CINTA GILANG

CINTA GILANG
Cinta itu menjadi nyata.


__ADS_3


"Aku memang mencintai Dia tapi aku tahu dunia kita berbeda.


Hembusan angin yang menerpa seakan menghantarkan rindu yang begitu mendalam.


Bagaikan bintang dilangit


yang bisa di lihat namun tidak bisa disentuh.


Sekeras aku mencoba menghilangkan dia dari pikiran, namun hati kecilku menantang pikiran ini.


Mencoba menahan rindu ini walau sakit namun aku menikmatinya.


Gilang andai saja aku bisa mengutarakan rasa ini mungkin beribu-ribu kata yang akan keluar dari bibirku dengan kata yang sama,


Cuma tiga kata


" AKU Rindu kamu", Batin Zalina saat menulis kata-kata indah itu yang Ia tuangkan dalam tulisanya.


Begitu ramainya kafe Quin di sore hari banyak pelanggan yang datang memesan makanan. duduk menikmati indahnya sore hari dengan tenggelamya mentari di ufuk barat, menikmati musik yang dinyanyikan band-band kafe.


saking ramenya , kepala kariawan Quin membagi tugas kepada para anggotanya. Zalina yang merupakan salah satu kariawan di kafe Quin ditugaskan mencuci piring-piring kotor.


karena kecapean Zalina duduk sebentar di salah satu kursi dapur khusus kariawan sambil melap-lap keringat dengan tissu dan bermain ponselnya sebentar.


Zalina masuk ke instgramnya memposting statusnya di akun instgramnya.


" Seperti mentari yang selalu bersinar di bumi, walau ada kelelahan, dia tetap menyinyari bumi.


begitulah aku".💪


" Tidak sengaja status Zalina tersebut di baca oleh nando yang kebetulan duduk dengan Gilang di kafe Quin sore itu.


" Nan. lo sama Ina pacaran?, apa lo sayang sama dia?",


tanya Gilang pada nando namun tatapannya melihat pemandangan sore jakarta lewat jendela yang ada di hadapanya.


" Kalo gue tidak sayang dia, tidak mungkin gue mau bertahan untuk waktu yang cukup lama ini", jawab nando sambil terus melihat postingan Instgram dari Zalina.


Gilang menarik nafas sedikit lalu membalikan wajahnya menatap nando sambil berkata,


"Ya siiii... ,lo benar juga "


" Apa lo tahu dimana Jian sekarang?",


sambung Gilang yang terus menatap Nando seakan ingin tahu di mana Jian, cinta pertamaya itu berada. sudah tiga minggu Gilang di Jakarta tapi sayang dia tak mendengar sedikit pun kabar gadis itu.

__ADS_1


" Lo masih Cinta sama Dia ?"


"Ngak si....aku hanya ingin tahu,seperti apa dia sekarang", Sahut Gilang sambil meminum jus dan kembali melihat keluar."


" Lang apa lo akan balik ke london lagi?", untuk sejenak Nando menatap Gilang seakan dia tahu kalo Gilang lagi kesepian."


" Mungkin, karena aku lebih nyaman berada di sana, yah...walau sedikit berbeda dengan disini".


" Terus bagaimana dengan pertunangan kamu?, tinggal setahun kamu tamat dan itu artinya kamu harus menikah dengan Reina".


" Hahahah.... tawa Gilang dengan wajah yang bukan bahagia tapi tertawa dengan wajah yang kesal.


" Pertunangan itu dijodohkan oleh mama dan papa. Gue sama sekali tidak menyukai dia, apa lagi pertunangan itu adalah kesepakatan ayah dan papanya untuk bisnis bukan karena cinta".


"Setelah tamat gue sendir yang akan memutuskan pertunangan itu. tidak peduli dengan apa yang akan terjadi sudah gue pikirkan sebelumnya".


" Apa kamu sudah punya kekasih di london?


tanya nando dengan muka yang polos dan dahi yang sedikit kerut."


Belum Gilang menjawab pertanyaan Nando, Mata Gilang terpana pada seorang gadis cantik berambut panjang dan tebal sedang melayani pelanggan di luar. Dia menatap gadis itu dengan tatapan yang begitu mendalam, perasaan Gilang terasa berbeda, perasannya kali ini berbeda dengan perasaannya yang sebelum pada Jian.


Jantung Gilang berdegup kencang dan tatapanya tak berkedip sedikitpun.


Senyuman tipis di ukir dari bibirnya, Ia mengambil kembali jusnya untuk diminum. Namun tatapanya terus melihat pemandangan Yang indah


Nando yang dari tadi sibuk bermain ponsel sedang membalas chat wa dari Ina menutup ponselnya, lalu menyimpanya di meja.


Nando kembali bertanya pada Gilang tentang pertanyaan tadi namun, pada saat dia melihat Gilang yang sedang tersenyum. bibibir Nado terhenti berucap, matanya mengikuti tatapan Gilang di luar dan Nando kaget melototkan matanya kalo yang dilihat Gilang adalah Zalina sahabat sekaligus teman sekolahnya.


" Woiiiiii ko bengong , dia adalah Zalina teman sekolah kita smp.


Masa lo tidak kenal?, lihatnya kaya orang yang baru kenal saja".


" Suara lo cempreng kaya tempat nasi, tidak bisa suara lo pelan sedikit", kata Gilang yang menutup kedua kupingnya dengan kedua tanganya sambil memasang wajah yang sedikit kerut di dahi dan kesal.


"Aku tidak terlalu ingat Dia. lain kali bisa tidak pelankan suara tempat nasi kamu itu".


" Ya pak suara merdu.heheheh....",


bisik nando sambil tertawa pelan.


" Lo kenal gadis tadi?"


" Ya kenallah. kan dia sahabat cewe gue"


"Oh...",sahut Gilang singkat dengan bibirnya di majukan ke depan.

__ADS_1


" Gue sangat kagum sama dia.


Dia gadis yang kuat , lo tahu dia baru mengalami masalah dua minggu lalu.


Ibunya meninggal karena kecelakaan mobil,


Ayahnya seorang pemulung tapi tak peduli apa kehidupannya dia adalah gadis pekerja keras menurut Gue".


"Dia pernah ditembak sama Niko tapi sayang Dia menolaknya.


Dia cantik bukan, beruntung jika ada pria yang memilikinya".


" Maksud lo dia dari keluarga sederhana?, Lo naksir sama dia?"


tanya Gilang yang sangat serius mendengar cerita tentang Zalina darI Nando sambil mengakat alis kanan dan menatap dingin Nando.


" Lang. bukanya naksir tapi aku simpati sama dia, andai aku belum memiliki Ina pasti aku akan mendekati Dia",Jawab Nando sambil melihat Zalina di luar.


"Ini cuma sekedar membantu kamu jika kamu penasaran siapa Zalin", jahil Nando pada Gilang. Sambil menyodorkan nama aku media sisial Zalina pada Gilang.


" Ini akun istgramnya.


" @Zalina33, kalo lo kepo sama dia."


"Hahahaha.... sudah aku mau pulang ", kata Gilang sambil tertawa lebar mengambil jeket putihnya, lalu beranjak dari tempat duduknya dan kembali membalikkan Badannya menatap Nando yang bingung dengan sikap Gilang.


lalu kembali berkata


" ngomong- ngomong terima kasih untuk infonya , aku akan pertimbangkan."


" Bilang saja lo naksir sama dia,bisik nando di telinga Gilang saat dia di hadapan Gilang sedikit mendekatkan bibirnya ke samping telinga Gilang dan tersenyum lalu Nando melangkah keluar.


Gilang yang mendengar perkataan Nando mengerutkan sedikit dahinya dan tersenyum. yang menandakan,


"Mungkin siiii, bisik Gilang dalam hati",


Sambil ia melihat keluar di mana Zalin yang sedang membereskan meja,


Lalu Gilang melangkah keluar pintu menyusul Nando."


Mulai dari situ Gilang mencari tahu semua yang berkaitan dengan Zalina. mulai dari tempat tinggal Zalina ,Sosmed Zalin bahkan sampe Zalina sudah ada pacar atau belum hanya, satu yang Gilang belum dapat Nomor hp Zalin.


Dia mau minta di Nando tapi nanti Nando akan curiga


Hingga akhirnya Gilang yang memutuskan dia yang meminta langsung dan mulai mendekati Zalina.


Dari sinilah perjuanggan Cinta yang hanya angan-angan bagi Zalina menjadi Cinta yang nyata. Bersambung.

__ADS_1


__ADS_2