
Sebelum Kontrak Perjanjian.
" Raun.. Kamu sudah menemukan orang yang akan menjadi model Busana kita ?" Tanya Panca.
Panca dan Raun sedang di ruangan yang sama.
Raun berdiri, ia berjalan mendekati Panca yang sedang duduk di meja kerjanya.
" Aku sudah menemukan beberapa yang cocok ?" Memperlihatkan.
Raun menunjukkan beberapa Model Pria maupun Wanita di handphonenya.
" Kamu saja yang pilih ?" Panca berdiri.
Raun tercengang melihat sikap Panca yang membuatnya pusing tujuh keliling.
" Hei.. Panca ?" berteriak. " Aish.. Sial?" Kesal.
Panca pergi keluar meninggalkan Raun sendirian di ruangan kerjanya.
Raun pun langsung mencoba menghubungi Manager para Model.
( Percobaan pertama ).
" Halo.. Selamat siang ?" Tertutup.
( Kedua ). " Halo.. Aku Raun Gani Assisten Panca Wiguna.. Jadwalnya sibuk.. Terimakasih ?" tertutup.
Sudah beberapa kali ia menghubungi satu-persatu Model. Namun semuanya sibuk jadwal mereka sangat padat.
Raun Gani duduk di Loby, ia sedang merenungkan dirinya.
" Siapa lagi ?" Berpikir. " Aku tahu.. ?" Mesem.
Setelah itu.
__ADS_1
Marvel yang sedang Pemotretan beberapa Busana, ia melihat ke arah Rara berdiri.
" Ketemu lagi ?" Marvel berjalan.
" Kamu mau kemana ?" Tanya Kameraman.
Marvel terus berjalan, ia menghiraukan ucapan Kameraman, ia hanya terfokus ke arah Rara.
" Dia menghampiri kita ?" Ucap Dania.
Dania dan Rara sedang berdiri berdekatan, Dania menjadi salah tingkah melihat Marvel yang terus berjalan mendekati mereka.
" Entahlah... ?" Raut wajah
datar Rara nampak acuh.
" Hai.. ?" Marvel menyapa Rara.
Dania tercengang melihat Rara kenal dengan Marvel Aktor/model yang sangat terkenal apalagi ia juga dekat dengan Panca Wiguna pemimpin perusahaannya.
" Rara ini siapa.. Mengapa dia kenal dengan orang-orang macam mereka ?" Gumamnya.
" Ikut aku ?" Ucap Marvel.
Marvel meraih tangan Rara, ia membawanya pergi ke atas tempat Pemotretan.
" Siapa dia ?" Ucap Manager Qi nya.
" Dia ?" Menoleh ke arah Rara.
Marvel tersenyum, Rara yang tidak mengerti apa-apa, ia hanya menatap Marvel.
" Dia yang akan menjadi model wanitanya.. dan kalau ada masalah biar aku yang akan bertanggung jawab ?" Menatap Rara dengan penuh cinta.
Manager Qi sangat terkejut dengan pernyataan Marvel, ia menjadikan Rara model.
__ADS_1
" Tapi dia bukan siapa-siapa.. ?" Sahut Manager Qi.
" Kalau kamu tidak setuju.. Biar aku yang akan mencari Assisten baru.. Bagaimana ?" Menatap Manager Qi.
Manager Qi langsung tunduk setelah mendengar bahwa ia akan di gantikan kalau menolak Perintah Marvel.
" Hei kamu.. Sini ?" Memanggil Staf Make up.
" Iyah ?" Berdiri di hadapan mereka.
" Eu.. ?" menatap Rara dengan ragu. " Bawa dia dan ganti rias wajahnya ?" Menyuruh.
" Baik ?" membungkuk. " Mari ?" mengarahkan.
Rara mengikuti Staf make Up ke ruangan Tata rias.
Rara pun langsung mulai di rias wajahnya, terlihat di cermin ia sedang di tambah lipstik, dan di tambah beberapa polesan bedak di wajahnya.
Rara pun berganti busana, ia mengenakan busana yang serasi dengan Marvel.
Ia mengenakan sepatu hak putih, namun wajahnya masih belum terlihat.
" Dimana gadis itu.. ?" Tanya Manager Qi.
" Dia.. ?" terheran-heran.
Marvel, beserta Manager dan Para-staf terpesona dengan kecantikan Rara, mata mereka tidak berkedip sama sekali.
Marvel tersenyum melihat Rara.
Rara berjalan menghampiri mereka.
" Mengapa... Apa aku terlihat sangat aneh ?" Tanya Rara ke semua orang.
Marvel berjalan mendekati Rara, ia menatap wajah Rara yang Cantik.
__ADS_1
" Kita mulai pemotretan nya ?" Sahut Marvel.
Pemotretan di mulai, di karenakan model wanitanya tidak datang dan di Gantikan oleh Rara.