Cinta Dewi Rara Panas

Cinta Dewi Rara Panas
Pahlawan super


__ADS_3

Rara yang terus membuntuti Panca yang sedang jalan bersama Jian.


Rara yang mengenakan kostum badut karakter kucing, ia selalu berusaha mendekati Panca dan Jian.


Panca dan Jian sedang mengambil potret mereka berdua, akan tetapi Rara malah sengaja berdiri di belakang mereka sambil membelakanginya.


Panca merasa terganggu dengan badut " Maaf.. bisakah kamu menjauh sedikit ?" Panca berusaha mengusir badut.


Rara pun berjalan menjauh sebentar, Panca dan Jian pun kembali berphoto, lagi-lagi Rara menghalangi mereka namun sekarang bukan di belakang namun di depan mereka.


" Permisi.. Anda ada masalah apa dengan saya ?" Panca mulai emosi.


Jian menahannya dan menyuruh Panca untuk menghindari badut tersebut.


Panca dan Jian pun menghindar, Rara sempat kehilangan mereka ia mencarinya.


" Aneh.. kenapa badut itu terus mengikuti kita ?" Ucap Panca.


Jian menoleh, ia menggeleng-gelengkan kepalanya melihat ke arah Panca. Dan mereka yang balik mengawasi Rara.


Panca menyuruh segerombolan anak untuk mengalihkan pandangan Rara dan sementara itu Panca dan Jian kabur.


Setelah itu Rara di kejar-kejar oleh segerombolan anak tersebut sampai ia kelelahan. Rara yang lelah ia kembali ke tempat menyewa kostum.


Rara duduk di anak tangga dan melepaskan kepalanya, ia sangat kegerahan dan kehausan.

__ADS_1


Seorang Pria menghampirinya dan memberikannya minuman.


Saat Rara hendak meraih minuman tersebut. Seorang wanita memanggilnya.


" Panca ?" Ucap Jian yang berdiri melihat mereka berdua.


Rara terkejut, ia langsung mengenakan kembali kostum kepalanya dan berlari menjauh.


Saat Rara berlari kaki kirinya malah menyenggol kaki kanannya sehingga ia terjatuh.


Rara tengkurap di taman.


Jian dan Panca terkejut melihat badut tersebut tersungkur.


Panca hendak membantunya namun Rara sudah bangkit kembali dan berlari.


( Rara sudah membuka kostum badutnya ) Ia sedang berada di jalan untuk pulang. Lutut Rara terluka akibat terjatuh tadi.


" Jian dan Panca.. Sungguh mencurigakan ?" Gumamnya, Rara terus mengoceh tentang hubungan Antara Panca dan Jian.


Langkah Rara terhenti, ia mendengar suara teriakan minta tolong dari kejauhan.


Rara pun mencari sumber suara tersebut, dan ia melihat seorang wanita sedang merebutkan tas dengan seorang pria.


" Tolong.. Lepaskan ini tasku ?" Wanita tersebut saling tarik-menarik tas dengan penjambret.

__ADS_1


" Berikan atau aku akan memukul mu ?" Ucap si jambret masih berusaha mengambil tas wanita tersebut.


" Hei.. ?" Rara meneriaki Jambret tersebut.


Jambret menoleh begitu pula wanita.


Rara berlari ke arahnya, ia memakai bangku jalanan sebagai pijakan kakinya, tubuh Rara pun melayang mendekati jambret tersebut dan lutut Rara mengambil ancang-ancang.


Jambret tersebut terkejut melihat Rara, yang terbang ke arahnya.


Lutut Rara yang terluka menghantam keras dagu jambret dan membuatnya terpental ke belakang.


Jambret pun di buat terkapar di jalan oleh hantaman Rara.


Rara berjalan menghampiri si jambret yang pingsan, ia mengambil tas wanita tersebut dan memberikannya " Ini tas Anda ?" mengulurkan.


" Terimakasih.. ?" Wanita tersebut tersenyum lebar, Ia langsung berterima kasih kepada Rara.


Rara pun dengan bangga tersenyum dan berkata " Aku baik-baik saja.. Karena aku Wonder women ?" Menunjukkan posenya.


" Tidak peduli kamu apa.. Sekali lagi aku berterima kasih ?" Wanita tersebut menyentuh tangan Rara.


Wanita tersebut terus membungkuk berterima kasih.


Polisi pun datang dan membawa jambret ke kantor polisi untuk di tindak pidana.

__ADS_1


Semua orang menonton penangkapan jambret tersebut.


Rara terus di kerumun oleh masyarakat, karena aksinya yang seperti pahlawan super.


__ADS_2