
Panca mengantarkan Dewi Rara Panas pulang ke rumah, karena ia akan menemui Kliennya.
Di perjalanan.
" Panca,, lihat ?" menunjukan ke sebrang jalan, sebuah festival.
" Oh,, festival ?" Panca dan Dewi Rara Panas menoleh ke arah sebrang.
" Ingin ke sana ?" Dewi Rara Panas merengek seperti anak kecil yang tidak di belikan permen.
" Baik,, ?" Mereka mampir ke Festival dulu.
Dewi Rara Panas berlarian masuk ke gerbang masuk ke Festival.
" Dua tiket,, ?" memesan.
Panca dan Dewi Rara Panas masuk ke festival.
Dewi Rara Panas kagum ia melihat banyak makanan, permainan dan wahana.
Panca menarik tangan Dewi Rara Panas mengajaknya berduel main Basket.
Panca mencontohkan lebih dulu ke Dewi Rara Panas.
" Gampang,, aku pasti bisa ?" Mereka mulai berduel.
Panca memasukan bola basket dengan cepat dan lihai sehingga Nilainya unggul dari Dewi Rara Panas.
Dewi Rara Panas menyusul poin Panca Wiguna dengan cepat, " Bleeee,, " Dewi Rara Panas menjulurkan lidahnya ke Panca Wiguna.
__ADS_1
" Kita lihat saja ?" Pertarungan pun semakin sengit.
" Hore,, aku menang Panca kalah ?" Dewi Rara Panas berjoget-joget.
Dewi Rara Panas di beri hadiah ia mengambil sebuah kalung berliontin Dua burung merpati yang menempel dan dapat di pisahkan karena ada magnetnya.
" Sini aku pakaikan ?" Panca memakaikan kalung ke leher Dewi Rara Panas.
" Bagus,, dan ini buat Panca ?" Memberikan kalung yang satunya lagi.
Panca memakaikan sendiri, jadi mereka mengenakan kalung Couple. Mereka saling melempar senyuman.
" Itu apa ? Dewi menunjukkan ke permen gulali.
" Kamu mau,, ?" menatap Dewi Rara Panas.
Dewi Rara Panas menjilati permen gulali dengan senangnya " Kamu mau ?" memberikan.
Panca menolak karena iya jijik bekas jilatan lidah Dewi Rara Panas. " Buat kamu saja ?" menjauhkan.
" Benarkah,, kamu bodoh ?" Mengajurkan bibir bawah ke depan menunjukkan bahwa ia merasa tidak senang.
Dewi Rara Panas mengajak Panca ke wahana menegangkan.
" Aku ingin naik itu,, naik itu ?" bergembira.
Panca Wiguna dan Dewi Rara Panas naik bianglala, mereka duduk berdampingan.
Bianglala mulai di gerakan, perlahan-lahan Dewi Rara Panas dan Panca masih santai menikmatinya. Lama-kelamaan Bianglala mulai bergerak cepat.
__ADS_1
" Uah,,, !" Panca berteriak, membuat semua orang yang naik menertawakannya karena ia berteriak sangat keras meski kecepatannya Masi sedang.
" Hahaha " Dewi Rara Panas menertawakan Panca , namun semakin lama ia merasa takut Bianglala semakin cepat dan cepat.
" Ah,,, !" Rambut Dewi Rara Panas dan Panca tertebak angin.
Di tempat sepi, Panca muntah-muntah. Dewi Rara Panas membantunya ia memijat pundak Panca Wiguna.
Dewi Rara Panas melihat wahan yang sangat bagus dan indah, seperti di negeri dongeng.
" Kita ke sana ?" menyeret Panca yang masih mabuk Bianglala.
Raut wajah melas, Panca terseret ke tempat tersebut.
Mereka menaiki perahu yang berisikan 2 orang saja. Mereka mulai memasuki wahana.
Memang tempatnya seperti negari dongeng, dan buat orang yang sedang pacaran. Mereka memasuki area Cinta sejati.
( bertuliskan ) Siapa yang berciuman di area tersebut akan menjadi pasangan sejati.
Dewi Rara Panas berdiri, ia ingin mengambil boneka di wahan tersebut.
" Kamu mau ngapain,, itu di larang. Cepat turun ?" Panca memegangi tangan Dewi Rara Panas.
Kapal menjadi oleng, terus memiring Panca mulai panik, Dewi Rara Panas tertarik
" Ah,, !" Dewi Rara Panas terjatuh.
Mereka berciuman di Area tersebut bahkan kalung Couple mereka menempel ( bersatu ).
__ADS_1