Cinta Dewi Rara Panas

Cinta Dewi Rara Panas
Libur kerja


__ADS_3

Di pagi hari, embun pagi masih membasahi rumput dan dedaunan.


Burung-burung berkicau sehingga membuat hari semakin indah.


Rara yang masih tertidur di ranjangnya.


" Rara belum bangun ?" Ucap Panca, sembari memakai jaket kulit.


" Euu.. !" Rara membuka matanya. Ia melihat bayangan Panca di kaca. " Mau kemana ?" Bangkit, Rara menghampiri Panca.


" Hei.. !" Panca terkejut. " Kamu ini,, mandi dulu ?" Mendorong kepala Rara menggunakan jari telunjuknya.


" Memang kita mau pergi kemana ?" Tersenyum, Rara menatap Panca.


Panca tersenyum, " Ada aja ?" Ia berjalan ke arah pintu.


Rara menghadangnya. Panca menundukkan kepalanya menatap Rara.


( Rara mengedipkan matanya ). Ia tertegun karena Panca terus dipojokan oleh Panca.


" Apa yang kamu lakukan ?" Rara Grogi, ia merasa canggung.


" Lupakan.. Aku pergi dulu ?" Panca meninggalkan Rara sendirian.


Rara tergesa-gesa kembali ke kamar, ia berjalan ke kamar mandi.


1 jam kemudian.


Rara sudah beres mandi dan berganti pakaian. Ia langsung bergegas pergi.


Raun yang baru bangun, ia berjalan ke dapur dengan mata masih tertutup rapat.

__ADS_1


Ia mencium aroma minyak wangi Rara. " Kamu mau kemana.. bukannya sekarang libur ?" Ucap Raun, melihat ke arah Rara.


" Jangan banyak tanya ?" Rara pergi begitu saja.


" Satu orang saja sudah repot.. Ini di tambah satu lagi Puyeng aku ?" Raun menepuk keningnya.


Di jalan raya Rara menaiki sepeda motor ( Driver ).


" Panca pasti pergi sama Jian ?" Gumamnya.


Rara celingak-celinguk ia mencari Panca.


" Berhenti Pak.. berhenti ?" menepuk pundak Pak sopir.


Rara melihat Panca di restoran sebrang bersama Jian, mereka sedang makan bersama.


Mereka sedang asyik berbincang-bincang, Panca tersenyum melihat Jian.


Panca dan Jian selesai makan, ia berjalan keluar bersamaan.


Rara terus mengawasi mereka, ia menguntit kemana mereka pergi.


Jian mencuri-curi pandang, ia melihat wajah Panca. Jian tersenyum.


Panca menoleh ke arahnya. Jian langsung menyembunyikan senyumnya.


" Tunggu sebentar ?" Panca pergi ke mesin penjual minuman otomatis.


Jian menunggu Panca, ia duduk di bangku taman sendirian.


" Aku harus.. ?" Rara mengibas-ngibaskan tangannya karena ada serangga terus mengusiknya.

__ADS_1


Rara yang sembunyi di semak-semak. Orang-orang yang sedang bermain di taman mereka melihat keanehan yang di lakukan Rara di semak-semak.


" Tempat ini terlalu mencolok ?" Rara celingak-celinguk, ia melihat ke kanan-kiri.


Rara melihat badut yang mengenakan baju karakter hewan. Rara berpikir " Apa aku harus seperti itu ?" tersenyum.


Setelah itu.


Rara menggunakan Kostum karakter, ia berjalan mendekati Panca dan Jian yang sedang duduk di bangku.


Rara berdiri di depan mereka.


" Kucing.. ?" Ucap seorang anak laki-laki , ia berdiri di depan Rara sambil menatap ke arahnya.


" Hei.. ke sini ada badut kucing ?" berteriak, ia memanggil-manggil teman-temannya.


" Mana-mana ?" Ucap salah satu temannya.


Teman yang satunya memukul-mukul perut Rara.


" Hei.. Jangan di pukul-pukul ?" Rara berteriak.


Rara mencoba kabur dari anak-anak namun bukannya lolos anak-anak malah mengejar Rara.


Panca dan Jian menertawakan badut ( Rara ) yang di kejar-kejar anak-anak.


Rara terus berlari ke sana-kemari, Rara pun kelelahan ia duduk di tangga taman, ia membuka kepala baju kostumnya.


Rara mengibas-ngibaskan tangannya karena kegerahan.


Suara langkah kaki menghampiri Rara, seseorang mengulurkan tangannya memberikan Rara minuman.

__ADS_1


__ADS_2