
Panca Wiguna dan Raun Gani sedang makan malam bersama.
Di rumah Panca Wiguna.
Dewi Rara Panas sedang duduk di ranjang kamar Panca Wiguna.
" Krekek,, krekek " Dewi Rara Panas menggenjot-mengenjot ranjangnya. Dewi merasa senang ia bangun, berdiri dia meloncat-loncat kegirangan.
" Hahaha,, " tertawa. Dewi Rara Panas semakin meloncat tinggi.
Beberapa jam kemudian, Dewi Rara Panas merasa kelelahan dan kehausan ia turun dari ranjang hendak pergi ke luar.
" Klak,," membuka pintu kamar.
" Tap,, tap,, tap,, " berjalan keluar, Dewi Rara Panas yang masih mengenakan pakaian tradisional Indonesia.
Dewi Rara Panas clingak-celingukan, mencari air minum, ia tidak menemukannya dan malah pergi ke ruang tamu.
Dewi Rara Panas duduk di sofa, " Jreng,, " Ia tak sengaja menduduki remote Televisi dan membuat televisinya menyala.
" Ahh,, " Dewi Rara Panas berteriak, ia sangat ketakutan.
Dewi Rara Panas berdiri, ia melihat serial drama di televisi dan tak sengaja ia berpas-pasan dengan adegan drama tersebut.
__ADS_1
{ " Kakak,, kenapa kamu meninggalkan aku ?" wanita dalam serial drama menangis, ia dikhianati kekasihnya. Kekasih wanita mendorongnya hingga terjatuh ke tanah. }.
" Huh,, " Dewi Rara Panas marah-marah melihat kekerasan yang di lakukan Pria kepada kekasihnya, ia menunjuk-nunjuk ke televisi.
Dewi Rara Panas duduk, ia kembali menduduki remote televisi dan tak sengaja mengganti salurannya ke Edukasi ( Membaca dan menulis ), Dewi Rara Panas menonton Edukasi tersebut.
" Klakk,,, " membuka pintu.
Panca Wiguna dan Raun Gani pulang ke rumah, Panca memapah Raun Gani karena ia Mabuk.
Dewi Rara Panas menoleh, ia membalikan badannya melihat ke arah mereka.
" Hehehe " Raun Gani tersenyum. " Gue adalah Si Jomblo sejati. Kamu tahu itu,, ?" menunjukan dirinya.
" Hyung,,, " Raun Gani terlempar ke sofa.
" Sial, dia pikir Gue Babunya ?" raut wajah kesal, Panca Wiguna melihat Dewi Rara Panas yang berdiri di depan Televisi.
" Apa yang kamu tonton ?" Lanjutnya, Panca Wiguna melihat Televisi yang salurannya tentang Edukasi ( membaca dan menulis ). " Kamu sedang belajar ?" Menyiyir.
" Apa itu belajar ?" Ucap Dewi Rara Panas, ia sudah bisa mengucapkan bahasa Indonesia.
" Akhirnya,, kamu bisa bicara ?" tersenyum. Panca Wiguna merasa senang karena Dewi Rara Panas bisa bicara.
__ADS_1
Mendesak Dewi Rara Panas " Nah sekarang, kamu siapa dan ngapain muncul di kamarku ?" Lanjutnya, Panca Wiguna memborong pertanyaan yang ia lontarkan kepada Dewi Rara Panas.
" Aku,, Dewi Rara Panas ?" tersenyum. " Kamu siapa ?" Dewi Rara Panas, menanyakan kembali kepada Panca Wiguna.
" Kamu siapa,, ?" menunjuk ke dada Panca Wiguna.
" Gue,, Maksudku Namaku Panca Wiguna ?" menatap Dewi Rara Panas.
Dewi Rara Panas tidak mendengarkan perkataan Panca Wiguna dia malah senyum-senyum sendiri " Aku Rara Panas ?" Gumamnya.
" Saraf,, ?" Panca Wiguna meninggalkan Dewi Rara Panas bersama Raun Gani. Ia berjalan menuju ke kamarnya.
Dewi Rara Panas mengikuti Panca Wiguna " Eh,, !" Menoleh, ia melihat ke arah Raun Gani yang tidur di sofa.
" Tap,, tap,, tap " berjalan.
Panca Wiguna tidur di kamarnya, ia Manarik selimut dan dia mematikan lampu mengganti dengan lampu tidur.
Dewi Rara Panas ikut tidur di ranjang Panca Wiguna, dia tidur di sebelahnya.
" Kamu,, ?" membentak. Panca Wiguna bangun dengan terburu-buru.
Dewi Rara Panas menoleh belakang melihat Panca Wiguna yang melihatnya dari belakang punggungnya. " Aku ngantuk,, jangan ganggu aku ?" raut wajah melas.
__ADS_1