Cinta Dewi Rara Panas

Cinta Dewi Rara Panas
Teman baru


__ADS_3

Ke esokan paginya.


Suara gemericik air mengalir, Panca selesai mandi ia keluar dan bersiap-siap pergi ke kantor.


( Srekk,, ) Dewi Rara Panas membuka pintu yang jadi penghalang tempat tidur antara Panca dan Dewi.


" Mau kemana kamu,, ?" Kepala Dewi Rara Panas nongol ke luar melihat Panca yang sedang berpakaian.


" Ah,, ?" Panca terkejut, ia langsung menutupi tubuhnya.


Dewi Rara Panas melihat Panca biasa saja karena zaman dulu Pria kebanyakan mengenakan pakaian terbuka.


Panca gaduh, ia malah ngomel-ngomel ke Dewi Rara Panas.


" Kamu,, Dasar mesum ?" Panca menutup pintunya.


" Mesum apa,, lagian kamu jangan Ge'er karena banyak Pria yang lebih gagah daripada kamu ?" Dewi Rara Panas menunggu Panca selesai berpakaian.


Panca selesai berpakaian rapi, Dewi Rara Panas di ajak Panca ke kantornya.


Di dalam mobil, Panca dan Dewi dalam perjalan.


Dewi Rara Panas menurunkan dan menaikan kaca mobil berulang-ulang, Panca yang duduk di sampingnya melirik.

__ADS_1


" Dasar aneh,, ?" melihat ke depan lagi.


Dewi mengeluarkan kepalanya keluar kaca mobil sambil menjulurkan lidahnya.


Panca tak sengaja menoleh ke arah Dewi Rara Panas, ia tersenyum " Apa yang kamu lakukan,, seperti anjing saja ?" Ucap Panca.


Dewi Rara Panas menoleh ia langsung melihat Panca Wiguna, ia langsung duduk baik karena ia tersindir semalam ia menonton TV animasi yang di dalamnya Se-ekor anjing yang naik mobil ia menjulurkan lidahnya ke luar mobil.


Sesampainya di sana.


Panca turun dari mobil di susul oleh Dewi Rara Panas, mereka berjalan masuk ke dalam kantor.


Semua penjaga membungkuk memberi hormat kepada Panca. Dewi Rara Panas terheran-heran melihatnya ia malah ikut-ikutan membungkuk.


" Mereka sedang ngapain ?" menunjuk ke Para penjaga.


" Itu adalah tanda mereka menghormati atasannya ?" tersenyum, Panca menatap Dewi Rara Panas.


Dewi Rara Panas juga tersenyum, ia senang jika melihat Panca Wiguna bahagia.


" Aku menyukaimu,, sangat,, sangat ?" tersenyum, Dewi Rara Panas mengeluarkan jurusnya.


" Bang,, bang !" tersenyum, Dewi Rara Panas menembak Panca Wiguna dengan tangannya.

__ADS_1


Panca tersipu malu, ia menutupi wajahnya karena semua karyawan melihat ke arah Panca dan Dewi Rara Panas.


" Kamu tunggu di sini,, aku tidak akan lama dan kalau kamu lapar pergi ke kantin dan bawa ini" Panca memberikan Id-Cart Kepada Dewi Rara Panas.


" Iyah,, ?" Dewi Rara Panas mendengar kata makanan ia langsung pergi ke kantin, meski ia kebingungan cara memakai Id-Cart.


Di kantin, Dewi Rara Panas clingak-celinguk ia hanya melihat ke arah seorang wanita duduk sendirian.


Dewi Rara Panas melihat pancuran " Air,, !" Dewi Rara Panas menghampiri sebuah pancuran, ia langsung meneguk air pancuran tersebut.


" Jangan,, ?" Wanita yang duduk sendirian, langsung mencegah Dewi Rara Panas meminum air pancuran.


Mereka saling menatap.


" Ini,, ?" memberikan, wanita tersebut adalah Karina Sasani yang sedang sarapan pagi di kantin.


Dewi Rara Panas makan dengan lahap, Karina Sasani tersenyum.


" Nama kamu siapa ?" bertanya.


Dewi Rara Panas berbicara sambil mengunyah " Aku,, panggil saja Rara ?" tersenyum. " hehehe ".


" Namaku Karina Sasani ?" tersenyum, " Kamu,, karyawan di sini. Bagian apa ?" menatap Dewi Rara Panas.

__ADS_1


" Aku,, bersama Panca ?" dengan polosnya Dewi Rara Panas menjawab pertanyaan Karina dengan jujur.


__ADS_2