
Di Jalan, Raun Gani yang di tinggal pergi oleh Karian.
Ia mencium baju yang tersentuh oleh tubuh Karian " Wanginya,, ?" tersenyum. " Baju ini jangan di cuci kalau bisa aku laminating saja ?" tersenyum.
Raun Gani ingin memajangkan bajunya yang bekas pelukan Karina.
Apartemen Karina Sasani.
Karina sedang bergembira setelah menemukan Cinta yang selama ini ia tunggu, bahkan ia Menjomblo selama 5 tahun.
Karina Sasani berjoget-joget di depan pintu Apartemennya.
Seorang wanita keluar dari kamar mandi, berjalan melewati Karian sambil mengeringkan rambutnya dengan handuk.
Wanita tersebut menoleh ke arah Karina. " Apa yang kamu lakukan ?" melongo.
Karina terhenti ia juga menoleh ke arah wanita tersebut. " Dania,, ?" tersenyum.
" Aku tahu,, bagaimana tampang lelakinya ?" Duduk di sofa.
Karina yang bersemangat untuk bercerita ia langsung duduk di samping Dania sahabatnya di Perusahaan Panca Wiguna.
Awal pertemuan Dania dan Karina.
__ADS_1
Di Perusahaan Panca Wiguna.
" Siapa dia ?" Ucap teman Karina, dia menuju ke arah Dania ( Pemagang di Perusahaan Panca Wiguna ).
Karina menoleh, ia melihat Dania yang berjalan ke arahnya bersama Leader di Bagian kerjanya.
" Silakan Dania,, sekarang Bagian Interior Design tempat kamu bekerja ?" mengarahkan ke tempat duduk di sebelah Karina. " Karina tolong bantu Dania ?" tersenyum.
Karina membungkuk " Baik,, Senior ?" tersenyum.
Dania berjalan mendekati Meja kerjanya. Ia melihat ke arah Karina lalu ia membungkuk memberi hormat " Mbak Karina mohon bimbingannya ?" Ucap Dania.
" Jangan panggil Mbak dong,, ?" mejebikan bibirnya. " Panggil saja,, Karina ?" Mengulurkan tangannya.
Setelah itu Karina dan Dania selalu bersama, bahkan mereka tinggal di Apartemen yang sama.
Dania selalu menemani Karina yang Jomblo meski dirinya juga Jomblo, tapi Dania selalu bersama sahabat dari kecil Yaitu Maeda Faul, mereka tumbuh bersama.
Kembali ke Cerita dimana Karina menceritakan Kencan Buta dengan Raun Gani.
" Dia,, sekantor dengan kita ?" Raut wajah melas.
" Siapa,, dimana bagiannya,, dan apa dia kata ?" Ucap Dania, memborong semua pertanyaan yang ia lontarkan kepada Karina.
__ADS_1
" Namanya Raun Gani,, tapi entah ia bekerja bagian apa ?" menatap Dania.
Dania terkejut " Apa,, kamu bodoh sekali ?" mengerutkan keningnya.
" Tapi terserah kamu,, ?" Dania berdiri, " Kalau aku tidak akan Pacaran,, karena menurut aku Pacaran hanya membuatku patah hati saja ?" Bercermin.
" Apalagi,, bertemu dengan Pria yang hanya tidur dengan kita ?" membalikan badannya melihat ke arah Karina. " Jangan sampai Harga diri kita jadi korban cinta ?" tersenyum.
Karina berdiri, ia mendekati Dania yang sedang bercermin. Karian merangkul pundak Dania dan berkata " Itu,, menurut kamu. Tapi lihat masa-masa Indah ?" terpotong.
" Hah,, indah. Bagaimana kalau buruk ?" nyolot. " Cinta bisa saja pudar hanya masalah sepele ?" mengalihkan pandangannya.
" Iya,, Iyah,, terserah kamu ?" Karian memeluk Dania.
" Kamu,, ( Membalikan badannya melihat ke Karina ). Bau sekali,, bau mu Asem !" menutupi hidungnya, Dania merasa jijik.
Karian mencium bau tubuhnya sendiri " ( Endus-endus ) Enggak,, enggak bau kok ?" mengarahkan ke Dania. " Nih,, ni ?".
" Kamu,, bau tahu ?" berteriak,Karina dan Dania saling kejar-kejaran.
" Wangi tahu,, ?" Karian tertawa terbahak-bahak, sedangkan Dania menjerit ketakutan kalau Karian berhasil menangkapnya.
" Sini kamu,, ?" Lanjut Karian.
__ADS_1
Karian pergi ke kamarnya mandi untuk mandi, karena ia belum mandi habis pulang kerja langsung pergi Kencan Buta.