Cinta Dewi Rara Panas

Cinta Dewi Rara Panas
Cemburu tak di sadari


__ADS_3

Rara bosan menunggu Panca, ia melihat anak-anak yang sedang bermain di taman.


Rara merebut ayunan dari anak kecil secara paksa, ia menyuruh anak kecilnya untuk pergi.


Setelah anak itu pergi sambil menangis menghampiri Ibunya, mengadukan Rara.


" Huhuhu " menangis.


" Sayang kamu kenapa,, ?" Ucap Ibu, dari Anak yang Ayunannya di rebut Rara.


" Huhuhu " masih menangis. " Gara-gara Kakak itu ?" menunjuk ke arah Rara.


Ibu dari Anak tersebut, murka ia berjalan hendak melabrak Rara.


Di ayunan Rara langsung turun dan pergi ke semak-semak. " Uuooo,, ?" muntah, perut Rara masuk angin ( Mabuk Ayunan ).


" Nih,, ?" Suara lelaki.


Dari belakang Rara, seseorang lelaki memberikan Alexa tisu dan Air minum.


Rara menoleh kebelakang melihat lelaki tersebut.


Lelaki tersebut tersenyum menatap Rara.


Rara yang habis muntah ia mengambil tisu dan mengusap bibirnya.


" Terimakasih,, ?" Ucap Rar, ia mengembalikan tisu bekasnya ke lelaki tersebut.

__ADS_1


Lelaki tersebut tercengang. " Buang saja,, lagian itu tidak bisa di pakai lagi ?" Ucapnya.


Rara melihat tisu bekasnya. " Oh,, baik ?" Ia berjalan, dan membuang tisu tersebut ke tong sampah.


Lelaki terus mengikuti kemana Rara pergi. " Ngapain kamu ikuti aku ?" Mengerutkan keningnya, Rara terheran-heran. " Jangan dekat-dekat,, aku tidak kenal sama kamu ?" Ucap Rara, melotot ke lelaki tersebut.


" Maka dari itu,, perkenalkan Namaku Marvel Luis ?" Mengulurkan tangannya.


Rara malah menatap wajah Lelaki tersebut.


Marvel mengangkat alisnya, ia tersenyum menatap Rara.


Di Kantor Panca.


" Terimakasih,, ?" Ucap Panca ke semua karyawan.


Semua karyawan di ruang meeting memberi hormat kepada Panca.


" Silakan,, silakan ?" mengarahkan, Panca tersenyum.


Meeting selesai, Panca melihat Arlojinya yang menunjukkan pukul 15.00.


" Udah satu jam,, Rara pasti bosan ?" Panca berjalan, ia hendak menghampiri Rara yang sudah menunggunya.


Panca tidak melihat Rara di mana-mana, namun saat ia keluar dari Kantornya, Ia melihat perempuan yang berdiri di sebrang bersama Lelaki.


Marvel yang memperkenalkan dirinya kepada Rara.

__ADS_1


Rara masih ragu, ia masih memandangi Marvel dan perlahan-lahan ia mengangkat tangannya, Rara hendak menjabat tangan Marvel.


Panca meraih tangan Rara, dan menyeret Rara kebelakang tubuhnya.


" Panca,, ?" Rara tersenyum.


Marvel yang mengulurkan tangannya, ia langsung menurunkan tangannya begitu saja.


" Mau apa kamu,, ?" Tegas. " Rara,, aku sudah bilang kamu jangan berbicara sama orang lain ?" melihat ke belakang.


" Kapan kamu bilangnya ?" Rara malah menjatuhkan harga diri Panca di depan Marvel.


Panca tercengang. " Iyah,, walau aku baru bilang. Ya jangan ?" Terlanjur malu, Panca terus berusaha sok cool.


Marvel tersenyum. " Kalau begitu,, Nona cantik aku pergi ?" Marvel mengedipkan matanya ke Rara. Lalu ia tersenyum sinis menatap Panca.


" Nona cantik,, dia pikir dia siapa ?" Raut wajah kesal, Panca terus mengomel-ngomel.


Di dalam mobil, Marvel sesekali mengedipkan matanya ke Rara.


" Aku hanya menyukai Panca ?" Rara berteriak ke Marvel. Rara menatap wajah Panca lalu tersenyum ke arahnya.


Panca menatap balik Rara, " Senang,, Hah ?" Kesal. Panca berjalan ke mobil.


" Panca,, tunggu ?" Rara mengejar Panca yang merajuk. " Kamu jangan marah,, aku sudah bilang kok kalau aku hanya menyukai kamu ?" Meyakinkan Panca.


" Aku marah,, masa aku marah ?" Gumamnya, Panca senyum-senyum sendirian. " Aku tidak marah,, cuman ?" berpikir.

__ADS_1


" Cuman apa ?" Rara mendesak Panca untuk berbicara.


" Ah,, sudah lupakan tidak penting ?" Panca mengalihkan pembicaraan.


__ADS_2