
Pelajaran terakhir di Lab Kimia jelas Ari dan Rey terang-terangan memperhatikan Vira yang terlihat aneh, setelah bertemu dengan Aji di depan kelas mereka. kening Rey berkerut sedangkan Ari geleng-geleng kepala melihat fenomena yang terjadi kepada Vira.
"Ri, gue jadi takut ngeliatin temen lo itu." kata Rey.
"Lo takut, gue malah nggak tahu harus bereaksi gimana." jawab Ari melirik Riva yang duduk di dekat Arga, sepertinya cewek itu merasakan hal yang sama seperti dirinya dan Rey. karena tumben Riva duduk jauh-jauh dari Vira, selama pelajaran pun Vira juga tidak begitu fokus dengan apa yang di jelaskan dan sering membuat kesalahan.
"Tuhan, ini anak habis kesambet setan mana sih?" ujar Rey yang berjalan ke luar dari Lab kimia bersama Ari.
"Husss... gitu gitu sepupu lo." ucap Ari.
"Gue nggak punya sepupu yang kelainan jiwa." jawab Rey.
Riva menapuk mulut Rey dengan buku, "Mulut lo ya di jaga napa?" sahut Riva melototi Rey, cowok itu menyentuh mulutnya.
***
"Guys, gue pulang dulu ya!?" teriak Vira saat bell pulang berbunyi.
teman-teman sekelasnya hanya bisa melihat cewek itu berjalan pergi meninggalkan kelas dengan langkah yang gembira, Ari hanya mematung dengan bolpen yang terjatuh dari tangannya.
"Eeh, ini anak malah kabur. tugas belum selesai juga." ucap cowok itu kesal.
Rey berjalan mendekati Ari, "Sabar, gue tahu sepupu gue emang radak somplak hari ini." kata cowok yang kini tak berseragam sekolah lagi.
"Riv, temen lo kenapa sih, Aneh banget?" tanya Ari dan Rey barengan melihat ke Riva,
Riva yang masih mengerjakan tugasnya melepas kaca matanya, "Katanya pulang sekolah ini dia ada janji sama Kak Aji, mau pergi ke Pameran Lukisan." jawab Riva.
"Oh! pantes itu anak otaknya ke balik, mau pergi sama si Aji ternyata." kata Rey.
***
seperti perkataan Aji, Vira menunggu cowok itu di belakang sekolah tepat di gerbang belakang. sebuah motor Vario Hitam berhenti di depan Vira, kaca helm terbuka dan memperlihatkan siapa yang membawa motor.
"Udah nunggu lama ya?" tanya Aji.
Vira menggeleng, "Baru kok kak." jawabnya.
__ADS_1
Aji memberikan helm satunya lagi kepada Vira, cewek itu menerima dan memakainya. "Naik, Vir." perintah Aji setelah melihat helm Vira terpasang dengan benar.
di belakang Vira bingung harus bonceng model apa, "Kok belum naik?" tanya Aji menoleh ke belakang.
"Vira bingungkan mau bonceng model gimana?" jawab Vira.
"Senyaman kamu aja, Vir." jawab Aji.
pada akhirnya Vira duduk di boncengan dengan model menyamping, karena rok panjangnya yang terkesan ribet. kayaknya ia harus ganti rok pendek deh biar bisa naik motor lebih leluas, pikirnya.
***
Motor Aji memasuki parkiran Pameran Lukisan yang telah di sediakan oleh para Panitian Pameran, Vira turun dari dan melepaskan helm yang sedari tadi ia pakai. cewek itu segera merapikan rambutnya yang sengaja ia gerai. Aji menyusul turun dari motor, menyampirkan jaketnya di atas setang motor.
"Udah?" tanya Aji.
Menganggu, "Udah, Kak." jawab Vira.
mereka berdua berjalan ke Loker Tiket pameran berdampingan, sekali-kali Vira melirik Aji dan tangannya bergerak-gerak ingin menggandeng tangan Kakak kelasnya itu tapi ia enggan bertindak duluan. baru kali ini Vira jalan berdua dengan Aji, biasanya akan ada teman Vira atau Aji yang ikut itu dalam rangka acara Ekskul Sekolah Vira. Di depan loket tiket Aji memesan dua tiket untuk dua orang, yang pasti untuk Vira.dengan sabar Vira menunggu Aji yang sedang mengantri di barisan orang yang membeli tiket masuk.
dengan senang hati menerima tiket pemberian dari Aji itu, wajah Vira bertambah ceria yang membuat Aji tersenyum senang. "Ini kali pertama kamu kepameran kan?" tanya Aji.
"Heheheee... Kok tahu Kak?"
"Kan kamu pernah cerita pengen banget ke pameran lukisan." jawab Aji.
"Mereka bedua masuk ke dalam ruangan yang di penuhi dengan berbagai seni Lukis yang memikat hati, mata Vira langsung di sambut dengan sebuah Karya yang cukup terkenal.
"Wah ini kan?"
"Yups benar ini adalah Lukisan yang lagi hits itu." jawab Aji.
Mata Vira bersinar melihat lukisan yang sangat mengagumkan, "Wow ini beneran keren banget" ujar Vira.
***
"ARI!" panggil seseorang cowok yang melambaikan tangan ke Ari.
__ADS_1
cowok itu menoleh dan melihat sosok yang di kenalnya itu berlari ke arahnya, "Oi... kemana aja lo?" tanya cowok itu, kening Ari berkerut melihat cowok yang berdiri di sampingnya ini.
"Siapa lo?" sahut Ari.
wajah cowok itu melongok, "Lo lupa sama gue?" tanyanya.
Ari menggeleng, ia lupa tentang cowok yang berdiri disampingnya. "Gue Vino temen sebangku lo SMP." kata cowok itu mengingatkan Ari dengan salah satu temannya itu.
"Eh elo Vin, ngapain lo di depan kelas gue?" tanya Rey yang baru keluar dari kelas setelah menyelesaikan tugas kelompok yang susah pakai banget.
Vino merangkul Rey yang sontak membuat Rey merasa jijik, "Oi lepas napa, jijik gue." Rey blakblakan, menyingkirkan tangan Vino dari bahunya.
"Alah, biasanya juga lebih ekstrim." sahut Vino.
"Sorry gue udah punya pacar, bukan kayak lo yang playboy kagak punya pacar alias cowok lapuk."
"Enak aja cewek gue banyak tahu."
"Iya banyak tapi nggak ada yang lo jadiin pacarkan."
"Emang bener, soalnya mereka bosenin."
"Halah, alesan aja lo!"
dari tempatnya Ari hanya bisa menjadi penonton, melihat ke dua temannya itu tengah bertikai tak jelas. kepalanya yang awalnya sudah pusing tambah pusing, tapi sekarang Ari ingat siapa cowok yang bersama dengan Rey sekarang adalah Vino teman sekelasnya dulu sewaktu SMP sebelum pindah. muncul sosok tinggi besar di belakang kedua cowok yang sedang bertengkar ini dan memisahkan keduanya.
"Hadangin jalan." kata cowok itu yang butuh dan tingginya dua kali lipat dari Rey dan Vino.
"Hai Dav?" sapa Ari yang akrab dengan Davi teman segengnya dulu dengan Rey dan Vino, di kelas mereka terkenal rame dan bikin onar.
"Eh, Ri, lo nggak adil banget sih? sama gorila aja lo inget sama gue nggak!" Vino mendumel sendiri.
Ari hanya tersenyum simpul, "Sorry, Vin, sekarang gue baru inget." jawab Ari.
terjadilah reoni antara ke empat cowok tersebut, mereka langsung menuju ke salah satu wargem terdekat dengan sekolah mereka. menghabiskan waktu luang mereka bermain game, Ari menikmati suasana yang telah lama ia rindukan.
***
__ADS_1