Cinta Dewi Rara Panas

Cinta Dewi Rara Panas
Episode 4 Kebangkitan Sang Dewi Rara Panas prat 2


__ADS_3

Di malam yang begitu berbeda dengan malam biasanya, karena sudah terjadi entah mukjizat atau keajaiban Seorang Dewi dari masa lampau di bangkitkan kembali.


Setelah keributan yang mereka alami, Dewi Rara Panas duduk berhadapan dengan Panca Wiguna.


" Siapa kamu ?" menatap dengan tatapan tajam.


Dewi Rara Panas hanya menundukkan kepalanya, karena ia tidak memahami perkataan Panca Wiguna.


" Apa kamu tuna wicara ?" Panca Wiguna menggunakan bahasa isyarat tubuh.


Dewi Rara Panas masih belum memahaminya, ia malah menatap Panca Wiguna.


" Kayaknya,, aku bicara dengan orang gila ?" bergumam dalam hatinya.


Beberapa jam kemudian.


" Kring,, kring,, kring " Panggilan masuk dari Kantor.


" Hah,, hah " Dewi Rara Panas terkejut mendengar nada dering telepon Panca Wiguna.


" Hah,, hahaha !" Panca Wiguna menertawakan Dewi Rara Panas yang terkejut. " Kamu bisa terkejut juga,, Hahaha ?" terbahak-bahak.


Dewi Rara Panas dengan sigap ia menendang wajah sebelah kirinya Panca Wiguna " Buk,, ".


Panca Wiguna lagi-lagi terkena hantaman, kini matanya memar. Ia mengofres wajahnya dengan es batu.

__ADS_1


Panca Wiguna meraih telponnya, ia menelpon balik ke kantor. " Halo,, aku di rumah sebentar lagi sampai ?" nada tinggi.


" Kamu sudah gila,, Jam segini masih di rumah ?" Ucap Raun Gani di kantor. " Cepat,, Klien kita bisa membatalkan Kontraknya ?" membentak Panca Wiguna.


" Aku berangkat,, ?" Panca Wiguna membalas membentak Raun Gani.


Panca Wiguna bercermin, ia melihat wajahnya yang membiru ( memar ). Ia membalikan badannya melihat ke arah Dewi Rara Panas.


" Kamu diam di sini saja, jangan ke-mana-mana ?" nada lemah naum tegas.


Dewi Rara Panas mengangguk-anggukan kepalanya, ia menuruti perintah Panca Wiguna.


" Bagus,, !" Dingin. " Aku akan mengawasi mu ?" tangan membentuk V menunjuk ke mata Dewi Rara Panas lalu matanya sendiri. " Auu,, !" Panca Wiguna tak sengaja malah mencolok matanya sendiri saat ia menakut-nakuti Dewi Rara Panas.


Panca Wiguna meninggalkan Dewi Rara Panas di Apartemennya sendirian.


Beberapa jam kemudian.


Panca Wiguna Samapi di kantornya. " Di mana Raun Gani ?" Maenanyakan ke resepsionis.


" Dia di loby,, Tuan Panca Wiguna ?" mengarahkan.


" Terimakasih,, ?" Panca Wiguna menemui Raun Gani yang sedang berbincang dengan Kliennya.


" Tap,, tap,, tap " Berjalan terburu-buru.

__ADS_1


Panca Wiguna berdiri, ia memberi hormat kepada Kliennya dan meminta maaf atas keterlambatannya " Maaf,, membuat Tuan Josh menunggu ?" mengulurkan tangannya.


Josh meraih tangan Panca Wiguna, mereka berjabat tangan.


" Silakan duduk ?" mengarahkan ke Josh untuk duduk kembali.


Panca Wiguna mengeluarkan Laptopnya, " ini adalah semua rancangan kami untuk membantu Perusahaan Anda lebih maju ?" menunjukan.


" Kamu dari mana saja,, membuat Copot jantungku saja ?" Raun Gani mengomeli Panca Wiguna yang tidak kompeten dalam kerjanya.


" Iyah aku tahu,, bisakah kamu berhenti memarahiku ?" Suara pelan, Panca Wiguna memelototi Raun Gani.


" Baik,, baik !" Raun Gani ketakutan.


Setelah meeting dengan Klien, Raun Gani dan Panca Wiguna pergi ke restoran bintang 9.


Raun Gani makan dengan lahap, di hadapan Panca Wiguna. " Pelan-pelan,, nanti tersedak baru tahu rasa ?" menatap Raun Gani.


" Tenang saja,,aku adalah Raun Gani ?" menyombongkan dirinya. " Uhuk,, Uhuk,, " Raun Gani tersedak.


" Hahaha,, sudah aku bilang ?" Panca Wiguna berdiri, ia berjalan ke belakang punggung Raun Gani.


" Buk,, " Panca Wiguna memukul punggung Raun Gani dengan kerasnya.


" Puhh,, " Raun Gani mengeluarkan makan yang menyumbatnya.

__ADS_1


Panca Wiguna duduk kembali.


" Kamu,, jangan memukul keras-keras. Nanti cacing di perutku keluar semua tahu ?" membentak.


__ADS_2