Childhood Sweetheart

Childhood Sweetheart
Love sick


__ADS_3

Hampir tiga hari Vira tidak masuk sekolah karena demam tinggi, cewek itu hanya bisa berbaring di tempat tiduk sambil memainkan smarphone-nya tanpa berminta. pintu terbuka dan seorang cowok masuk ke dalam kamar dengan membawa mangkuk yang berisi nasi dan sayur Suop.


"Udah enakan belum?" tanya Ari yang menaruh mangkuk ke atas meja samping tempat tidur.


mata Vira mengejam-ngejam, "Menurut lo gue gimana, udah sehat belum?" tanyanya dengan suara serak.


"Makanya jangan sok hujan-hujanan udah tahu lemah." kata cowok lain yang tengah duduk di lantai memainkan PS4 milik Bang Bimo yang Rey ambil dari kamar sepupu cowoknya itu.


"Diem lo, bawel banget!" seru Vira ingin melempar bantal tapi nggak punya tenaga.


Rey menjulurkan lidahnya, "Hahahahaa... nggak bisa kan lo!" seru cowok itu kemenangan.


"Ari balesin ke anak kodok satu itu." pintah Vira.


Ari yang sedari tadi diam sambil meniupin makanan Vira, cuma melirik sekilas. "Besok kalo lo udah sembuh, lo bisa ngelakuin apa pun sepuas lo sama anak kodok." katanya dengan suara datar.


yang lagi main PS4 menoleh, "Ri, lo jangan coba bantuin anak kadal ya!?" seru Rey.


cowok itu angkat tangan, "Gue nggak bakal ikut, itu masalah pribadi kalian." kata Ari menyuapin Vira.


"Gue bisa sendiri." kata Vira.


***


Mama menunggu Vira sedangkan Bang Bimo bertugas membawa dua anak kecil pulang, Mama tersenyum melihat ke adaan putrinya mulai membaik.


"Mama seneng kondisi kamu udah membaik sekarang." kata Mama.

__ADS_1


Vira membalas dengan senyuman, "Ma, Papa nggak pulang ya?" tanyanya, padahal Vira udah mengabari Papa-nya kalo ia sedang sakit. "Padahal dulu kalo ada apa-apa dengan Vira pasti Papa pulang." kata cewek itu dengan wajah sedihnya.


tangan Mama dengan penuh kasih sayang mengusap kepala Vira, "Maafin, Mama ya? Mama nggak bisa bujuk Tante Lucsy untuk ngizinin Papa pulang." kata Mama penuh permintaan Maaf.


"Mama jangan sedih, nggak apa-apa kok kan Vira udah ada Bodyguad dan Guardian Angel." kata Vira membuat Mama sedikit tersenyum. "Lagi pula, Vira juga nggak mau ganggu Papa dengan keluarga barunya." jawab Vira.


kecupan Mama di tening Vira membuat cewek itu merasa mengantuk, selalu kecupan Mama seperti obat tidur bagi Vira yang langsung terlelap tidur.


***


Senin Pagi dan Upacara Benderah, Vira berbaring di UKS karena masih sakit tapi cewek itu memaksanakan untuk berangkat karena tidak ingin menambah daftar merah di Absennya, Ari baru saja keluar setelah membelikan Vira Teh hangat dan Bubur Ayam untuk sarapan. padahal udah tahu lagi sakit dan malah ingin berangkat sekolah, bikin seisi rumah sakit pamik. beruntung ada Ari yang setiap pagi selama Vira sakit selalu datang menjenguk melihat atau mengantarkan pesanan cewek gemesin seperti Vira.


"Tadi pacar kamu ya, Dik?" tanya Dokter UKS.


kening Vira berkerut, "Buka Mbak, cuma temen." jawab Vira membuka bungkusan bubur Ayamnya.


"Beneran kok Mbak aku sama dia cuma temen, emang dari dulu udah perhatian." jawab Vira lagi mengelak tudingan dari Mbak Rani Dokter Sekolah.


"Lebih juga nggak apa-apa kalian pantes kok." ujar Mbak Rani.


Vira sampai tersedak mendengar perkataan Mbak Rani, segera ia mengambil minuman yang di belikan Ari dan cewek itu malah menyemburnya.


"Argh panas." ucap Vira panik, Mbak Rani memberikan Air minum ke Vira kepalanya menggeleng, merasa lucu.


***


Jam Istirahat Vira dan Riva jalan keluar kelas, mereka tak sengaja melihat Aji lewat di depan kelas. cowok itu memberikan senyum kecil ke Vira seperti tidak terjadi apa-apa, tapi sikap respon Vira berbeda dari biasanya cewek itu hanya diam dan menganggap Aji nggak ada.

__ADS_1


Vira menarik tangan Riva sambil berjalan Meninggalkan ruang kelas yang hampir sepi, "Riva, jajan di luar yuk!? " ajak Vira tanpa menghiraukan tatapan bingung Aji.


di dalam kelas terlihat Ari duduk disamping Rey memperhatikan tiga orang yang berada diluar kelas, cowok itu hanya melihat tanpa beranjak dari duduknya.


"Ri, lo mau ikut gue nggak? " tanya Rey di sela membereskan buku-bukunya.


Ari menoleh, "Kemana? "


"Kantin kelas 12." jawab Rey santai.


cowok itu terdiam sebentar memikirkan tawaran menggiurkan Rey, Ari belum pernah ke kantin kelas 12 yang ada di belakang gedung. Ari mengangguk dan mengikuti Rey ke belakang sekolah, Kantin kelas 12 memang terpisah dengan kelas 10 dan 11, kelasnya pun juga di pisah karena butuh kosentrasi belajar untuk ujian nanti.


sebaliknya dengan Riva dan Vira yang berdiri di balik pagar sekolah menunggu pesanan mereka datang, sebagaian siswa memilih jajan diluar dengan cara berdiri di balik pagar dan memesan makanan mereka dari sana, di seberang sudah ada para pedangang yang menjual dagangan mereka.


"Duh lama banget sih! udah laper nih! " seru Vira melihat gerobak Batagor siomay pesanannya belum datang-datang.


Riva berdiri di belakang membawa dua gelas Es teh di tangannya, "Sabar, Vir. " kata Riva menenangkan Vira temannya itu kalo udah lapar emang nggak bisa sabar.


"Enak ya jadi kelas 12 yang punya kantin sendiri nggak perlu desak-desakan apa lagi ngantri kayak gini. " ujar Vira menatap ke depan.


Riva hanya mengangguk, dan melihat sekeliling mereka yang mulai di penuhi oleh anak-anak kelas lain yang ingin jajan. jangan tanya kantin pasti sedang penuh sesak karena banyak siswa-siswi yang menyerbu masuk, mencari makanan untuk mengisi perut yang kosong.


"Rey sama Ari mau kemana ya? " tanya Riva yang melihat kedua teman sekelasnya itu berjalan ke arah belakang sekolah, lewat pintu samping parkiran.


Vira juga itu melihat kemana dua orang tersebut berjalan, "Ngapain mereka ke kantin kelas 12?" tanya Riva yang sadar akan tingkat Ari dan Rey.


dengan santai sambil menerima pesanan batagor nya, "Udah biasa, Rey kan emang lebih suka makan di sana. " jawab Vira.

__ADS_1


***


__ADS_2