
Pertemuan Rara dan Marvel membuat Panca cemburu melihatnya.
Marvel yang kembali ke mobilnya.
" Bukankah itu Tuan Muda Panca,, Taun Marvel ?" Ucap Assisten Marvel.
Marvel menoleh ke arah Rara dan Panca, " Hmp,, Panca ?" tersenyum.
Rara dan Panca juga masuk ke dalam mobil " Kamu marah,, ?" menyodorkan wajahnya Rara melihat Panca dengan jarak dekat.
" Kamu ngapain sih ?" Telunjuk tangan Panca menyentuh kening Rara dan mendorongnya.
Rara cemberut, ia tidak bisa membujuk Panca yang marah.
Sesampainya di Apartemen.
Panca berjalan lebih dulu dari Rara yang di belakangnya. Ia tidak melihat kebelakang sama sekali.
Beberapa saat kemudian, Panca dan Rara sudah mandi mereka bersantai di depan Tv, sambil asik sendirian dengan handphone masing-masing.
Rara Selfi, tapi ia memasukan Panca yang sedang asik main handphone.
Rara menguploadnya di sosial miliknya. ( Caption " Dia sedang marah,, aku bingung sekali " ) Rara melihat ke arah Panca.
( Ting,, tong ) Bel berbunyi.
Rara dan Panca menoleh ke arah pintu, Rara menatap Panca ia langsung berlari ke arah pintu dengan cepat.
" Aneh,, ?" Kembali mainkan Handphonenya.
" Sebentar ?" Rara membuka pintu.
__ADS_1
Kurir pengantar paket Rara.
( Kling,, ) Handphone Rara berbunyi, sehingga membuat Panca yang di sebelahnya penasaran.
Panca perlahan-lahan mendekati Handphone Rara, ia sesekali melihat ke arah pintu dimana Rara sedang menerima paket.
Panca membuka Handphone Rara, ia terkejut melihat wallpaper handphonenya.
" Dia menjadikan photo ku wallpaper nya ?" Gumamnya. Panca melihat akun sosial Rara " Dia ternyata sudah memiliki akun sosial ?" Panca terus meng-ngepoi akun Rara.
Dan dia baru saja meng-upload ( " Dia sedang marah,, aku bingung sekali ?" ) Panca tersenyum.
" Dia baru satu hari tapi hampir 100 postingan yang dia upload semuanya tentangku ?" Panca semakin penasaran.
Rara berjalan, ia melihat Panca sedang meng-ngepoi handphonenya. " Jangan ?" Berlari.
Panca yang terkejut, ia langsung menaruh kembali handphone Rara di meja. " Ah,, anu ?" Panca kebingungan.
" Bukan,, handphone kamu berbunyi itu saja ?" Panca mengelak.
( Mendesak Panca ). " Bohong,, ?" membentak.
Panca berdiri, Rara mengikutinya. Panca pun berlari menghindar dari Kejaran Rara.
" Mau kemana kamu ?" Ucapnya.
Panca dan Rara saling kejar-kejaran di dalam Apartemen.
" Ya,, aku tidak ngapain-ngapain ?" Berteriak, Panca terus menghindari amukan Rara.
( Klak,, ) Suara pintu terbuka dan tertutup.
__ADS_1
" Tap,, tap,, tap " Suara langkah kaki yang berjalan masuk.
Panca berlari ke arah Raun yang baru saja tiba.
Raun menjadi benteng antara Panca dan Rara.
" Sini kamu ?" Rara masih murka.
Raun yang kecapean, ia merasa kebisingan mendengar Keributan.
" Diam,,,, !" Berteriak.
Panca dan Rara terdiam, mereka menghentikan aktivitas kejar-kejarannya.
" Aku capek,, ?" menatap ke arah mereka. " Dan aku iri ?" merengek.
Raun berlali ke kamarnya, sambil menangis " Kalian jahat ?" ia berlari seperti perempuan tangan melenting.
Rara dan Panca saling menatap satu sama lain, mereka keheranan dengan Raun.
" Kenapa dengan dia ?" menatap ke arah Panca.
Panca menatap balik Rara. " hehehe " cengengesan, Panca menggaruk-garuk kepalanya.
" Panca,,, ?" Berteriak.
Apartemen bergoyang-goyang karena teriakan Rara yang menggelegar.
Raun semakin kesal ia membalas teriakan Rara. " Argh,, Brengsek ?" Teriakan Raun lebih menggelegar dari Rara, lampu seisi kota mati karena teriakan Raun ( Ilustrasi ).
Di jalanan luar Apartemen.
__ADS_1
" Woi,, siapa yang matikan lampunya ?" Ucap Seorang Pria.