Cinta Dewi Rara Panas

Cinta Dewi Rara Panas
Kebangkitan Sang Dewi Rara Panas prat 1


__ADS_3

Panca Wiguna, yang pulang sehabis dari Rumah Sang Kakek ia membawa semua Wayang Golek Kakeknya.


Panca Wiguna sedang mandi.


Sinar Rembulan menyinari Tubuh Wayang Golek Dewi Rara Panas.


Cahayanya berkelip-kelip, Wayang Golek Dewi Rara Panas juga memancarkan cahaya yang begitu terang.


" Klakk,,, " Membuka pintu, Panca keluar dari kamar mandi, ia berjalan sambil mengeringkan rambutnya dengan handuk.


Panca merasa silau, ia berjalan menuju jendela kamar. Ia menutup gorden " Srek,,, ".


Panca Wiguna duduk membelakangi Wayang Golek Dewi Rara Panas, ia tidak menyadari kalau Wayang Golek Dewi Rara memancarkan cahaya.


" Kring,, kring,, kring " Telepon masuk dari Ayahnya ( Arya Wiguna ).


Panca Wiguna meraih Handphonenya, ia menerima telepon tersebut. " Halo,, ?" berdiri.


" Iyah,, Kakek menyuruh aku menyimpan semua Wayangnya ?" Lanjutnya.


Dari suara Ayahnya " Apalagi,, yang Kakek katakan ?" duduk di ruang kerjanya.


" Hehehe " Panca Wiguna tersenyum. " Hmp,, Kakek hanya berpesan agar aku tidak seperti Ayah ?" Panca Wiguna tersenyum.


" Hahaha,, kamu bisa aja ?" Ayahnya tertawa, mendengar pernyataan Panca Wiguna. " Ya sudah,, kalau begitu Ayah menutup teleponnya ?" Ucap Arya Wiguna.


" Ya, Ayah ?" Panca menutup teleponnya.

__ADS_1


Panca Wiguna meninggalkan kamarnya, ia pergi keluar untuk membuat makan malamnya sendiri.


Panca Wiguna bukan hanya Pengusaha sukses,ia bahkan selalu memasak makanannya sendiri.


Di kamar Panca Wiguna, Sinar Rembulan yang menyinari Tubuh Wayang Golek Dewi Rara Panas.


" Criling,,, Criling,, " Keluarlah, seorang wanita cantik hidung mancung kaki yang mulus dan putih berbaring di kasur Panca Wiguna yang menggunakan Pakaian tradisional Indonesia yang menggunakan mahkota dan berbaju hijau berselendang kuning.


Setelah selesai makan Panca Wiguna kembali ke kamarnya, ia hendak tidur. Akan tetapi sesampainya di kamar.


" Klakk,, " menutup pintu.


Panca berjalan " Tap,, tap,, tap " menghampiri Ranjangnya, Panca Wiguna duduk di mematikan lampunya, Panca Wiguna menarik selimut ia berbaring.


" Kenapa,, sempit sekali ?" Panca Wiguna menoleh, melihat seorang wanita yang tidur di ranjangnya.


Panca mengintip ke arah wanita tersebut, " Bagaimana dia bis masuk kedalam kamarku ?" Kebingungan.


" Jangan,, jangan !" Panca Wiguna berpikir yang bukan-bukan. " Dia adalah Siluman ?" Lanjutnya.


Panca Wiguna tidak berani mendekati wanita tersebut jadi ia memutuskan untuk berjaga semalam.


Tengah malam.


Panca Wiguna terjaga semalaman ia terus mengamati wanita itu. Panca Wiguna beberapakali tertidur dengan posisi duduk.


" Mmm,,, !" Wanita itu meregangkan tangannya, ia duduk melihat ke arah Panca Wiguna tidur di sofa.

__ADS_1


Turun dari ranjang, ia berjalan menghampiri Panca Wiguna " tap,, tap,, tap,, " Wanita itu merasa kebingungan.


Wanita itu mengulurkan tangannya, ia menyentuh pipi Panca Wiguna dengan tangannya.


Panca Wiguna terbangun, ia perlahan-lahan membuka matanya ia melihat Wanita itu ada di hadapannya.


" Ahhh,,, " terkejut.


" Ahh,, " Wanita itu juga berteriak.


" Si,,siapa kamu ?" berteriak.


Wanita memukul kepala Panca mengguna menggunakan sebuah buku tebal yang berada di sampingnya di atas meja.


" Bukk,, " memukul.


Panca Wiguna seperti tertabrak mobil ia terkapar di sofa kamarnya dan tak sadarkan diri.


Ke esokan paginya.


Panca Wiguna terbangun, ia sangat kesakitan akibat hantaman buku tebal tersebut.


" Ahhh,, sial. Kepalaku pusing sekali ?" menggelengkan kepalanya.


Wanita itu hendak memukul kepala Panca Wiguna lagi.


" Ehh,, tunggu ?" berteriak, Panca Wiguna memohon untuk tidak di pukul lagi.

__ADS_1


Wanita itu terdiam, sepertinya ia mulai memahami perkataan Panca Wiguna.


__ADS_2