Cinta Dewi Rara Panas

Cinta Dewi Rara Panas
Kencan Buta prat 2


__ADS_3

Di restoran.


Mereka berbincang-bincang.


" Karina Sasani,, pernah punya pacar tapi miris sekali ?" Ucap teman Karina yang duduk di sebelahnya.


Semua orang mendengarkan termasuk Raun Gani.


" Cintanya di jadikan taruhan, karena wajahnya yang cantik?" tertawa.


Teman-temannya menertawakan Karina, akan tetapi Raun Gani malah jadi murung setelah mendengarkan kisah percintaan Karina.


" Itu tidak lucu,, ?" Ucap Raun Gani, dengan tatapan tajam melihat ke teman Karina.


Mereka menoleh ke arah Raun Gani yang merusak suasana di sana.


" Kamu kenapa,, ?" Ucap teman Karina, ia tersenyum sinis kepada Raun Gani yang tidak bisa di ajak bercanda.


Karina melihat Raun Gani, hatinya tersanjung dengan yang membela nya di depan teman-temannya.


" Tapi,, Raun Gani juga sama dia selalu di manfaatkan oleh Para wanita. Jadi dia trauma untuk berpacaran dan pada akhirnya ia selalu menjomblo ? tertawa terbahak-bahak.


" Ternyata,, dia tidak seperti dugaan ku ?" Bergumam nya, Karina tersenyum dalam hatinya, ia terus memandangi Raun Gani.


" Kenapa,, Karina senyum-senyum. Apa Akting aku bagus ?" Ucap Raun Gani di dalam hatinya.


" Jinak-jinak merpati,, rupanya ?" Menatap Karina.

__ADS_1


Karina dan Raun Gani saling melempar senyuman, sehingga gejolak cinta mulai terasa di keduanya.


" Hey,, Kenapa bengong ?" Ucap Teman Karina kepadanya.


Karina terkejut " Ah,, enggak ?" tersenyum.


Teman Karina dan Raun Gani mereka mabuk, " Ah,, aku gak mau pulang maunya di hoyang?" mengangkat tangannya, teman Raun Gani mengigau.


Karina dan Raun Gani saling menatap " hahaha" serentak menertawakan Teman Raun Gani.


Tengah malam kemudian.


Karina dan Raun Gani jalan bersama.


" Aku pamit ,, ?" Karina membungkukkan tubuhnya, ia berjalan menjauhi Raun Gani.


" Tapi,, kasihan juga ?" Gumamnya. " Tunggu,, ?" menghentikan langkah Karina.


Karina menoleh " Iya,, ?" menatap Raun Gani.


" Aku antar kamu pulang ?" mengusulkan dirinya, " Tidak enak,, seorang Pria membiarkan Wanita cantik pulang malam sendirian ?" tersenyum.


Itu adalah ungkapan buatan Raun Gani dan Panca Wiguna untuk memikat hati para wanita.


" Baik,, !" Karina setuju.


Akhirnya mereka pulang bersama, " Tap,, tap,, tap " berjalan.

__ADS_1


Karina sepanjang jalan ia terus menunjukan kepalanya, karena pertama kalinya ia di antar pulang oleh Lelaki.


Mereka saling malu-malu, sehingga di perjalanan mereka terdiam tanpa sepatah katapun.


" Awas,, !" Ucap Raun Gani, ia meraih tangan Karina yang hampir saja menabrak Tiang lampu jalan.


Karian tertarik oleh Raun Gani ke pelukannya . Karina melihat wajah Raun Gani yang sedang melihat ke Tiang lampu jalan.


" Kamu baik-baik saja ?" menatap Karina Sasani.


" Ah,, maaf ?" melepaskan. " Karian langsung belari pergi begitu saja meninggalkan Raun Gani.


Tangan Raun Gani ingin menggapai tangan Karina namun ia sudah pergi, secepat kilat.


" Menarik juga ?" Senyum-senyum sendiri.


Karina yang menaiki taksi, sesampainya di Apartemen miliknya ia langsung masuk dan terdiam di depan pintu sejenak.


Ia mengepalkan tangannya di dada, wajahnya yang merona ia menari-nari riang-gembira.


" Ah,,, !" meloncat-loncat kegirangan.


" Seperti mati lampu ya sayang,, seperti mati lampu. Cintaku padamu ya sayang,, bagaimana?" cengengesan.


Karina melihat ke jendela yang terbuka, ia langsung merapihkan bajunya berjalan ke arah jendela dan menutup jendela, ia kembali merayakan melepas " Jomblo ".


" Hahaha " tertawa terbahak-bahak.

__ADS_1


" Raun Gani,, Aku tunggu ?" Menunjuk ke atas langit Apartemen.


__ADS_2