
Di dalam kamar berserakan berbagai kertas kado, selotip, gunting dan pita di karpet berbulu yang berwarna merah muka. Vira dengan sibuk membungkus sebuah kado dengan rapi dan yang terkesan menarik, cewek itu tidak menyadari ada seseorang yang terang-terangan memperhatikannya. Ari berdiri bersandar di kusen pintu kamar Vira dengan memakan Apel pemberian Mama Vira yang menyuruh dirinya memanggil Vira untuk makan malam, Ari dengan sukarela menemui cewek itu di kamarnya tapi apa yang ia lihat, Vira terlihat sibuk menggunting-gunting kertas dan pita.
"Serius amat, sampai nggak sadar gue di sini." kata Ari yang membuang sisa Apel yang hampir habis itu ke dalam tempat sampah yang ada di kamar Vira.
terperanjah Vira melihat Ari mendekatinya, "Eh, sorry, gue nggak tahu lo ada disini." sahut Vira.
"Nggak tahu atau emang lagi sibuk sendiri?" sindir Ari yang duduk diatas tempat tidur Vira, menyilangkan kakinya, melihat betapa seriusnya temannya itu.
"Btw lo tumben main ke rumah?" tanya Vira di sela menggunting selotip.
tangan Ari yang menopang kepalanya ia turunkan, "Hm, Tante nyuruh gue makan malam disini." jawabnya sambil melihat-lihat kamar Vira. "Kamar lo nggak berubah ya masih sama." ucap Ari.
"Ya emang sengaja nggak gue rubah sih! lagian males banget." jawab Vira.
"Bukannya Kak Aji suka sama cewek feminim?" celetuk Ari menatap Vira dari atas ke bawah, merasa di perhatikan oleh Ari segera Vira melotot.
"Apaan lo liat-liat ngajak berantem." bentak Vira.
kepala Ari menggeleng, "Nggak ada cewek-ceweknya." ucapnya.
"Sialan lo!" seru Vira yang siap melempar benda yang ada di tangannya.
"Lo mau bunuh gue pakai selatip?" tanya Ari menutup mulutnya.
__ADS_1
"Iya, gue mau bunuh lo pakai ini biar lo diem," kata Vira.
Ari berdiri dari duduknya dan menarik tangan Vira, "Eh eh eeeeh..."
"Ayo makan, gue udah laper. nyokap lo udah nunggu tuh!"
"Aduh bentar napa, gue belum selesai ini."
"Lanjutin lagi nanti." paksa Ari yang membuat Vira menurut juga pada akhirnya, cewek itu berjalan mengikuti Ari yang melangkah ke ruang makan rumahnya. disana sudah ada Mama dan Bang Bimo yang menunggunya, termasuk Rey yang juga bergabung dengan mereka.
***
Pagi-pagi buta Vira berangkat ke sekolah dengan Ojek Online, biasanya Vira akan nebeng mobil Ari atau naik motor Rey ke sekolah tapi sekarang ia memilih berangkat sendiri karena ada sesuatu yang harus ia lakukan. Vira duduk disamping pos satpam sambil mendekap tas kertas yang ia bawa sedari rumah, di dalamnya terdapat hadiah untuk seseorang yang sedang Vira tunggu.
seperti dugaannya, seseorang yang ia tunggu akhirnya datang 5 menit setelahnya. Vira berdiri dari duduknya rapikan penampilannya dengan cermin kecil yang selalu ia bawa, semejak SMA Vira belajar untuk dandan agar bisa di lirik oleh seseorang yang ia taksir sejak masuk sekolah.
cowok itu melepas helmnya, "Pagi Vir, tumben kamu berangkat pagi?" sahut Aji.
Vira tersipu, "Biasanya juga berangkat pagi, Kak, kebetulan aja nggak lagi bareng biang telat." jawabnya sambil menggoyang-goyangkan bahunya.
"Hmmm... ada apa nih? kamu pagi pagi nyariin aku?" tanya Aji dengan wajah rupawannya.
menyodorkan tas yang Vira bawa ke Aji, "Ini kak Hadiah buat kakak, maaf baru ngasih sekarang." kata Vira, "Padahal udah lewat seminggu."
__ADS_1
Aji menerima pemberian Vira, "Makasih ya, tapi sebenernya kamu nggak usah repot-repot loh"
"Nggak apa-apa kak." jawab Vira menggelengkan kepalanya.
"Tapi sekali lagi makasih ya?" kata Aji.
mengangguk, "Kalo gitu aku ke kelas dulu ya, Kak." ucap Vira pamit kepada Aji, cowok itu hanya mengangguk melihat Vira yang berlari pergi. melihat isi di dalam bungkusan itu yang di kemas dengan kertas kado yang rapi.
***
Rasanya Vira ingin teriak sekeras-kerasnya karena saking senangnya tapi ia nggak mungkin teriak di sekolahan yang banyak orang, pada akhirnya Vira memutuskan meminta Ari untuk mengantarnya ke tempat yang selalu mereka kunjungi waktu SMP dulu.
ke datangan Vira di sambut oleh Riva yang duduk berhadapan dengan Arga, "Seneng banget keliatannya." ledek Riva yang jarang melihat Vira seceria itu dua hari ini.
"Iya dong! gue kan baru ngasih hadiah termanis buat kak Aji." sahut Vira.
"Sombong!" sambar Arga.
kesal dengan Arga yang menyambar-nyambar, Vira memukul lengan cowok itu yang mengaduh ke sakitan. "Rasain, emang enak."
"Lo tu terbuat dari apa sih?" tanya Arga terdengar meledek, "Sekali mukul sakit banget, Hulk lo ya?"
"ARGA!" giliran Riva yang mencubit Arga.
__ADS_1
"Duh duh duh... sakit Riv."
***