
Suasana yang tadinya harmonis, tiba-tiba berubah menjadi horor.
Setelah Rara memberikan bunga ke Panca di depan semua orang, ia langsung di dorong-dorong pergi oleh Panca untuk kembali bekerja.
Rara sesekali menoleh ke belakang melihat Panca.
" Pergi,, Sana pergi ?" Tangan Panca melambai-lambaikan menyuruh Rara pergi.
Jian membalikan badannya pergi meninggalkan Desain Interior. Di ikuti Panca yang berjalan menghampiri Raun.
Panca menyuruh Raun mengikutinya. " Kamu ada-ada saja ?" Menepuk pundak Raun.
Menatap Panca dengan tatapan melas, Raun di seret pergi.
Rara terus memandangi Panca , Rara lagi-lagi murung melihat Panca yang pergi bersama Jian.
Setelah Para atasan pergi, Dania menghampiri meja Karina.
" Cie,, yang masih kasmaran ?" tersenyum, Dania menggoda Karina.
Rara melihat mereka berdua, ia bangkit, berjalan menghampiri mereka.
" Ciuman,, tadi kenapa kalian menyuruh Karina dan Gani berciuman ?" Tatapan polos, Rara menatap mereka berdua.
Dania meraih tangan Rara, dan mereka bicara berbisik-bisik. " Rara,, Ciuman itu tandanya kamu saling sayang ?" Ucap Dania.
( Plak,, ) Karina memukul lengan Dania.
" Aw,, sakit tahu ?" mengelus-eluskan.
__ADS_1
" Aku sudah berciuman ?" Suara lantang sambil berdiri.
Dania dan Karina terkejut, mereka langsung menarik dan membungkam mulut Rara.
" Jangan keras-keras,, ?" menatap dengan tatapan tajam.
" Oh,, ?" Rara tersenyum.
Karina dan Dania menepuk keningnya masing-masing.
Beberapa jam kemudian, pukul menunjukkan 16.00 ( Waktu pulang kerja ).
( Kling,, ) Pesan masuk dari My Boyfriend ( Panca ).
( " Rara, aku pulangnya sedikit lama kalau kamu mau pulang pulang saja ?" ) Pesan dari Panca.
Rara mengetik ( dalam hatinya " Aku akan menunggu kamu ?" ). Rara menekan tanda krim.
Rara menoleh, ia melihat Karina dan Dania sedang Selfi yang menunjukkan Bunga pemberian Raun.
" Hahaha " mereka tertawa, menertawakan hasil fotonya.
Rara berjalan ( Tap,, tap,, tap ) menghampiri mereka.
" Apa yang sedang kalian lakukan ?" menatap merek.
Dania dan Karina menoleh, " Selfi,, ?" Ucap Karina yang memegang bunga dari Raun.
Rara di tarik duduk di tengah-tengah mereka, ia di ajarkan cara memakai Aplikasi-aplikasi yang viral.
__ADS_1
Beberapa menit kemudian, Rara sudah memahami Karina dan Dania pulang lebih dulu.
" Kita pulang dulu,, ?" Ucap Karina.
" Bye,, Rara ?" Dania tersenyum sambil melambaikan-lambaikan tangannya.
Rara pun sendirian, ia sesekali Selfi sendirian namun ia gagal dalam percobaan pertamanya.
" Hah,, !" Rara terkejut dengan hasilnya. Ia menutupi mulutnya, Rara celingak-celinguk melihat sekeliling karena takut ada yang melihatnya.
" Hehehe " Tersenyum, Rara keasyikan Selfi.
Beberapa Jam kemudian, ia merasa bosan, ia melihat keluar.
Rara berdiri, ia melihat taman bermain anak-anak. Ia langsung pergi ke taman.
Sesampainya di taman, Rara melihat Anak yang sedang main ayunan. Rara terus mengamati Anak tersebut " Hahaha " Anak itu tertawa.
Rara menghentikan Anak tersebut " Minggir,, ?" Ucapnya, ia mengusir anak tersebut dan membuatnya menangis.
Tapi Rara tetap saja tersenyum. Ia mulai mengayunkan " wah,, !" terpukau, ia terus menambah kecepatannya dan semakin kencang. " Hahaha !" Rara tertawa.
Taman tersebut berada di pinggir jalan, mobil berwana hitam melintas di depan taman tersebut. Di dalamnya ada seorang Pria yang sedang kebingungan.
Ia tak sengaja melihat ke arah Rara, ia terus memandangi. " Berhenti,, ?" memberhentikan laju mobil.
Wajah Rara yang bercahaya membuat Pria tersebut terpesona.
" Ada apa Tuan ?" Ucap Assistennya.
__ADS_1
Pria tersebut menghiraukan perkataan Assistennya.
Rara tersenyum, namun lama-kelamaan ia terdiam, wajahnya yang berubah, ia seperti mual-mual.