
"Eh seriusan Ari dan Nikki jadian?!" tanya teman ke temannya di depan kelas, kening Riva berkerut mendengar perkataan cewek-cewek yang ia lewati.
baru kemarin Vira bercerita kepada Riva bahwa Vira berhadapan dengan cewek yang bernama Nikki itu dan sekarang menyebar berita aneh, tunggu Riva nggak salah dengerkan. Ari jadian dengan Nikki, wah-wah kayaknya ada yang nyebar hoax nih!
dari arah belakang tiba-tiba saja ada yang memeluknya. "Riva kangen! " seru Vira yang berhasil membuat Riva kaget.
"Vira, kaget tahu. " ucap Riva.
Vira berjalan di samping Riva, "Lo kenapa sih lo ngalamun gitu? " tanya Vira.
"Lo nggak denger, anak-anak lagi ngomongin kalo Ari sama Nikki jadian. " bisik Riva agar tidak ada yang mendengar.
Vira menatap mata Riva dengan tatapan serius campur kaget, " dan lo percaya gitu? " tanya Vira sebelah mata memicing.
Riva menggeleng, "Mana mungkin gue percaya, tipe cewek Ari kan Putri Keraton gitu. "
"Nah itu lo tahu, mana mungkin Ari pacaran sama cewek psikopat kayak siapa itu namanya! " ucapan Vira cukup keras dan bisa membuat beberapa orang yang ada di dekat mereka mendengar, "Gue sebagai sahabat nya dari kecil jaminannya. " ujar Vira.
***
kening Ari terasa pusing mendengar perkataan dari teman-teman ceweknya di kelas, menanyakan kebenaran gosip yang beredar.
"kalian percaya? "
"gue sih nggak"
"Sama gue juga, pasti itu cuma cerita karangan. secara Nikki kan orangnya emang kayak gitu. "
"Iya dulu waktu Kak Aji belum deket sama Stella, dia kan juga bikin gosip yang sama. "
"Eh masa, kok gue nggak tahu. "
"Gosipnya langsung ilang gitu aja sih nggak bertahan lama soalnya Kak Aji langsung bikin pernyataan kalo mereka nggak pacaran. "
di tempat duduknya Ari terlihat pucat, Rey sebagai teman dekatnya hanya bisa melihat tanpa bisa membantu. dari tempat duduk Vira pun sama, tiba-tiba terlintas sebuah skenario di kepala Vira. ia langsung membisikan sesuatu ke telingan Riva.
"Eh! serius? "
Vira mengangguk.
__ADS_1
***
kantin jadi rame karena pusat perhatian ada disana, Nikki dengan senang hati menjawab pertanyaan teman-teman perihal kebenaran tentang hubungannya dengan Ari. apa lagi Ari berada di urutan ke sepuluh dari jajaran cowok-cowok ganteng di sekolah, apa lagi bisa menggeser posisi kakak kelas 11 yang bisa di bilang kalah jika dibandingkan dengan Ari.
suasana langsung sunyi saat semua perhatian terarah ke arah sosok yang baru saja datang, Vira menggelayut manja di lengan Ari dengan Riva hanya diam berdiri di samping Ari, wajahnya seperti biasa tanpa ekspresi apa pun hanya sedikit menarik ujung bibirnya.
"Ri, Vira laper mau makan. " rajut Vira dengan suara di buat-buat centil.
seorang teman yang berkumpul di sekitar Nikki menyenggol lengan cewek itu, "Nik, cowok lo tuh! " tunjuk dengan dagu tapi mimik wajahnya tersirat aneh.
Nikki diam menahan kesal melihat pemandangan seperti itu di depannya, "Lo nggak mau nyamperin, Nik, cowok lo lagi mesra-mesraan sama cewek lain tuh! "
"DIEM! " bentak Nikki membuat cewek-cewek di dekatnya langsung diam seribu bahasa.
dengan kesal bercampur aduk, Nikki berdiri dari duduknya dan menghampiri Ari dan Vira yang duduk berduaan di dekat tanaman merambat panggar pembatas.
"Beb, kamu di sini? " tanya Nikki dengan suara di buat-buat lembut, sekali-kali melirik ke arah Vira yang seperti nya cuek dengan ke datangan dirinya.
Ari mengalih pandangnya dari Vira, yang kini cemberut.
"Katanya kamu nggak mau ke Kantin tadi. " ucap Nikki menarik kursi di samping Ari.
"Ri, dia siapa? " tanya Vira juga.
Ari menaik turunkan bahunya, "Nggak kenal? " jawabnya, "Kamu lo kenal?" tanya Ari ke Vira yang menggeleng.
"Nggaklah, dia penampilannya aja bikin kepala gue pusing. " jawab Vira menyentuh kepalanya, Ari langsung memberi perhatian ke Vira. "Ri, usir dia dong! " seru Vira yang berpura-pura ingin muntah.
"Iya iya gue usir dia. " kata Ari yang kini menatap Nikki, wajah Nikki nggak karuan sekarang.
"Tante, eh Mbak. bisa pergi, temen saya jadi nggak enak badan karena lihat mbak nya. " kata Ari, mereka masih menjadi perhatian semua orang.
Mata Nikki berkaca-kaca, "Beb, kok kamu tega sih? "
"Tega? "
"Iya, kamu tega. padahal aku ini pacar kamu tapi kamu malah perhatian sama cewek jadi-jadian ini. " ujar Nikki yang menunjuk ke Vira, Vira yang sedang berakting mendengar tudingan Nikki jadi kesal tapi ia ingat perannya belum selesai.
kali ini Vira mendongak, "Ri, sejak kapan lo punya pacar? kok gue nggak tahu, biasanya kan lo bakal konsultasi sama gue cewek yang mau jadi pacar lo pantes apa nggak. " kata Vira dengan suara rendahnya tapi bisa di dengar banyak orang.
__ADS_1
"Gue juga nggak tahu, Vir, perasaan gue baru di sini dan temen gue juga baru lo sama temen-temen di kelas. lagian gue juga nggak kenal sama dia. "
"Terus siapa dia? "
saat semua orang sedang bertanya-tanya Riva muncul dengan Arga, membawa pesanan mereka.
"Dia kan yang ngaku-ngaku pacarnya Ari, yang bikin setengah sekolah kita geger. " jawab Riva santai.
"EH NGAKU-NGAKU PACAR ARI! " intonasi suara Vira keras kali ini membuat semua orang mendengarnya. "Serius, sampai ngaku-ngaku, lo tahu dari mana Riv? " tanya Vira.
Nikki hanya diam menahan amarahnya, "Kalian salah gue pacarnya Ari, kemarin kita baru jadian kok. " kata Nikki berkelit.
Riva dan Vira termasuk Arga menatap Ari, "Kan seharian gue pergi sama kalian, pulangnya mampir di rumah Vira sampai Jam 1 nemenin Bang Bimo main mobile legends. " jawab Ari dengan wajah yang di buat menyakinkan.
"Terus kenapa cewek ini ngaku cewek lo? "
"Udah gue bilang, gue nggak kenal dan gue juga belum punya pacar. "
"Ari kamu jangan kayak gini dong! kita kan udah jadian kemarin. "
"Kemarin apa? jelas-jelas gue main sama temen-temen gue, jangan bikin gosip biar gue mau jadi cowok lo ya!? " sahut Ari berdiri dari duduknya.
Nikki menutup mulutnya dengan tangannya, "Ari kamu jahat banget, aku ini pacar kamu. kemarin kamu bilang sayang sama aku dan sekarang. "
"udah deh jangan bersandiwara dan jangan ngaku-ngaku pacar orang, nggak belajar dari pengalaman. " sahut seorang cewek yang tidak jauh dari tempat mereka duduk.
"Iya, waktu itu juga pernah ngaku-ngaku pacar Kak Aji tapi semua bohong. "
"Gue juga udah curiga, nggak mungkin Ari pacaran sama dia. " kata cewek lain yang berdiri tidak jauh.
"Iya, gue setuju "
"Jangan-jangan bukan Ari ini tapi Ari yang kelas X-3 itu. "
"Astaga, Ari yang jelek itu. pantes deh! "
semua orang membicarakan Nikki sampai membuat cewek itu pergi dari kantin tanpa memperdulikan orang-orang yang ngomongin dirinya.
***
__ADS_1