
kelas hampir sepi tersisa Ari dan Vira di dalam kelas, yang sedang melakukan piket membersihkan kelas, Ari dengan santai duduk di atas meja melihat Vira yang sedang menyapu sendirian.
"Mau gue bantuin? " tanya Ari.
"Nggak usah, mending lo pulang deh! " sahut Vira yang masih sibuk menyapu, cewek itu memilih menyapu sekarang dari pada harus datang pagi-pagi.
kepala Ari di miringkan, "Lo ngusir gue? " tanya Ari menatap Vira lekat-lekat.
"Siapa yang ngusir? " tanya Vira berdecak pinggang.
"Terus tadi? "
"Ah udahlah, kalo mau nungguin terserah. "
"Emang gue mau nungguin. " Jawab Ari enteng, cowok itu mengayunkan kakinya sambil bersiul menyanyikan lagu yang tidak asing di telinga Vira.
sebenarnya perasaan Ari tidak enak meninggalkan Vira sendirian, apa lagi cewek itu baru sembuh dari sakitnya.
Vira menepuk-nepuk rok abu-abunya yang terkena debu, "Gue mau ke Toilet dulu. " kata Vira ke Ari yang masih di posisinya.
cowok itu melompat dari duduknya, "Mau gue temenin?" tanya Ari.
mata Vira membulat "Apaan sih gue bisa sendiri tahu, lagian ngapain sih lo ikut gue ke toilet cewek mau ngintip ya? " sahut Vira.
"Astagfirullah, jangan suudzon. " kata Ari.
"Kalo gitu nggak usah. " ucap Vira melambaikan tangannya, keluar kelas.
Ari berjalan mengikuti Vira, tapi langkahnya langsung terhenti saat Vira menoleh dan melotot ke padanya.
"Gue tunggu lo di sini deh! " kata Ari menunjuk tempatnya berdiri, Vira hanya mengangguk dan berjalan masuk ke dalam Toilet. tanpa menyadari bahaya yang mengincarnya, dengan santai Vira masuk ke dalam salah satu bilik kamar mandi. suara langkah kaki bergerombolan masuk ke dalam setelah Vira masuk.
Ari yang di luar pun tak sadar jika ada segerombolan cewek-cewek yang mencurigakan, Ari malah asyik dengan game yang baru ia dapatkan dari Vino.
***
__ADS_1
"Aarrgghh! " teriak Vira memekik saat tubuhnya di dorong ke dinding toilet yang dingin, cewek itu mengeram ke sakitan.
"Apa-apaan ini? " tanya Vira menatap cewek yang pernah Vira temui di toilet tempo hari.
cewek itu tersenyum sinis, Vira mencoba melepaskan tangan cewek itu yang menekan bahunya.
"Sakit! "
"Gue nggak perduli, gue cuma mau peringatin sama lo jauhi Ari atau lo! " tunjuk cewek itu dengan Jarinya tempat di salah satu mata Vira.
"Atau gue apa!? " bentak Vira menantang.
"Lo bakal tahu akibatnya. " ucap cewek itu.
Vira tersenyum meremehkan, "Lo kira gue takut sama lo! " bentak Vira tak mau kalah.
"Lo... "
"Dan lagian lo siapa nya Ari sih?! " "Ceweknya!? gue kasih tahu ya ke elo, tipe cewek Ari itu bukan model cewek kayak lo! " semprot Vira.
Vira tertawa mengejek, "Gue lebih kenal Ari dari siapapun termasuk orang tuanya, dan gue juga lebih tahu kriteria cewek model apa yang Ari suka. "
ucapan Vira membuat cewek di depannya geram dan menekan bahu Vira lebih keras lagi.
"Aaaaarrrggh"
pintu kamar Toilet di dobrak dari dalam, wajah khawatir Ari terlihat oleh mereka semua, beberapa dari mereka mundur kecuali yang sedang menekan bahu Vira.
"Ari... " ucap cewek itu melonggarkan tekanan tangannya.
Ari melirik cewek itu dan melihat ke Vira yang ke sakitan. "Apa-apaan ini? " tanyanya.
"Ari aku bisa jelasin semuanya. " kata cewek itu.
mata Ari menyorot tajam, tangannya menyikirkan tangan yang membuat Vira kesakitan. cewek itu kaget, "Ari. "
__ADS_1
"Lo nggak apa-apa kan Vir? " tanya Ari.
Vira mengangguk, "Ari, ini semua salah cewek ini! " tunjuk cewek itu ke Vira yang terlihat kaget. "Dia yang mulai duluan mancing aku tadi. "
"Heh, jangan salah ngomong ya! " seru Vira membela diri. "Jelas-jelas lo yang datang dan dorong gue ke tembok tadi. " kata Vira.
"Nggak itu bohong, kamu bisa tanya temen-temen aku. "
"Elo yang bohong, percuma tanya temen lo pasti temen lo bakal belain lo, iya kan. " ucap Vira yang mulai emosi.
"Nggak, jangan percaya dia, Ri. " kata cewek itu mencoba menyentuh tangan Ari tapi di tepis.
salah satu temen cewek itu maju selangkah mendekati temannya, "Benar apa yang di katakan Nikki, Ri, cewek uler ini yang salah karena udah mancing emosi duluan. "
Vira menatap Ari, "Terserah kalo lo mau percaya sama mereka. " katanya, mencoba melepas rangkulan Ari.
"Lo tahu kan dari dulu sampai sekarang gue selalu percaya sama lo. " ujar Ari menatap Nikki masih dengan tatapan tajamnya.
"Ari kamu harus percaya sama aku, aku bener-bener nggak bohong. "
Ari menghela nafas, "Lo ya sekali di baikin malah ngelunjak, mau lo apa sih? " tanya Ari. Nikki ini berucap tapi di tahan oleh Ari. "Lo tahu gue nggak suka sama cewek model kayak lo, apa lagi lo udah ngelukai sahabat gue. "
"Ari aku salah, aku minta maaf. " "Tapi aku benar-benar suka sama kamu, aku nggak mau ada cewek lain yang deketin kamu selain aku. " kata Nikki.
Di samping Ari, Vira merasa jijik mendengar perkataan cewek di depannya. "Terimakasih tapi sorry, lo bukan tipe gue dan gue nggak suka sama cewek yang suka main kasar. " kata Ari berjalan membantu Vira keluar dari Toilet.
***
"Mending lo jauh-jauh deh sama tipe cewek kayak gitu. " kata Vira saat mereka sudah di dalam mobil.
Ari memasang sabuk pengaman untuk Vira, "Iya gue udah jauhin dia kok. " jawab Ari.
"Tapi tadi dia bilang... "
"Cuma sekedar basa-basi. " jawab Ari.
__ADS_1
***