
Di pagi hari, embun pagi masih membasahi rumput dan dedaunan.
Burung-burung berkicau sehingga membuat hari semakin indah.
Rara yang masih tertidur di ranjangnya.
" Rara belum bangun ?" Ucap Panca, sembari memakai jaket kulit.
" Euu.. !" Rara membuka matanya. Ia melihat bayangan Panca di kaca. " Mau kemana ?" Bangkit, Rara menghampiri Panca.
" Hei.. !" Panca terkejut. " Kamu ini,, mandi dulu ?" Mendorong kepala Rara menggunakan jari telunjuknya.
" Memang kita mau pergi kemana ?" Tersenyum, Rara menatap Panca.
Panca tersenyum, " Ada aja ?" Ia berjalan ke arah pintu.
Rara menghadangnya. Panca menundukkan kepalanya menatap Rara.
( Rara mengedipkan matanya ). Ia tertegun karena Panca terus dipojokan oleh Panca.
" Apa yang kamu lakukan ?" Rara Grogi, ia merasa canggung.
" Lupakan.. Aku pergi dulu ?" Panca meninggalkan Rara sendirian.
Rara tergesa-gesa kembali ke kamar, ia berjalan ke kamar mandi.
1 jam kemudian.
Rara sudah beres mandi dan berganti pakaian. Ia langsung bergegas pergi.
Raun yang baru bangun, ia berjalan ke dapur dengan mata masih tertutup rapat.
__ADS_1
Ia mencium aroma minyak wangi Rara. " Kamu mau kemana.. bukannya sekarang libur ?" Ucap Raun, melihat ke arah Rara.
" Jangan banyak tanya ?" Rara pergi begitu saja.
" Satu orang saja sudah repot.. Ini di tambah satu lagi Puyeng aku ?" Raun menepuk keningnya.
Di jalan raya Rara menaiki sepeda motor ( Driver ).
" Panca pasti pergi sama Jian ?" Gumamnya.
Rara celingak-celinguk ia mencari Panca.
" Berhenti Pak.. berhenti ?" menepuk pundak Pak sopir.
Rara melihat Panca di restoran sebrang bersama Jian, mereka sedang makan bersama.
Mereka sedang asyik berbincang-bincang, Panca tersenyum melihat Jian.
Panca dan Jian selesai makan, ia berjalan keluar bersamaan.
Rara terus mengawasi mereka, ia menguntit kemana mereka pergi.
Jian mencuri-curi pandang, ia melihat wajah Panca. Jian tersenyum.
Panca menoleh ke arahnya. Jian langsung menyembunyikan senyumnya.
" Tunggu sebentar ?" Panca pergi ke mesin penjual minuman otomatis.
Jian menunggu Panca, ia duduk di bangku taman sendirian.
" Aku harus.. ?" Rara mengibas-ngibaskan tangannya karena ada serangga terus mengusiknya.
__ADS_1
Rara yang sembunyi di semak-semak. Orang-orang yang sedang bermain di taman mereka melihat keanehan yang di lakukan Rara di semak-semak.
" Tempat ini terlalu mencolok ?" Rara celingak-celinguk, ia melihat ke kanan-kiri.
Rara melihat badut yang mengenakan baju karakter hewan. Rara berpikir " Apa aku harus seperti itu ?" tersenyum.
Setelah itu.
Rara menggunakan Kostum karakter, ia berjalan mendekati Panca dan Jian yang sedang duduk di bangku.
Rara berdiri di depan mereka.
" Kucing.. ?" Ucap seorang anak laki-laki , ia berdiri di depan Rara sambil menatap ke arahnya.
" Hei.. ke sini ada badut kucing ?" berteriak, ia memanggil-manggil teman-temannya.
" Mana-mana ?" Ucap salah satu temannya.
Teman yang satunya memukul-mukul perut Rara.
" Hei.. Jangan di pukul-pukul ?" Rara berteriak.
Rara mencoba kabur dari anak-anak namun bukannya lolos anak-anak malah mengejar Rara.
Panca dan Jian menertawakan badut ( Rara ) yang di kejar-kejar anak-anak.
Rara terus berlari ke sana-kemari, Rara pun kelelahan ia duduk di tangga taman, ia membuka kepala baju kostumnya.
Rara mengibas-ngibaskan tangannya karena kegerahan.
Suara langkah kaki menghampiri Rara, seseorang mengulurkan tangannya memberikan Rara minuman.
__ADS_1