
Panca Wiguna dan Jian Batari pergi ke arah Ruangan kerja Panca Wiguna untuk mendiskusikan pekerjaan.
Dewi Rara Panas di pekerjakan di bagian Desain interior, dia di bimbing oleh Karina dan Dania meski mereka bukan atasan namun Panca Wiguna sudah memberi tahukan kepada Leader Desain interior untuk mengijinkan mereka berdua membantu Dewi Rara Panas.
Dewi Rara Panas di seret ke Ruangan bagian Desain interior.
" Kamu duduk di dekat kami ya ?" Mendudukkan Dewi Rara Panas.
Karian dan Dania terus menerangkan bagian Desain interior, Rara melihat mulut mereka hampir berbusa karena terus memberikan arahan kepada Rara.
Roh Dewi Rara Panas keluar karena terlalu banyak menerima materi, matanya seolah berputar-putar, ia sangat kebingungan.
" Aku lebih baik di rumah,, makan, tidur, nonton TV ?" raut wajah sedih. " Dari pada di sini,, Kepalaku hancur ?" Gumamnya, melihat Karina dan Dania, Rara menjambak rambutnya sendiri karena ia merasa kepalanya sakit.
Beberapa jam kemudian, yang menunjukkan pukul 12.00, Alarm kantor berbunyi yang menandakan bahwa Waktunya istirahat.
( Ting,, tong ) Alarm berbunyi.
" Akhirnya,, ?" Dewi Rara Panas menundukkan kepalanya ke meja.
Ia nampak kelelahan walau baru setengah hari ia bekerja namun sudah membuatnya kewalahan.
__ADS_1
" Rara,, ayo kita ke kantin ?" Ucap Dania.
Dewi Rara Panas mengangakat kepalanya melihat ke arah Dania. " Kantin,, Makan. Ayo ?" Dewi Rara Panas yang tadinya murung setelah mendengar makanan ia langsung bersemangat.
" Ayo,, ?" berdiri, menghadap ke arah Dania dan Karina. " Tapi,, Panca belum menghampiri ku dari pagi ?" Gumamnya, Dewi Rara Panas nampak sedih.
Mereka bertiga pergi ke Kantin bersama.
Sesampainya di kantin Dewi Rara Panas berpapasan bertemu dengan Jian yang hendak pergi ke suatu tempat.
Karina dan Dania membungkuk memberi hormat kepada Jian, namun Dewi hanya menatap wajah Jian.
Dewi Rara Panas mengangakat tangannya, dan mengarahkan ke Jian, dia berkata " Hai,, Namaku Rara Panas ?" mengulurkan tangannya.
Rara tersenyum, namun tetap saja Jian enggan berjabat tangan dengan Rara.
" Tap,, tap,, tap " Panca Wiguna menghampiri mereka.
" Panca ?" Ucap Rara dengan semangat, ia melihat Panca berjalan ke mendekat.
Jian langsung menoleh melihat ke arah Panca, namun tidak di sangka Panca melewatinya begitu saja.
__ADS_1
Jian tertegun, bahwa Panca baru saja mengabaikannya karena wanita. Panca pergi mendekati Rara.
" Rara,, kamu sudah makan ?" menyentuh rambut Rara.
Rara tersenyum lebar, orang yang dia tunggu-tunggu akhirnya menemuinya bahkan Panca memberikan perhatian kepadanya.
" Mmm,, !" Menganggukan kepalanya, tersenyum. Pipi Rara terpesona.
" Baguslah,, !" tersenyum.
Jian merasa tersingkir oleh Rara, apalagi melihat mereka berdua sangat akrab.
Jian berpikir, bahwa ia pikir selama ini yang dia tahu kalau Panca Wiguna selalu Cuek terhadap Wanita selain dirinya itu juga sebelum ia di jodohkan dengannya.
Tapi ia melihat Panca dekat dengan Rara, bahkan Panca sangat perhatian kepadanya. " Siapa wanita itu,, ?" melihat ke arah Panca dan Rara.
Beberapa saat kemudian, mereka selesai makan. Rara masih senyum-senyum sendirian karena orang yang di cintai nya.
Mereka kembali ke ruangan Desain interior, dan tak sengaja melihat sebuah buket bunga mawar merah di meja Karina.
Karina langsung mengambil Bunga tersebut dan menanyakan ke Rara dan Dania. " Bunga dari siapa ini ?" menunjukan.
__ADS_1
Dania mengambil buket bunga dari tangan Karina, ia mengamati bunga tersebut dan melihat sebuah surat di dalamnya yang bertuliskan ( Semoga kamu senang dengan Bunga Mawar tertanda Misterius ).