Cinta Dewi Rara Panas

Cinta Dewi Rara Panas
Cinta atau Sahabat


__ADS_3

Di Perusahaan Panca.


Dania yang tertinggal sendirian, Karina pulang lebih awal karena ia sedang tidak enak badan.


Dania berjalan keluar Gedung, ia berdiri melihat gelapnya malam hari, yang di penuhi kebisingan kendaraan, dan orang-orang yang keluar untuk mencari makan, bermain dan seperti dirinya yang baru pulang kerja.


Dania berbalik badan, ia melangkah dan saat mengangkat wajahnya ia melihat Lehan ada di hadapannya.


" Hai... Dania ?" Sapa Lehan.


Dani yang merasa terkejut.


" Lehan.. Sejak kapan kamu di sini ?" Tanya Dania.


" Sudah satu jam aku menunggu kamu ?" Jawab Lehan.


" Apa.. kenapa tidak meneleponku dulu ?" Sahut Dania.


" Aku takut kamu akan menolaknya ?" menyeringai. " Aku akan mengantar kamu pulang ?" Usulnya.


" Ah.. ?" Tiba-tiba terpotong.


" Dania... ?" Berteriak.


Dania dan Lehan menoleh ke arah sumber suara, Dania sangat terkejut ia melihat Maeda yang berjalan menghampirinya.


" Tidak.. kamu akan pulang bersamaku ?" Meraih tangan Dania.


" Tak.. " Dania menepisnya.


" Kata siapa.. aku akan pulang bersamamu ?" Nada tegas. " Lehan.. Ayo kita pulang ?" Dania meraih tangan Lehan.


" Dania tunggu ?" Ucap Maeda.

__ADS_1


Maeda menghentikan langkah Dania dan Lehan.


" Maeda hentikan.. kamu tidak bisa menghalangiku bertemu, pergi sama orang lain ?" Sahutnya. " Lagian.. kita hanya teman tidak lebih ?" Ucap Dania.


Dania masuk ke dalam mobi Lehan, dan di susul Lehan yang juga masuk kedalam mobilnya.


Maeda terus memandangi mereka, Dania yang duduk di depan ia tidak menoleh sedikitpun kepada Maeda.


Mereka pun pergi meninggalkan Maeda sendirian di depan Gedung Perusahaan Panca.


Di dalam mobil.


Dania mengepalkan tangannya, ia merasa sedih dan bersalah sudah mengabaikan Maeda.


Lehan menoleh, ia melihat Dania yang hanya terdiam selama perjalanan pulang.


Sesampainya di bawah Gedung Apartemen Dania.


" Terimakasih sudah mengantarkan aku pulang ?" Dania menundukkan kepalanya.


Dania pun menoleh ke arahnya, Lehan bergegas turun dari mobil ia berjalan mendekati Dania.


" Maaf ?" Lehan memeluk Dania.


Dania tertegun, ia ingin melepaskan namun kebaikan Lehan meluluhkan nya.


" Aku tidak akan membiarkan kamu bersedih.. Aku berjanji ?" Ucap Lehan. " Aku jatuh cinta kepadamu sejak pandangan pertama, mungkin terlihat bodoh karena kita baru bertemu dan baru mengenal. Dan maka itu aku ingin mengenalmu lebih dari ini?" Menyeringai, Lehan menatap Dania.


" Tapi.. ?" terpotong.


" Kamu tidak perlu menjawabnya sekarang.. tidak perlu terburu-buru, kamu menjawabnya jika kamu benar-benar sudah memikirkannya. Iyah ?" tersenyum.


Lehan mendekat, ia memegang pundak Dania, ia memegangnya dengan erat, Lehan perlahan-lahan memberanikan dirinya mencium bibir Dania.

__ADS_1


Di Sebrang jalan.


Maeda melihat Dania dan Lehan berciuman, hatinya sangat terluka melihat mereka, ia bahkan tidak sanggup untuk berdiri lagi.


Di Klub malam.


Maeda sedang duduk sendirian, ia meminum alkohol.


" Hai.. Sayang boleh aku temani ?" Ucap salah satu pelayan.


" Pergi ?" berteriak.


Maeda mendorong pelayan tersebut.


" Cih.. ?" Tatapan sinis.


Pelayan itu pergi meninggalkan Maeda, ia mencari mangsa yang baru.


Di perjalanan, Dania yang baru saja pulang, ia harus pergi lagi.


Dania pergi ke sebuah Klub malam, ia celingak-celinguk mencari Maeda.


" Dimana dia... Menyusahkan saja ?" Gumamnya.


Tiba-tiba langkah kaki Dania terhenti, ia melihat Maeda dan Dara.


" Maeda.. kenapa kamu seperti ini ?" Tanta Dara.


Dara mencoba menghentikan Maeda yang sedang mabuk.


" Dania.. itu kamu ?" Menatap Dara.


" Iyah.. ini aku ?" Tersenyum.

__ADS_1


Maeda memeluk Dara, yang ia sangka Dania.


__ADS_2