
Panca yang habis mengantarkan Jian Batari pulang ke rumahnya, dalam perjalan pulang ia membeli makan dan di bungkus untuk Dewi Rara Panas.
( Klakk,, ) membuka pintu.
Panca melangkahkan kakinya " Tap,, tap,, tap " berjalan masuk ke dalam Apartemen.
" Rara,, ?" Panca memanggil Rara Panas ia menaruh Makanan di meja makan, Panca Wiguna clingak-celingukan mencari Dewi Rara Panas.
Namun Dewi Rara Panas tidak menjawab, panca mencarinya ke semua ruangan di Apartemennya.
" Rara Where are you,, mana ngerti dia?" Tersenyum, Panca berjalan ke kamarnya.
Dan ia melihat Dewi Rara Panas sedang tertidur di kamarnya.
Panca berjalan mendekatinya " Dia,, manis juga kalau di lihat-lihat ?" Panca memandangi Dewi Rara Panas.
( Kruyuk,, ) tiba-tiba perut Dewi Rara Panas berbunyi sepertinya perutnya keroncongan.
" Mmm,, ( menggeliat ). Lapar ?" membuka matanya, Dewi Rara Panas melihat Panca Wiguna berada di depannya.
" Panca ?" Terbangun, Dewi Rara Panas duduk.
Panca terkejut, ia ter-ciduk sedang memandangi Dewi Rara Panas.
__ADS_1
" A,, aku belikan kamu makanan ?" Gagap, Panca mengarahkan Dewi Rara Panas untuk bangun.
Dewi Rara Panas bersemangat kalau mendengar tentang makanan ia langsung loncat dari kasur berdiri di belakang Panca Wiguna.
Panca Wiguna yang berjalan ke keluar, Dewi Rara Panas mengikutinya.
" Kamu,, belikan aku makanan apa ?" berjalan di belakang Panca Wiguna.
Dewi Rara Panas membuka bungkus makananya, " Apa ini ?" melihat makanan.
" Itu,, batagor ?" Ucap Panca Wiguna sambil duduk.
Batagor merupakan jajanan khas Bandung yang mengadaptasi gaya Tionghoa-Indonesia dan kini sudah dikenal hampir di seluruh wilayah Indonesia.
" Batagor,, ?" Dewi Rara Panas juga duduk, mencium bau batagornya, ia meneliti batagor karena pertama kali ia melihat batagor dan dia pikir makanannya aneh.
Dewi Rara Panas menyendok batagor ia mengangkat tangannya mengarahkan ke mulutnya, ia menutup matanya dan perlahan-lahan si batagor akan masuk ke dalam mulutnya.
" Aaaaa,,, ( membuka mulutnya ). nyam-nyam ?" Dewi Rara Panas mengunyah.
" Bagaimana,, ?" menatap Dewi Rara Panas.
" Enak,, enak ?" tersenyum poli Rara Panas terus melahap batagor sampai habis, ia merasa kecewa batagornya habis dan hanya tersisa bumbu kacangnya.
__ADS_1
" Aku ingin bertanya sama kamu ?" raut wajah serius.
Dewi Rara Panas mendengarkan.
" Kamu sebenarnya siap, asal kamu dimana dan kenapa kamu bisa ada di Apartemen ku ?" Mendesak Dewi Rara Panas.
" Entah,, yang aku tahu Namaku adalah Dewi Rara Panas ?" memiringkan kepalanya, Dewi Rara Panas mengangkat pundaknya ia menunjukan bahwa dirinya tidak tahu.
" Aneh,, sekali ?" Panca Wiguna berpikir.
" Kring,, kring,, kring " Telepon masuk dari Kakeknya.
" Halo,, ?" Panca menerima telepon tersebut, ia berjalan ke kamarnya menjauhi Dewi Rara Panas.
" Ada apa Kakek ?" Lanjutnya.
( Suara Kakek ) " Kamu selalu membersihkan Wayang Golek Dewi Rara tidak,, kamu harus sering membersihkannya ?" Tegas.
" Baik,, Kakek. Aku akan membersihkannya nanti ?" Raut wajah melas.
" ( Mendesak ). Sekarang Panca Wiguna ,, ?" membentak.
" Baik,, baik !" Panca menutup teleponnya. Raut wajah kesal " Harus segitunya kah,, ?" Panca Wiguna berdiri menghadap ke Wayang Golek Dewi Rara Panas yang ia simpan di dalam Lemari kaca.
__ADS_1
" Tap,, tap,, tap " mendekati lemari, tangan Panca Wiguna mengambil Wayang Golek Dewi Rara Panas.
Tiba-tiba ia terpikirkan, mengapa pakaian wayang golek Dewi Rara Panas sama dengan Dewi Rara Panas sebelum ia berganti pakaian.