habis.


cewek itu melongkok melihat Ari pergi gitu aja ninggalin dirinya, dua temannya berjalan menghampiri. "Cieee.... Nikki, kalian ngomongin apa aja?" tanya teman Nikki.

__ADS_1


Nikki membanting sendok dan garpunya membuat yang ada di dekatnya menoleh heran, cewek itu berjalan pergi meninggalkan kedua temannya begitu saja tanpa sepatah kata.


***


"Sialan gue di cuekin, dia kira siapa dia cuma anak baru." umpat Nikki saat berada di Toilet.


Pintu bilik kamar mandi terbuka dan memperlihatkan seseorang yang menambah ke kesalannya, cewek itu berjalan mendekati Nikki tanpa sadar bahwa mata Nikki melotot tajam ke arahnya. Vira dengan santai mencuci tangannya ke wastafel sampai bersih tidak menghiraukan cewek yang melotot ke arahnya.


"Heh!"


Vira menoleh dan mencari siapa yang memanggilnya, "Lo manggil gue?" tanyanya ke Nikki.


"Emangnya ada orang lain selain elo disini?" tanya balik Nikki.


menggeleng, "Tapi sorry gue nggak kenal lo." jawab Vira santai.


mata Nikki melotot, "Lo..."


"Kenapa dia?"


menaikan bahunya, "Gue nggak tahu." jawab Vira.


"Lo kenal dia?"


menggeleng, "Boro-boro kenal, liat mukanya aja gue pengen muntah." jawab Vira lagi mengeringkan tangannya.


***


Selesai jam pelajaran ke lima Ari merasa ada yang mengikutinya tapi ia sama sekali tidak melihat siapa pun yang mencurigakan, cowok itu sekarang sedang duduk bersama Vino dan Davi jangan tanya kemana Rey sekarang, cowok satu itu telah menghilang dari kelas sebelum bell istirahat kedua berbunyi.


"Coba lo liat ini." tunjuk Vino ke layar smartphone miliknya.

__ADS_1


cowok itu sedang membuka instagram, "Ini kan..."


"Yups bener banget!"


"Adik kelas kita waktu SMP kan?" jawab Ari.


Vino bertambah mengangguk penuh semangat, "Betul sekali."


"Emang kenapa sama dia?"


"Bakal jadi target Vino selanjutnya," jawab Davi mewakili Vino.


yang disebut namanya menyeringai puas, "Hahahaa... nggak sabar gue mau ngetes tu cewek."


"Ngetes?"


Davi mengangguk, "Ngetes, seberapa kuat cewek itu tahan godaan Vino." jawab Davi lagi, Ari nggak mengerti dengan jalan pikiran temannya itu.


***


Ari keluar dari kantin sendirian, kali ini ia merasakan lagi seseorang mengikutinya. tadi saat di kantin bersama Davi dan Vino, ia merasakan tatapan yang selalu mengarah ke arahnya saat dicari nggak ada sama sekali.


"Positif thinking aja, mungkin cuma perasaan gue." ujar Ari.


cowok itu berpas-pasan dengan Aji, Kakak kelas yang di kata cowok yang ditaksir Vira. Aji terlihat biasa dibandingkan dengan cowok-cowok yang pernah ngajak PDKT dengan Vira dulu, kulitnya sawo matang dengan pakaian rapi ala anak culun tapi yang nggak Ari percaya adalah cowok di depannya ini adalah kapten basket sekolah barunya.


"Nggak salah dia Kapten Basket?" pikir Ari saat melewati Aji begitu saja.


cowok itu menangkap lirikan mata Aji kepadanya, seperti cowok itu ada suatu hal yang ingin disampaikan ke Ari. notifikasi chat Ari berbunyi dan itu pesan dari Vira yang meminta Ari membelikan Roti di Koperasi, mata Ari memutar jengah.


"Ampun deh, ini anak." gerutu Ari.

__ADS_1


***


__ADS_2