Cinta Dewi Rara Panas

Cinta Dewi Rara Panas
Telur dadar


__ADS_3

Panca Wiguna tidur di ruang tamu, karena Dewi Rara Panas tidur di kamarnya.


Di kamar Panca Wiguna, Dewi Rara Panas tidur dengan nyenyak, akan tetapi sudah 2 hari ia masih mengenakan pakaian yang sama.


" Kruyuk,, kruyuk " Gema suara perut Dewi Rara Panas.


Dewi Rara Panas pun terbangun dari tidurnya, ia memegang dan mengelus-elus perutnya yang lapar.


Dewi Rara Panas bangun, ia berjalan keluar dari kamar menuju dapur, " Tap,, tap,, tap " melangkah.


" Kruyuk,, kruyuk,, " Perutnya terus berbunyi.


Dewi Rara Panas membuka lemari es,ia melihat makanan kemasan namun ia bingung cara memakannya.


Ia melihat ke ruang tamu, dimana Panca Wiguna tidur.


Ia menghampiri Panca Wiguna, ia berdiri di hadapannya, Dewi Rara Panas berpikir bagaimana cara membangunnya. Ia terpikirkan saat menonton Drama bagaimana membangun seseorang, Dewi Rara Panas pun tersenyum.


Dewi Rara Panas membungkukkan badannya " Hey,,,bangun ?" berteriak keras ke telinga Panca Wiguna.


Dan pada akhirnya Panca Wiguna pun terbangun, ia juga ikut berteriak " Ahhh,,, !" bangun, ia mengeluarkan jurus Ular Piton, " Siapa di sana ?" melihat ke arah Dewi Rara Panas yang berdiri di hadapannya.

__ADS_1


Dewi Rara Panas memandangnya dengan tatapan polos di wajahnya.


" Mau apa,, tengah malam mengganggu tidurku ?" mengosok-gosok matanya.


" Dewi Rara Panas,, Kruyuk,, kruyuk ?" Memukul-mukul perutnya sendiri.


" Kruyuk,, kruyuk,, Apa maksudnya ?" Panca Wiguna bergumam.


" Kruyuk,, kruyuk,, " Perut Panca Wiguna berbunyi lagi, perutnya semakin keroncongan.


" Kamu lapar toh,, kirain kamu tidak butuh makan ?" lirih.


Panca Wiguna bangun, ia berjalan pergi ke dapur dan ikuti Dewi Rara Panas untuk membuat makan untuk Dewi Rara Panas.


Dewi Rara Panas menoleh ke arah yang Panca Wiguna tunjukkan. Akan tetapi dia tidak memahaminya.


Panca Wiguna menggelengkan kepalanya ia baru bertemu dengan orang yang super-duper kampungan.


Panca Wiguna meraih tangan Dewi Rara Panas dan membawanya ke meja makan. " Kamu duduk di sini ?" mendudukkan Dewi Rara Panas.


" Duduk yang baik Ya ?" Panca Wiguna tersenyum, Dewi Rara Panas juga ikut tersenyum " Hehehe " menatap Panca Wiguna.

__ADS_1


Panca Wiguna mulai masak, ia membuat telur dadar, karena ia sendiri tidak bisa makan setiap harinya ia Driver atau pergi ke restoran.


" Ini dia ?" menaruhnya di hadapan Dewi Rara Panas.


Dewi Rara Panas mencium wangi telurnya, ia menghentakkan kakinya karena bahagia ia sangat kegirangan.


Dewi Rara Panas makan telurnya yang masih panas bahkan uapnya masih ada.


" Awas masih panas ?" mencoba menghentikan namun terlambat.


" Puih,,, " Dewi Rara Panas memuntahkan lagi telurnya, lidahnya terbakar.


" Ah,, " menjulurkan lidahnya yang kepanasan.


" Hahaha,,, " Panca Wiguna menertawakan Dewi Rara Panas. " Sini aku tunjukkan,, ?" Panca Wiguna meniupkan telurnya untuk Dewi Rara Panas.


Dewi melihat bibir Panca Wiguna yang meniupkan telurnya, ia seperti sedang mengamati untuk menirukannya.


" Auumm,,, " Dewi Rara Panas makan, suapan pertama matanya langsung melotot menatap Panca Wiguna. Ia tersenyum lebar, Dewi Rara Panas terus memakan telurnya sampai habis tak bersisa.


Panca Wiguna tercengang melihat nya " Hmp,," tersenyum.

__ADS_1


" Plukk,, plukk " memukul-mukul perutnya, sekarang ia merasa kenyang meski hanya memakan telur dadar terlihat dari matanya yang melek dan senyumannya yang manis.


" Deg,, deg,, deg " Denyut jantung Panca Wiguna yang terpikat oleh senyuman Dewi Rara Panas yang manis.


__ADS_2