
Panca dan Jain Batari dalam perjalan pulang.
Panca dan Jian melewati sebuah Kafe, yang di dalamnya ada Raun Gani yang sedang kencan buta bersama para wanita se-pekerjaan namun berbeda bagian.
" Ahh, aku pulang saja ?" Ucap Raun Gani yang malu untuk berkencan.
" Aehh,, jangan gitu dong. Sebentar lagi mereka datang kok ?" Ucap teman Raun Gani sambil merangkul pundaknya membujuk Raun Gani bersedia untuk menemui para gadis.
" Ini,, merusak reputasi ku sebagai Pria jantan ?" memalingkan pandangannya.
" Hahaha " temannya menertawakan.
" Kamu tuh,, jangan banyak bergaul dengan Panca Wiguna dia itu Gay ?" meledek.
" Apa ?" menggenggam kerah baju temannya yang barusan meledek Panca Wiguna. " Dia itu sahabatku,, kalian jangan berani menyinggungnya atau kalian terima akibatnya ?" menepiskan.
" Sorry,, sorry. Gue hanya bercanda ?" memohon ampun.
Suasana menjadi Canggung, Raun Gani berdiri ia hendak meninggalkan teman-temannya setelah apa yang mereka katakan kepada Sahabatnya.
" Tap,, tap,, tap " 3 wanita berjalan menghampirinya.
Raun Gani melihat ke salah satu wanita yang menghampirinya.
__ADS_1
" Ah,, aku lupa mobilku mogok. Gue nebeng yah ?" bicara ke teman yang baru saja ia marahi.
" Loh,, bukannya mobil kamu baik-baik saja ?" Ucap salah satu temannya.
" Hehehe,, gak tahu tiba-tiba saja ?" menggaruk-garuk kepalanya.
Salah satu wanita melihat Raun Gani menggaruk-garuk kepalanya. " Ih,, siapa sih Pria itu, Jijik lihatnya ?" mengerutkan bibirnya.
" Hai,, Aku bawa teman Namanya Karina Sasani ?" mengarahkan.
" Hai,, Karina ?" Ucap Serentak para lelaki.
" Hai,, ?" menyiyir.
" Oh,, dia namanya Karina. Bagus juga nama nya ?" Raun Gani senyum-senyum sendiri sambil melihat Karina Sasani.
" Kalian sudah memesan makanan dan minumannya ?" Ucap teman Karina.
" Biar aku saja ?" Karina Sasani mengusulkan dirinya untuk memesan makanan ke Kasir.
Karina Sasani berdiri, ia berjalan melewati Raun Gani. " Eh,, eh,, " Kaki Karina ke sandung.
Ia terjatuh ke pangkuan Raun Gani dan tak di sangka-sangka ia malah memegang Si Raja Pisang milik Raun Gani.
__ADS_1
Karina Sasani dan Raun Gani saling menatap satu sama lain, Raun Gani juga malah terdiam.
" Ah,, Ala ma ?" Ucap Raun Gani dalam hatinya.
Karina langsung berdiri, dan di bantu oleh teman sebelahnya.
" Kalian cocok sama-sama Jomblo ?" Ucap Teman Raun Gani.
Raun Gani senyum-senyum. Sedangkan Karina Sasani langsung pergi memesan makanan dan minumannya.
Setelah memesan makanan Karina duduk kembali, ia duduk berhadap-hadapan dengan Raun Gani. Wajah Karina merona ia masuk malu kejadian barusan.
" Andai saja,, aku tidak menyentuh Benda terlarang ?" Gumam dalam hatinya, Karina Sasani menundukkan kepalanya sejenak, ia sedang merenungkan kembali ulahnya.
" Dia wanita yang Agresif,, mungkin aku harus belajar kepadanya ?" Senyum-senyum sendiri.
" Ih,, Pria ini menjijikan. Ingin rasanya menghilangkan diri ?" Raut wajah melas, Karina Sasani melihat ke arah lain.
" Raun Gani adalah Pria berkarisma di perusahaan kami dan ?" terpotong.
" Kamu lupa Kita ini se-perusahaan ?" Bukankah,, tadi siang kamu bilang Raun Gani adalah Jomblo sejati ?" Ucap Teman Karina Sasani.
Raun Gani langsung memberikan pandangan mematikan kepada Temannya yang membuatnya malu di depan Para wanita.
__ADS_1
" Kamu kenapa,, bilang ?" Teman Raun Gani membisikan ke teman Karina Sasani yang baru saja membocorkan perkataan Teman Raun Gani kepadanya.
Api dalam tubuh Raun Gani mulai membara, membakar dirinya.