
Rara Panas dan Panca Wiguna.
Panca Wiguna yang terkenal akan kesopanannya kepada Orang yang lebih tinggi dan lebih tua darinya. Meski demikian ia sebenarnya sangat Cuek kepada Wanita.
Panca Wiguna sudah di jodohkan sejak kecil dengan Jian Batari anak Keluarga terpandang, akan tetapi Jian Batari menolak di jodohkan karena menurut dia Panca Wiguna belum mengerti apa-apa dan belum terjamin masa depannya kala itu mereka masih kecil.
Panca Wiguna sekarang lebih sukses, namun Jian Batari masih belum menerima perjodohan mereka.
Marvel Luis seorang Pemuda yang jatuh cinta pada pandangan pertama yaitu Dewi Rara Panas, pertemuan mereka yang tak di sengaja, namun Marvel berpikiran kalau itu Takdir. Dia juga yang akan menjadi saingannya Panca Wiguna dalam mendapatkan Cinta Dewi Rara Panas.
Dan dalam Cerita ini tidak hanya menceritakan Dewi Rara Panas dan Panca Wiguna saja.
2 Pasangan kekasih yang turut membuat cerita ini menjadi menarik.
__ADS_1
Karina Sasani dan Raun Gani. Sejoli yang di pertemukan di sebuah Kencan Buta yang di adakan oleh-oleh teman-temannya karena Karina Sasani dan Raun Gani yang selalu menjomblo jadi teman-temannya men-comblangkan mereka.
Dania Valina dan Maeda Faul. Sahabat dari SMA, Maeda Faul yang dikenal akan ke Playboy nya harus sering kena tampar setiap wanita yang ia duakan, Maeda Faul sebenarnya ia memendam rasa cinta kepada Dania Valina sahabatnya jadi karena itu juga dia menjadi Playboy sehingga ia berpikiran bagaimana membuat Dania jatuh cinta kepadanya. Sedangkan Dania yang masih polos belum pernah Jatuh cinta ia hanya menganggap Maeda sebagai Sahabatnya saja.
Cinta Dewi Rara Panas.
Dalam cerita ini menjelaskan tentang Piguran ( Wayang Golek ) yaitu Dewi Rara Panas.
Panca Wiguna adalah Seorang Pemuda yang sukses di Kotanya bahkan ia sangat di se-gani oleh Para Tokoh ( Pengusaha Lainnya ). Karena dirinya yang masih muda sudah menjadi pengusaha sukses.
Panca Wiguna pergi ke Rumah Kakeknya Jaya Wiguna, yang sedang sakit-sakitan. Panca Wiguna dipaksa untuk Menyimpan Semua Wayang Golek Kakeknya, termasuk Wayang Golek Dewi Rara Panas.
Panca Wiguna meraih tangan Kakek, ia memeganginya.
" Bisakah,, kamu menyimpan Semua Wayang Golek Kakek ?" Lanjutnya.
Panca Wiguna di antar oleh Pelayan Kakeknya pergi ke Ruangan di mana Wayang Golek Kakeknya di simpan.
" Silakan Tuan ?" mengarahkan.
__ADS_1
" Mmm,, !" Panca Wiguna mengangguk-anggukan kepalanya, dia masuk ke dalam dan melihat-lihat koleksi Wayang Golek Kakeknya.
Panca Wiguna terlihat seperti tertarik dengan Wayang Golek Dewi Rara Panas, ia menyentuh pipi Wayang Golek Dewi Rara Panas, Panca Wiguna seperti Terpesona.
Setelah selesai ia kembali ke kamar Kakeknya.
" Kakek,, aku sudah membawa semua Wayang Golek Kakek ?" Panca Wiguna duduk di samping Kakeknya sambil menggendong Wayang Golek Dewi Rara Panas.
" Dewi Rara Panas ?" Ujar Kakek Jaya Wiguna.
Panca Wiguna membalikan wayang golek ke hadapannya.
Beberapa jam kemudian, Panca Wiguna pergi meninggalkan rumah sang Kakek dan ia kembali ke Kota ia tinggal.
Perjalan yang jauh, Panca Wiguna sesampainya di Apartemennya, ia sangat kelelahan meski demikian ia terus membawa Wayang Golek Dewi Rara Panas.
Panca Wiguna menaruh wayang golek Dewi Rara Panas di ranjangnya, sedangkan ia pergi ke kamar mandi.
Cahaya Bulan Purnama masuk ke dalam Kamar Panca Wiguna dan menyinari Tubuh Wayang Golek Dewi Rara Panas.
__ADS_1