
semua orang tengah heboh dengan seorang cowok di luar gerbang, duduk di atas mobilnya sambil memainkan kunci mobilnya. tanpa segan ada yang mencuri-curi pandang atau malah blak-blakan kan menatap cowok itu ada beberapa cewek yang nekat mendekatinya, ada juga yang mengambil foto si cowok.
"Hai cowok kenalan dong! " ajak seorang cewek mengulurkan tangannya mengajak kenalan, tapi cowok itu hanya diam sambil melihat cewek di depannya.
"Maaf, bukan muhrim. " jawabannya membuat beberapa cewek meleleh, ada juga yang menganggap jual mahal atau sok suci.
"Kalo gitu boleh tahu nama kamu nggak? " tanya cewek lain yang nggak pantang menyerah.
cowok itu melirik ke bawah, "Kalo kalian bisa baca Plat Nomor aku, pasti kalian bakal tahu nama aku. " kata cowok itu masih bertahan.
"Ih sombong, kasih tahu aja napa? " jarut cewek yang terlihat cantik.
"Kalo dikasih tahu gitu aja nggak seru dong! " jawabnya membuat gelembung balon dari permen karet.
***
Di dalam sekolahan Vira dibuat heran dengan anak-anak cewek yang berlarian keluar gerbang sekolah, cewek itu tanpa segan menarik tangan Riva yang sedang berbicara dengan Arga.
"Eh Vir, tunggu bentar. " kata Riva.
"Aduh, Riv. gue penasaran nih! kenapa sih sama mereka? " tanya Vira.
Arga geleng kepala melihat tingkah laku Vira, tapi tetap mengikuti di belakang kedua cewek tersebut.
"Tapi pelan-pelan, " kata Riva.
"Keburu penuh sesak nanti. " tak mau kalah.
"Jalan sendiri kenapa sih? " ujar Arga.
__ADS_1
"Diem! " pelotot Vira ke Arga.
cowok itu langsung diem, nyerah deh kalo udah berhadapan dengan Vira. cewek satu itu bakal menang banyak kalo Arga ngelawan Vira, yang pertama Vira lebih unggul kalo adu mulut, kedua Vira terlebih dulu megang sabuk hitam sebelum Arga, dan ketiga yang paling Arga nggak pernah percaya Arga nggak pernah bisa ngelawan cewek.
dengan usaha keras Vira, Riva dan Arga bisa menerobos masuk ke dalam kerumunan massa cewek-cewek yang mengerubungi seorang cowok yang dengan santai duduk di atas Honda Civic type R. sebelah alis Vira naik ke atas, Arga dan Riva saling melempar pandang.
"Itu bukannya temen lo, Vir? " tanya Arga.
"Hmmm... gue nggak kenal. " ucap Vira berputar dan ingin segera pergi, melihat kelakuan Ari membuat Vira geli dan ingin segera pergi. tapi sayang rencana Vira gagal karena ternyata Ari telah melihat Vira.
"Vira! " teriak Ari.
Vira menoleh sekilas dan memberikan senyum tipis, Ari memeringkan kepalanya. cowok itu melompat dari mobilnya saat melihat Vira ingin kabur lagi.
dengan gesit menarik kerah baju cewek itu dari belakang, "Vir, lo mau kemana? gue nungguin lo dari tadi tahu. " ujar Ari yang menahan Vira untuk tidak pergi.
"Please lepasin gue, gue nggak kenal sama lo! " teriak Vira meronta-ronta, mencoba melepaskan diri cengkraman Ari.
semua orang kaget mendengar pernyataan Ari kepada Vira termasuk Vira, Riva dan Arga.
"Argh! apa-apaan sih! " seru Vira. "Jangan ngaku-ngaku jadi pacar gue! " Vira masih menepis pengakuan Ari.
"Tega banget sih sampai nggak mau ngakuin gue sebagai pacar lo. "
"Ariandro Sanjaya jangan bercanda deh! " seru Vira putus aja dan berhenti meronta, Ari puas ngerjain Vira dan melepaskan cewek itu.
dengan penuh perhatian menepuk kepala Vira pelan, "Ayo pulang " ajak Ari menggandeng tangan Vira.
dan Vira menurut begitu saja, ia masih kesal dengan tindakan Ari barusan. tapi terlihat manis di mata cewek-cewek yang melihat adegan tadi.
__ADS_1
"Ih manis banget! " seru cewek yang berdiri tak jauh dari Riva dan Arga.
"Cowoknya juga manis. "
"Ceweknya juga nggak kalah cantik. "
"Duh kayaknya mereka emang di takdirkan bersama deh! "
segala macam ucapan dan kata-kata pun keluar sekaligus gosip pun tersebar dengan cepat, Riva dan Arga juga memilih meninggalkan tempat tersebut. selepas melihat mobil Ari menghilang dari depan sekolah mereka.
***
"Yang tadi beneran ya? mereka pacaran? " tanya Arga saat di dalam mobil bersama Riva, cewek itu menatap Arga dalam-dalam.
"Kamu percaya gitu sama mereka berdua? " tanya Riva yang membuka instagram gosip sekolahan.
Arga terdiam, antara percaya dan nggak percaya. "Hmmm aku emang nggak begitu kenal Ari sih! Tapi sebagai sesama cowok gue bisa lihat kalo... "
"Sssttt.... aku tahu kamu mau ngomong apa? " jawab Riva menghentikan Arga.
"Jadi kamu juga sependapat sama aku? "
Riva mengangguk, "Sebenarnya udah sejak lama Ari naksir Vira, mungkin sebelum aku kenal sama mereka berdua. " kata Riva.
"Tapi ini rahasia ya? "
Arga mengangguk, "Iya, ini rahasia. nggak ada untungnya juga buat aku, biar mereka usaha sendiri. kayak aku sekarang. " ucap Arga nyengir lebar.
"Apaan sih! " Riva memukul lengan Arga pelan.
__ADS_1
***