Childhood Sweetheart

Childhood Sweetheart
recall the past


__ADS_3

"Vira, cepat turun! " teriakan Mama di ruang makan, Vira yang setengah sadar hanya menggeliat di atas kasur.


badannya tertutupi oleh selimut, suara teriakan Mama membangunkan dirinya masih terdengar.


"VIRA BANGUN, ADA ARI NIH! " seru Mama kali ini berdiri tepat di depan kamar Vira, cewek itu dengan malas membuka selimut yang menutupi wajahnya.


"Aarrgghh! Mama, Vira masih ngantuk. suruh Ari datang lagi nanti. " jawab Vira dengan malas.


Mama di depan pintu kamar menggeleng sambil melihat ke belakang ke arah seorang pemuda yang hanya tersenyum lebar menunjukkan gigi-gigi rapinya.


"Lihat kan Ri ke lakukannya nggak pernah berubah, beruntung masih libur semester coba kalo nggak bisa ngomel-ngomel dia kalo nggak di bangunin. " ujar Mama Vira.


Ari cuma tersenyum, "Ya udah ikut Tante bikin Brownies yuk? " ajak Mama Vira. "Udah lama kan nggak makan Brownies buatan Tante. " kata Mama Vira.


"Iya, Tante. udah lama banget. " jawab Ari mengikuti Mama Vira yang menuruni tangga.


"ngomong-ngomong Bang Bimo kemana ya Tante? " tanya Ari di sela-sela mengaduk adonan.


Mama Vira berbalik, "Semenjak acara Tahun Baru kemarin, Abang mu belum pulang. mungkin lagi Ke Gunung bareng temen-temennya. "


"Ke Gunung, Tante?"


"Iya, sekarang Abang mu itu punya hobi baru. Ya, dari ngelakuin hal nggak jelas lebih baik dia punya kegiatan positif dari pada ngelakuin hal-hal yang negatif. " kata Mama Vira.


"Tante, bener lebih baik begitu selama masih dalam hal positif. "

__ADS_1


***


pukul 09.54


Vira terbangun dari tidurnya, kepalanya terasa sakit hal biasa yang sering ia alami saat bangun tidur. cewek itu segera mengambil smartphone nya yang berada di atas meja belajar sebelah tempat tidurnya. mengecek apakah ada chat masuk di whatsapp miliknya, tapi hasilnya nihil tidak ada satupun pesan yang mengatas namakan orang tersebut.


mengacak-acak rambutnya yang panjang, "Auh ah! nyebelin banget. " ujar Vira beranjak dari tempat tidurnya.


menuruni tangga dan melihat dua orang sibuk di dapur, Vira masih belum terbiasa dengan sosok Ari yang ada disamping Mama nya. satu setengah tahun, cowok itu pergi dan sekarang kembali seperti membawa harapan yang sempat hilang. Vira menggeleng keras-keras, dalam hati ia meyakinkan dirinya bawa di antara mereka tidak boleh ada yang perasaan terlarang.


"Loh udah bangun ternyata Vira nya, Ri. " kata Mama orang pertama yang melihat Vira, cewek itu dengan santai berjalan menghampiri dua orang yang sibuk membuat Brownies.


"Bikin apa, Ma? " tanya Vira melihat potongan-potongan kue diatas piring, air liur nya sedikit menetes.


"Apaan sih, Ma. dari dulu kan mainan Vira sama Ari ketuker, jadi ya gini. " jawab Vira mencomot kue diatas piring dan berlalu pergi.


"Vira! " Mama geleng-geleng kepala.


dalam hati Ari ingin tertawa tapi nggak berani, ya, mungkin benar yang dikatakan Vira tadi, mainan mereka mungkin tertukar saat waktu kecil.


***


"Ngomong-ngomong kita mau kemana nih? " tanya Vira yang udah duduk disamping Ari, cowok itu sibuk mengemudikan mobil.


"Terserah, gue ngikut lo aja? " jawab Ari.

__ADS_1


cewek itu cemberut, "Jangan ngikut gue dong! " protes Vira.


"Gue kan udah lama nggak balik ke sini, Vir, jadi gue nggak tahu tempat-tempat yang hang out sekarang. " jawab Ari sambil melihat ke Arah Vira, dengan senyum menawannya.


Vira terlihat setengah berpikir, "Oke, deh! kalo ini terserah gue, jangan nyesel ya? " kata Vira.


cowok yang memegang kemudi mengangguk, "Iya, asal lo jangan ngajak gue ke tempat yang aneh-aneh kayak terakhir jalan sama lo dulu. " kata Ari.


tawa Vira pecah, "Masih inget aja lo, Ri. "


"Masihlah, yang bikin hampir di keroyok preman kan elo, pakai acara nantangi. udah tahu gue sama Rey kurus-kurus. " ujar Ari.


"Sorry, tapi setelahnya lo malah ngasih kabar mau pindah. "


"Ya mau gimana, nyokap yang masak gue. "


"Iye, gue tahu kok. lo kan paling susah nolak keinginan orang tua, gue yakin kalo nyokap gue minta lo nikahin gue pasti lo langsung terima tuh!" ucap Vira membuat Ari tiba-tiba terbatuk-batuk.


"Uhuk uhukk... "


"Lo nggak apa-apa? " tanya Vira.


Ari mengacungkan ibu jarinya, "Gue nggak apa-apa. " jawab cowok itu.


***

__ADS_1


__ADS_2