
mobil Ari berhenti di GOR olahraga, cowok itu menatap aneh ke arah Vira. keningnya berkerut menatap cewek di sebelahnya keheranan.
"Kita ngapain ke sini? " tanya Ari memecahkan ke heningan.
Vira berbalik dan tersenyum lebar, "Gue bingung jadi gue ajak lo nonton pertandingan Basket sekolah gue aja ya? " kata Vira membuka pintu mobil, dan keluar.
kepala cowok itu di miringkan, "Nonton Pertandingan Basket, gue ngerasa mencium aroma yang mencurigakan. " gumam Ari, menyusul Vira yang telah keluar duluan.
...
seorang pemain dengan nomor punggung 4 mendribel bola, Ari mengamati para pemain lalu beralih ke Vira yang melihat dengan ekspresi histeris seperti layaknya penonton perempuan di tribun penonton.
"Arrgghh! Semangat Kak Aji!? " teriak Vira.
sebelah alis Ari naik ke atas, siapa orang yang di panggil namanya oleh Vira. cowok itu mengikuti arah pandang Vira, dan menemukan seorang cowok yang tengah mendapat operan bola dari rekannya. dengan lincah dapat mengecoh permain lawan dengan permainan nya sendiri, Ari dengan santai ikut memperhatikan para pemain di lapangan tak luput juga mengamati cowok yang sedari tadi Vira teriaki namanya.
hampir babak terakhir dan Tim sekolah Vira pun dapat meninggalkan skor tim lawan jauh dari yang di kira, suara Bell tanda berakhirnya pertandingan terdengar. Vira buru-buru menarik tangan Ari, cewek itu berpikir ingin segera pergi dari sana. ia merasa telah berkoar-koar tak jelas, di atas tribun penonton. Vira takut Aji akan menghampirinya, ia belum siap apa lagi Vira sedang bersama Ari sekarang.
"Eh! tunggu dulu... " ujar Ari yang tiba-tiba di tarik oleh Vira.
di lapangan masih bereuforia kemenangan Tim Basket SMA N 1 HARNUS.
"Tim sekolah lo baru menang, lo nggak mau ke sana? " tanya Ari mengimbangi langkah Vira.
"Nggak usah, mereka nggak perlu kita di sana. " jawab Vira.
mereka pun berjalan ke pintu keluar, dan suara memanggil nama Vira terdengar.
__ADS_1
"Silvira! " panggilnya.
langkah Vira terhenti dan tubuhnya menjadi kaku, Ari jelas jadi bingung. di dalam hati Vira membodohi dirinya sendiri, kenapa juga ia salah pilih waktu untuk keluar.
cewek itu berbalik dan tersenyum canggung ke cowok yang berdiri di belakang, dua meter dari mereka.
"Hai Kak Aji? " sapa Vira masih menggandeng tangan Ari.
Aji menatap Vira dan Ari berganti, terlihat cowok itu sedang bingung. "Hai juga, " balas Aji mengabaikan tangan Vira yang menggandeng Ari.
"Kalian mau pulang? " tanya Aji diam-diam memperhatikan Ari, tapi bukan Ari namanya kalo nggak peka dengan tatapan Aji yang curi-curi ke arahnya.
Vira mengangguk, "Iya, Kak. aku mau nemenin temen aku jalan-jalan, soal udah lama dia nggak ke sini. " jawab Vira mencari alasan agar Aji percaya kepadanya.
cowok dengan nomor punggung 20 itu tersenyum, "Oh, gimana kalo kalian... " sebelum Aji menerus ucapannya seorang cewek tiba-tiba datang dan bergelayut manja di lengan Aji.
Aji mencoba melepaskan tangan Stella karena ada Vira dan Ari di sana, "Stella, bentar ya... aku mau bicara dulu dengan Vira. " kata Aji.
"Tapi Kak... "
"Bentar ya? " kata Aji dengan sabar.
melihat situasi yang nggak kondusif Ari mengambil inisiatif untuk mengajak Vira pergi.
"Vir, kayaknya kita kudu pulang sekarang deh? " kata Ari melihat jam tangannya, hanya sekedar iseng.
Vira menatap Ari bingung, cowok itu langsung melihat Aji. "Sorry, Bro. kita buru-buru nih! " kata Ari menjabat tangan Aji, sontak Aji bingung dengan sikap Ari.
__ADS_1
"Iya, nggak apa-apa. " jawab cowok itu canggung.
kedua orang yang masih di pintu keluar Gor di buat bingung, termasuk Vira.
"Sorry, kalo gue tiba-tiba ngajak lo pergi. " kata Ari saat mereka sudah mendekati mobil Ari yang terparkir cukup dekat.
sekarang Vira baru sadar jika apa yang di lakukan Ari adalah untuknya, ia sempat bingung.
"Untung nggak ada kejadian cakar mencakar tadi. " ujar Ari.
Kening Vira berkerut, "Dih siapa juga yang bakal cakar-cakar... emangnya gue ayam. " ucap Vira.
"Bisa aja lo berubah dari Ayam tadi. " gurau Ari.
"Yang kerenan dikit napa, cantik-cantik gini Ayam. "
"Terus apa? "
"Hmmm... apa ya? " Vira tengah memikir.
"Gue laper nih! nyari makan yuk? " ajak cowok itu tiba-tiba, membuat Vira menahan senyumnya.
"Dasar nggak tahu kondisi. " ucap Vira.
yang di sambut dengan tawa oleh Ari, mereka berdua pun masuk ke dalam mobil. tanpa sadar ada yang memperhatikan mereka berdua.
"Sebenarnya Dia siapa? "
__ADS_1
***