Cinta Dewi Rara Panas

Cinta Dewi Rara Panas
Akibat terlalu cemburu


__ADS_3

Malam itu.


Dania di ajak oleh Dara makan malam bersama temannya Lehan dan Maeda.


Namun tak di sangka Maeda merasa cemburu melihat Dania berkenalan dengan Lehan.


" Cheers !" Ucap Dara.


Dania celingak-celinguk, Maeda yang mengetahui kalau Dania tidak suka minum alkohol.


Ia meraih minuman dari tangan Dania.


" Eh,, !" Dania terkejut.


Dara merasa iri, melihat Maeda selalu memberikan perhatian lebih kepada Dania.


Maeda meneguk minumannya dan dia meminumnya sendiri. " Ah,, !" menaruh di gelas.


" Dania,, maukah kamu menari dengan ku ?" Lehan mengulurkan tangannya, mengajak Dania menari.


Di restoran yang mereka kunjungi bukan hanya menyediakan makan namun di sana juga terdapat berbagai macam tempat seperti Club' dan Karoke.


Dania tersentuh, ia menganggukkan kepalanya menerima ajakan Lehan untuk menari bersamanya.


Dania dan Lehan pun menari bersama, beberapa orang juga sedang menari.


Maeda semakin geram melihat kebersamaan Dania dan Lehan, sehingga ia mengabaikan keberadaan Dara.


" Dara,, maukah ?" Terpotong.

__ADS_1


Maeda menaruh gelas di meja dengan sekuat tenaga sehingga membuat Dara terkejut mendengarnya.


Dara kesal dengan sikap Maeda yang selalu mengacuhkannya.


Beberapa saat kemudian.


Maeda sudah menghabiskan satu botol minuman. Maeda berdiri ia berjalan ke arah Dania dan Lehan yang tertawa dan menari bersama.


Dara langsung mengikuti Maeda, ia berusaha mencegah Maeda mendekati Dania.


" Kita menari ?" Dara memegang tangan Maeda yang sedikit mabuk.


Maeda dan Dara pun menari beberapa sentimeter dari Dania dan Lehan.


Dania menoleh ke arah Maeda dan Dara. Tapi Lehan berusaha membuat Dania sibuk dengannya.


( Suara MC ) " Sekarang kalian,, bertukar pasangan dengan sebelah kalian ?" Ucapnya.


" Maeda,, ?" Ucap Dania terkejut.


" Apa,, kamu tidak suka ?" Ucapnya, Maeda merangkul pinggang Dania.


" Apa yang kamu lakukan ?" Dania meronta-ronta berusaha melepaskan diri, Dania menoleh ke sana-sini.


Maeda mencium bibir Dania.


Dania menampar wajah Maeda dengan keras, " Kamu,, ?" Dania memalingkan wajahnya, ia berjalan mengambil tasnya lalu pergi.


Maeda yang terkejut dengan ulahnya sendiri, ia membalikan badannya melihat ke arah Dania. " Dania,, apa yang sudah aku lakukan ?" Maeda menyentuh wajahnya yang tertampar oleh Dania.

__ADS_1


Semua orang yang berada di restoran Saung Abi, terkejut melihat Maeda dan Dania berciuman.


Namun yang lebih terkejut adalah Dara.


" Dania tunggu,, ?" Maeda mengejar Dania keluar.


Dari sisi Lain Raun yang sedang mencari udara segar, ia masih bosan.


" Karina,, dia lagi apa ?" Berpikir, Raun mengambil Handphone di sakunya.


Handphone Karina berdering, panggilan masuk dari My Honey ( Raun ).


" Halo,, aku lagi rebahan ?" Ucap Karina yang sedang berbaring. " Dania sedang pergi keluar bersama temannya ?" Memainkan rambutnya.


" Apa,, ?" Karina bangkit, ia terkejut mendengar kalau Raun akan mampir ke kosannya.


Karina menoleh ke sana-kemari kamar yang berantakan seperti kapal pecah, baju yang berserakan dimana-mana.


" Mampus aku,, ?" Karina langsung bergegas membersihkan kosannya.


Ia mengambil Bra milik Dania dan menyembunyikannya di balik bantal.


Beberapa menit kemudian.


Kosan Karina rapih, namun masih terasa bau apek, ia langsung menyemprot dengan pewangi ruangan.


Bel berbunyi, yang menandakan 6 Raun sudah tiba di kosan Karina.


Karina bergegas membukakan pintu untuk Raun, ia bercermin membenarkan rambut namun ia merasa bibirnya kurang merona ia menambahkan lipstik.

__ADS_1


Karina berjalan ke pintu, " sebentar ?" Ia membukakan pintunya.


Karian tersenyum, ternyata Raun datang.


__ADS_2