
Rara telah menyelamatkan seorang wanita yang di penjambret, ia membuat Si jambret terkapar di jalanan, Polisi dalam perjalanan.
Semua orang melihat dan memuji keberanian Rara menggagalkan Penjambretan seorang diri.
Rara yang terlihat senang, semua orang membuatnya sibuk, bahkan Si wanita terus mengelus-elus tangan Rara.
" Kalau bukan karena Kakak Cantik ini.. mungkin Tas saya sudah di ambil ?" menunjukkan.
Dari dalam mobil seseorang melihat kerumunan tersebut, ia sangat penasaran dengan apa yang terjadi.
" Bukankah... ?" Berpikir, " Dia.. yang waktu itu ?" Melihat ke arah Rara yang tersenyum.
Pria tersebut menepikan mobilnya, " Menepi dulu ?" Ucapnya ke sopir.
Sopir pun menepikan mobilnya ke tepi jalan. Pria tersebut keluar dari mobil, berjalan menghampiri Rara.
Saat ia berada di belakang seorang wanita yang berdiri di belakang Rara menoleh ke belakang melihat Pria tersebut.
Sang wanita pun tercengang melihat pria tersebut. " Marvel.. ?" Lirihnya.
Satu persatu orang melihat ke arah Marvel dan membukakan jalan untuk Marvel mendekati Rara.
" Bukankah.. Dia Marvel ?" Gumam seorang wanita.
" Iyah Dia Marvel !" tersenyum.
Rara pun penasaran dengan yang terjadi, ia menolehkan kepalanya kebelakang ke arah Marvel berdiri yang di belakangnya.
" Kamu lagi ?" menatap Marvel.
Marvel tersenyum melihat Rara, ia menundukkan wajahnya ia tak sengaja melihat lutut Rara yang terluka.
Marvel meraih tangan Rara, dan membawanya keluar dari kerumunan.
Semua orang histeris, melihat Marvel menggandeng tangan Rara. Assisten Marvel langsung sigap menghalangi Para-fans Marvel.
" Mau kemana ?" Tanya Rara.
Marvel menghiraukan perkataan Rara.
__ADS_1
" Duduk ?" Ucap Marvel.
Mengarahkan Rara duduk. Rara pun duduk di bangku jalanan.
" Tunggu sebentar... ?" Marvel berjalan meninggalkan Rara.
Beberapa menit kemudian Marvel kembali, ia keluar dari supermarket dan membawa sebuah bungkus Plastik.
" Diam.. !" Marvel mengobati luka Rara.
Rara tertegun sejenak, ia selalu mendengarkan perintah Marvel, Rara memperhatikan Marvel yang mengobati lukanya.
" Selesai !" Mengangkat wajahnya.
" Wah.. !" Terkagum-kagum. " Terimakasih ?" Menatap Marvel.
Marvel duduk di sebelah Rara.
Rara membalikan badannya melihat ke arah Marvel.
" Dia bukan orang jahat.. Panca sudah salah menilainya ?" Gumamnya.
" Apa ?" menatap Rara.
" Waktu itu.. Aku minta maaf ?" terpaksa tersenyum.
Marvel mendengarkan Rara berbicara.
" Kita mulai dari awal lagi Perkenalkan Namaku Rara.. Senang bertemu denganmu ?" mengulurkan tangannya.
Marvel menatap Rara, ia meraih tangan Rara, mereka berjabat tangan.
" Aku juga ?" tersenyum.
Di perjalanan pulang.
Rara di antar pulang oleh Marvel, mereka menaiki mobil bersama.
" Maaf.. sudah merepotkan kamu ?" Tersenyum.
__ADS_1
" Tenang saja.. Lagian aku kenal kok dengan Panca ?" Tanya Panca.
Rara tertegun, ia langsung menoleh ke arah Marvel.
" Benarkah.. Kamu kenal dengan Panca ?" Tanya Rara. " Tapi.. waktu itu ?" berpikir.
" Kita sudah sampai ?" Ucap Marvel.
Rara pun keluar dari mobil, ia berdiri di depan mobil Marvel.
" Sekali lagi.. Terimakasih ?" tersenyum.
Marvel tersenyum.
" Kalau begitu saya pamit ?".
Marvel meninggalkan kediaman Rara.
Rara membalikan badannya.
" Punch.. ?" menghela nafasnya.
Ia berjalan memasuki Apartemen.
" Marvel dan Panca saling mengenal.. Tapi waktu itu mereka tidak seperti saling mengenal ?" Berpikir.
" Apa yang kamu pikirkan dari tadi ?" Tanya Panca.
Rara terfokuskan.
" Iya.. Ah.. Anu ?" Gugup. " Kenapa kamu gugup.. Dia juga pergi sama Jian ?" Memalingkan wajahnya.
Panca yang masih menatap Rara, ia seperti di abaikan olehnya.
" Sekarang.. Diam lagi ?" Marah.
Rara malah asyik, makan sendiri.
" Lama-lama aku bisa darah tinggi ?" Ucap Panca.
__ADS_1
Panca bangkit, ia pergi meninggalkan Rara sendirian.