
"Halo, iya Nek. ini aku sama Vira lagi cari bunga pesenan Nenek." jawab Ari di telepon.
Vira memperhatikan cowok itu yang sedang mengangkat telepon, dari nada bicara Ari, Vira tahu pasti itu dari Nenek yang di rumah. Ari memang tinggal dengan Nenek dirumah, hanya berdua karena orangtua Ari berada diluar Kota sedangkan Om dan Tante Ari memilih tinggal sendiri tapi tetap tidak jauh dari rumah Nenek Ari, hanya berbeda Komplek perumahan.
Mata Vira berbinar saat melihat bunga Mawar Putih yang bermekaran Indah, Ari menerima bunga pesanannya dari penjaga Toko dan mendekati Vira yang tidak jauh darinya.
"Lo suka?" tanya Ari.
Vira menoleh, "Suka."
"Mbak, tolong di bungkus ya?" kata Ari.
"Apa-apaan, Ri. nggak usah Mbak." kata Vira menolek.
"Udah, lo yang kenapa?" jawab Ari. "Bungkus mbak." perintah Ari.
setelah mbak penjaga toko pergi membungkus bunga mawar putih pesana Ari, Vira menarik tangan cowok itu. "Lo kenapa sih, gue kan nggak bilang mau kenapa lo malah beli?" tanya Vira.
"Emang gue bilang mau beliin lo bunga?" tanya Ari dengan satu alis ke atas.
"Jadi lo beli buat siapa?" tanya Vira.
senyum Ari terlihat ganjil, "Buat nyokap lo, Tante kan suka Mawar Putih, kapan lagi di beliin cowok ganteng plus manis kayak gue." kata Ari.
"Apaan sih! nggak usah sok deh!" seru Vira, "Emang nya lo ganteng apa?"
__ADS_1
"Kalo gue nggak ganteng, kenapa cewek-cewek di kelas pada Caper?" tanya Ari.
Vira jadi keheranan dengan ucapan Ari, "Ya mungkin karena mereka nggak pernah ketemu sama cowok dari Planet luar Angkasa yang nyasar ke Bumi." jawab Vira memainkan kelopak bunga yang ada di dekatnya sambil berjalan pelan.
pandangan Ari mengikuti langkah Vira, "Cowok dari Planet luar Angkasa yang tampan."
"Wkwkwkwk... Ke Pe-Dean banget sih!"
"Harus dong!" seru Ari.
Mereka berdua pun tertawa, "Vir, jawab jujur kalo gue sama kakak kelas itu gantengan mana?" tanya Ari dengan kedua alisnya naik turun, wajah Vira merengut mendengar perkataan Ari.
"Jelas gantengan Kak Aji, dan normalan Kak Aji dari pada elo, Ri." jawab Vira.
cowok itu menyentuh dadanya, "Aaah, jahat banget lo Vir, sama gue." ucap Ari.
***
Vira membuka pintu rumah terlihat Mama sedang sibuk menyiapkan makan malam untuk dirinya dan Bang Bimo kalo pulang ke rumah, Abang nya itu akhir-akhir ini jarang pulang karena tugas Kuliah yang abreg, mengharus kan Bang Bimo menginap di kampus atau Kost temannya.
"Bang Bimo nggak pulang lagi, Ma?" tanya Vira menaruh Bunga Mawar Putih di atas meja ruang keluarga.
Mama menoleh dan melihat Bunga Mawar Putih tergeletak di atas meja, "Tumben kamu beliin Mama Bunga Mawar, Dek?" tanya Mama menghampiri Vira.
Vira yang sedang minum tersedak, "Uhuk... bukan Vira Ma yang beliin tapi Ari." jawab Vira.
__ADS_1
"Ari," Vira mengangguk, "Baik banget anak itu beliin Mama Bunga dan masih inget Bunga Kesukaan Mama." kata Mama Vira.
"Itu kalo bukan Vira yang nemu duluan nggak bakal di beli tuh sama Ari."
"Kok bisa gitu?"
"Panjang kali lebar deh kalo di jelasin," jawab Vira menaiki anak tangga kamarnya, dan mengurung diri di kamar selama 15 menit, membersihkan diri untuk ikut bergabung makan malam dengan Mama.
***
"Vira tunggu!" panggil seseorang dari belakang Vira,
cewek itu berbalik dan menemukan Aji berjalan ke arahnya tergesa-gesa, "Ada apa kak?" tanya Vira mendekap bukunya, di depannya ada Rey dan Ari sedang menunggu dirinya.
"Sepulang sekolah kamu ada acara nggak?" tanya Aji.
"Pulang sekolah, nggak ada." jawab Vira.
"Mau pergi sama aku?"
"Pergi..." Aji mengangguk. "Kemana?" tanya Vira.
"Ke Pameran Lukisan, itu juga kalo kamu mau." kata Aji menggaruk kepalanya.
Vira terlihat tengah berpikir, kesempatan nggak datang dua kali loh. apa lagi Aji yang ngajak dia pergi duluan. "Oke deh! nanti kabarin aku lagi ya?" jawab Vira yang langsung pamit pergi.
__ADS_1
di belakang Aji kegirangan karena Vira mau pergi dengannya, cowok itu ingin meloncat-loncat saking senangnya tapi terlalu banyak anak kelas 10 yang ada diluar kelas, jadi cowok itu memutuskan untuk kembali ke kelas dengan senyum dibibirnya.
***