
Di Kantin, perusahaan Panca Wiguna.
" Aku,, bersama Panca ?".
" Prept,,, " Karina Sasani tersedak. Ia nampak terkejut sekali dengan pernyataan Dewi Rara Panas yang menggemparkan dirinya.
" Hah,, jadi dia kekasih Tuan Panca Wiguna ?" Gumamnya, Karina tercengang dan membuatnya jadi kaku seperti patung.
Suasana pun menjadi Canggung, kecuali Dewi Rara Panas yang sedang rakus makan.
Dari kejauhan Dania melihat sahabatnya sedang duduk berdua dengan seseorang, Dania marah " Oh,, jadi dia sudah punya teman baru ?" Tatapan sinis.
Dania melangkah sambil mengepalkan tangannya ia kesal melihat Karina melupakannya.
" Tap,, tap,, tap,, " melangkah.
Karina melihat Dania berjalan menghampirinya meski sedikit terhalang oleh kepala Dewi Rara Panas.
" Kamu,, su,, ?" Dania di hampir Karina yang langsung membekap Dania dengan tangannya secara paksa. " Apa,, ?" melepaskan, namun Karina terus membekapnya.
" Sttt,, " Jangan berisik, Karina melototi Dania yang meronta-ronta. " Nanti dia dengar ?" Suara pelan.
" Memang dia siapa ?" Suara pelan, Dania menunjuk ke Dewi Rara Panas.
__ADS_1
" Dia kekasih Tuan Panca Wiguna ?" Suara pelan, Karina merasa tertekan.
" Apa,, ?" Suara lantang, Karian memukul pundak Dania yang berteriak.
Dewi Rara Panas panas menoleh ke arah mereka sambil mengunyah ia malah sibuk makan.
" Hehehe,, " mereka tersenyum. Dania dan Karina duduk bersamaan menghadap Dewi Rara Panas.
" Silakan makan,, jangan sungkan ?" tersenyum, Dewi Rara Panas menawarkan.
" Iyah,, jangan sungkan karena itu makanan ku ?" Wajah memelas, Karina meratapi makanannya yang habis di lalap oleh Dewi Rara Panas.
" Mmm,, " Dania mengambil ancang-ancang. Karina menyenggol lengan Dania.
" Kamu Pacarnya Tuan Panca Wiguna ?" raut wajah serius, Dania dan Karina menatap Dewi Rara Panas dengan tatapan tajam.
Karina dan Dania terjungkal dari tempat duduknya. Mereka tercengang mendengar Dewi Rara Panas tidak mengetahui arti kata Pacar.
" Bagaimana aku menjelaskannya ?" menoleh ke arah Karina, dan Karian menyemangati Dania.
" Semangat ?" tersenyum.
"Pacar itu,, kamu selalu bareng-bareng sama Pria yang kamu sukai siang maupun malam ?" Dania merasa kurang menjelaskan kepada Dewi Rara Panas nya.
__ADS_1
" Oh,, contohnya tidur bersama ?" Menatap mereka.
Karina dan Dania terkejut, mereka saling menatap. " Ternyata,, Tuan Panca bukan Gay ?" suara pelan, Dania membisikan ke telinga Karian.
" Jangan banyak bicara,, nanti dia dengar bagaimana ?" Raut wajah sedih.
" Berapa Ronde kamu ?" Dania malah bertanya yang tidak-tidak kepada Dewi Rara Panas.
Karina membekap lagi mulut Dania yang bicara sembarangan.
" Jadi,, aku pacar Panca Wiguna ?" Dewi Rara Panas senyum-senyum sendiri. " Lalu apa yang dilakukan untuk pacar ?" menatap.
" Dia ini hidup di zaman apa sih ?" raut wajah sedih, Dania dan Karina kesusahan menghadapi Dewi Rara Panas yang super-duper polosnya.
" Tapi di katakan pacar jika kalian saling suka atau menyukai ?" Ucap Karina dengan lemah lembut menjelaskan kepada Dewi Rara Panas.
" Oh,, Panca Wiguna tidak menyukaiku tapi,, Aku tidak perlu repot-repot karena Aku yang menyukai ?" Cengengesan, Dewi Rara Panas menutupi wajahnya merona karena ia malu.
" Tap,, tap,, tap " Suara langkah kaki menghampiri mereka.
Karina dan Dania berdiri, mereka langsung memberi hormat kepada Panca Wiguna yang berdiri di belakang Dewi Rara Panas.
" Tuan Panca ?" serentak.
__ADS_1
Dewi Rara Panas menoleh ia langsung berdiri " Panca ?" tersenyum bahagia melihat Panca.
" Ikut aku ?" Panca meraih tangan Dewi Rara Panas dan mengajaknya pergi meninggalkan mereka.