
Siang itu Gilang memutuskan untuk pergi menjemput Reina di sekolah. dia sengaja pergi ke sekolah Reina agar bisa bertemu dengan Zalina, semuanya pun sesuai rencana Gilang Reina yang mendapat pesan masuk dari Gilang yang mengatakan akan menjemputnya.
"Hari ini aku yang menjemput kamu, aku sudah ijin sama mama dan bapa kamu, Sekalian kita makan siang diluar.
By Gilang.
Reina langsung melompat Girang di dalam kelas yang mengagetkan semua orang serta Zalina dan Ina.
Zalina yang mendengar sebutan nama Gilang dibibir Reina jantungnya mendadak berdebar -debar, dadanya sesak dia tak tahua apa yang harus dilakukannya saat bertemu dengan orang yang sangat dia rindukan itu.
" Zal lo lo kenapa?", tanya Ina.
"Apa lo sakit?",
bicara pelan Ina lagi yang duduk sebangku dengan Zalin sambil menatap Zalin dan memegang bahu Zalin.
" Ahhhh.... tidak apa- apa Ina. aku hanya kaget dengan teriakan Reina", sahut Zalin sambil terseyum.
" Syukurlah aku pikir kamu sakit. Zal lo kenal sama Gilang tunangannya Reina?", tanya balik Ian lagi.
__ADS_1
" Yang aku dengar- dengar si katanya dia anak orang kaya raya. lo kenal kan perusahaan Mada?. dia bukan kaya tapi juga tampan, pantas saja Reina tergila- gila sama dia", Jelas Reina sambil memutar-mutar pikiranya megenai informasi keluarga Mada.
" Ya wajarlah Reina suka dia, kan dia tunangan Reina",
bisik pelan Zalin pada Ina sambil melirik sedikit ke Reina.
"Ledy hari ini aku harus tampil cantik. Ini pertama kali dia yang mangajak aku makan siang di luar lagi", bicara Reina penuh semangat sambil merias wajahnya yang dilihat di cermin yang dipegang oleh tangan kiri dan mengatur rapi rambutnya.
" Keliatan sekali Reina begitu bahagia dia bahkan sudah sangat berubah dia tidak seperti dulu lagi.
Ren aku rindu kamu , aku ingin memelukmu dan mengatakan aku iklas kamu dengan Gilang,
air mata Zalin menetes dipipi.
Dia lalu melihat keluar jendela agar tidak dilihat oleh Ina.
Namun Ina mengetahuinya secara pelan Ina memutar tubuh Zalin berbalik padanya lalu berkata ,
" Zal tidak sepantasnya lo meneteskan air mata untuk orang seperti dia. Dia sudah berubah, lo masih ada aku", Zalin yang menatapn Ina dengan dingin lalu memeluk Ina begitu erat dan berkata pada Ina.
" Terima kasih Ina ,terima kasih."
__ADS_1
Air mata Zalin mengalir di pipinya. lalu berbisik lagi dalam hati.
Dalam diam aku lemah
dalam diam aku menginkanmu,
Namun sayang dunia kita berbeda seperti langit dan bumi,
Cinta kadang membuat kita sulit menentukan mana yang baik dan mana yang tidak,
bukanlah salahnya menjauh dari aku ,karena aku memang pantas dijauhinya.
Dimana aku belum bisa melupakan Dia. Dia yang tak lain adalah tunangan sahabat aku sendiri.
Aku menginkanmu Gilang tapi kamu bukan milikku dan dunia kamu dan aku tidak akan selamanya menyatu .
Zalin melepaskan pelukannya dari Ina sambil memaksakan senyum walau dibalik senyum itu terselip tangisan.
__ADS_1