
Vira berdiri di depan ruangan 3.4 tempat ujiannya hari ini, hampir seminggu Vira dan kawan-kawannya ujian akhir sekolah, dan hari ini adalah hari terakhir Ujian. matanya bisa menangkap sosok Ari yang duduk lesehan bersama teman-teman sekelasnya yang lain, Vira beruntung karena Ari adalah murid pindahan jadi Absennya berada diurutan terakhir, yang berarti Ari satu ruang dengan Vira.
"Vira, lo udah bikin contekan belum? " tanya Rey yang tiba-tiba mengejutkan Vira yang tengah menatap Ari, entah kenapa akhir-akhir ini Vira ingin melihat Ari.
kening cewek satu itu berkerut, "Contekan... " "Sorry, gue bukan tukang contek kayak lu. " ujar Vira tak mau kalah.
"Gue kan cuma nanya, lagian siapa juga yang nuduh lo tukang nyontek. " ucap Rey berlalu pergi.
wajah Vira merengut sebal, cewek itu memelih mengambil buku pelajaran nya dan membaca poin-poin penting yang akan keluar ujian.
***
Suara tanda Bell berbunyi bersamaan dengan derap langkah keras bergerombolan keluar dari kelas, para guru yang piket sampai keheranan karena tidak biasanya murid-muridnya cepat menyelesaikan jawaban mereka.
"Ada apaan sih? " tanya Vira yang baru saja muncul bersama Ari, keduanya berdesak-desakan ingin melihat apa yang sedang terjadi.
di depan mereka terlihat lima orang yang berdiri di tengah lapangan, salah satunya Ari dan Vira tahu siapa. cewek yang mengaku-ngaku pacar Ari, berdiri dengan kepala tertunduk. biasanya cewek itu akan mengangkat kepalanya tinggi-tinggi, menyombongkan dirinya tapi sekarang terlihat bagaimana cewek itu di permalukan keseluruhan murid HARNUS.
"Dia kan... "
Bibir Vira di tutup jari Ari dan cowok itu membawa Vira pergi, ingin segera pulang. Vira menurut saja karena selama ujian Vira memang numpang motor Ari, semenjak mobil Ari di bikin rusak. cowok itu jadi jarang membawa mobil lagi dan memilih naik motor yang katanya lebih praktis menghindari macet, ya walau macet nggak bisa di hindari setidaknya motornya masih bisa menyelip-nyelip kendaraan lainnya.
"Pakai. " Ari memberikan Helm ke Vira, tapi cewek itu masih diam seribu bahasa, dengan terpaksa Ari memakaikan Helm kepada Vira.
"Kita mau kemana? "
tidak mendapatkan jawaban dari Ari, Vira langsung duduk di boncengan belakang. motor Ari langsung keluar dari gerbang sekolah yang masih sepi, di dalam hati Vira bertanya-tanya kemana mereka akan pergi.
***
motor Ari berhenti di Stasiun kereta, cowok itu melepas helmnya. dan menatap Vira yang duduk di belakang bingung, tangan Ari dengan keras menutup kaca helm Vira membuat cewek itu terkejut.
"Malah bengong, cepet turun. " perintah Ari.
Vira mengikuti Ari yang berjalan mendahului nya, tak lupa menaruh helmnya ketempat seharusnya.
"Kita ngapain ke sini? " tanya Vira penuh tanda tanya.
__ADS_1
senyuman Ari membuat Vira bertambah bingung. "Apa lagi kalo nggak beli Tiket. " ucap Ari mengetuk kepala Vira pelan dengan ganci Beruang coklat nya.
cemberut sambil mengusap-usap kepalanya, "Emang lo mau kemana, sampai beli tiket kereta bukan tiket pesawat. " kata Vira.
"Gue mau ke Jogja. " jawab Ari.
"Jogja, kan deket ngapain naik kereta naik mobil atau motor sendiri kan bisa, Ri? "
Ari berbalik dan siap mengacak-acak rambut Vira tapi cowok itu memilih menyubit pipi Vira. "Lu tu bawel banget sih! " seru Ari.
"Aaauuwwh... "
"Terserah gue mau naik apa, lagian gue bareng Nenek ke Jogjanya. mau ketemu Ayah sama Bunda dan Ara. " jawab Ari.
mengusap-usap pipinya yang di cubit Ari, "Iya iya, gue kan cuma nanya. "
"pertanyaan lo kayak nanya sama teroris. " jawab Ari dengan senyum di wajahnya.
***
waktu berlalu dan Liburan panjang setelah ujian kenaikan kelas berjalan semestinya, Vira duduk di ayunan depan rumahnya mengapa langit yang berwarna jingga. kepala nya menolek ke belakang, setelah kejadian-kejadian yang lalu dan akhirnya mereka lewati dengan Ujian kenaikan kelas yang menguras tenaga.
"Enak ya bisa liburan. " gumam Vira dalam lamunannya, cewek itu mengayunkan kakinya menatap langit yang mulai gelap.
suara langkah kaki terdengar membuat Vira menoleh dan menemukan Mama berdiri menatapnya, "Dek, masuk. bentar lagi maghrib. " Kata Mama menyuruh Putri kesayangan masuk ke rumah.
Vira melompat dari duduknya dan berjalan ke teras rumah, menyambut sang Mama yang menantinya.
***
Selama liburan Ari bersenang-senang bersama keluarganya, jalan-jalan bersama sang Adik yang juga libur sekolah. menghabiskan waktu bersama adalah hal yang selalu Ari rindukan, cowok itu tengah duduk di dalam kamar dengan sebuat gitar klasik di pangkuannya. sekali-kali Ari menulis lirik lagu yang ia ciptakan ke atas kertas, suara pintu terbuka menyadarkan Ari ada sosok yang berkunjung di kamarnya.
"Mas, di tungguin Ayah sama yang lainnya di ruang makan. " kata Ara adik perempuan satu-satunya.
dengan senang hati Ari menaruh gitarnya dan melesat merangkul adik kesayangannya keluar dari kamar.
"Mas, dapat salam. " ucap Ara membuat Ari bingung.
__ADS_1
sebelah alisnya terangkat naik, "Salam, dari siapa? "
"Dari cewek bernama Mentari. " jawab Ara melepaskan rangkulan tangan Ari. "Aku cuma tahu namanya itu dari bet nama di seragamnya. " tambahnya.
Ari mengejar Adiknya, "Kalian ketemu dimana? " tanyanya.
"Di sekolahan, waktu Ara daftar ke sekolah Mas Ari dulu. "
Ari hanya mematung diam, udah lama cowok itu melupakan sosok yang baru saja Ara bahas. Mentari, adik kelas yang pernah hadir di kehidupan sekolah Ari dulu, sebelum cowok itu lulus sekolah. awalnya Ari dan Mentari sempat berkomunikasi tapi semenjak Ari memutuskan pindah, hubungan mereka pun kini tak ada kabar karena tiba-tiba lost contact sama sekali.
***
"Vira bangun! " teriak Mama di depan kamar, yang di panggil masih terlelap dalam tidurnya.
Bimo yang baru saja kembali dari Lari pagi menatap Mama yang teriak-teriak memanggil nama adik nya, "Pagi pagi udah teriak-teriak aja Ma. " tegur Bimo.
"iya, ini adik kamu nggak bangun-bangun. padahal hari ini masuk sekolah, " ujar Mama ingat akan hari libur Vira telah usai dan hari ini harus kembali ke sekolah.
senyuman di wajah Bimo membuat Mama merinding, "Biar Bimo aja Ma yang bangunin anak kerbau satu itu. " ucap Bimo.
tanpa pikir panjang Bang Bimo masuk ke dalam kamar Vira dan membuka semua jendela kamar adik kesayangan, "Vira, Vir," "Bangun, lo sekolah nggak? "
"Apaan sih, Bang. jangan gangguin Vira, lagian ini masih libur. "
"Libur gimana? temen-temen lo udah nungguin di bawah tuh! " seru Bang Bimo, langsung membuat Vira terjaga dari tidur nya.
"Serius lo, Bang! " seru Vira nggak kalah kerasnya.
"Seriuslah, Riva sampai bela-belain dateng buat bareng sama lo. " kata Bang Bimo tanpa di curigai.
tanpa mencerna ucapan Bang Bimo benar apa salah, Vira langsung lari ke kamar mandi. mandi bebek ala kadarnya, hanya butuh 15menit untuk Vira berpenampilan seperti biasanya, tanpa dandanan selayaknya anak remaja jaman sekarang. dengan tergesa-gesa Vira turun ke lantai bawa, tanpa memperdulikan teguran Mama yang menyuruh Vira sarapan.
"Vira sarapan dulu... "
di depan rumah terdengar suara menggelegar, Bang Bimo hanya senyum-senyum tak jelas.
"BANG BIMOOOO!!! "
__ADS_1
***