CINTA GILANG

CINTA GILANG
Tamat~ Cinta Gilang.


__ADS_3

 



Gilang yang melihat Zalina langsung meneteskan air matanya, Gilang berlari sekencang mungkin menghampiri Zalina, saat tiba di hadapan Zalina, tangan Gilang langsung menarik tubuh Zalina ke dalam pelukannya. Gilang memeluk Zalina begitu erat sambil menangis bahagia dengan tanganya mengelus rambut Zalina dengan lembut sambil tersenyum dengan air mata bahagianya.


 


Sama seperti Gilang, kini Zalina tersenyum bahagia dan Ia pun membalas pelukan Gilang dengan begitu erat. Kedua tanganya dilingkarkan dipinggang Gilang. Niko, Tomy, Nando, Ayah Zalina, dan Reino adik Zalina hanya berdiri dengan senyum lebar sambil menatap adegan pelukan antara Gilang dan Zalina.


Setelah berpelukan beberapa menit, akhirnya Gilang melepaskan pelukanya dari Zalina, dan kini matanya menatap dalam Zalina begitu juga sebaliknya Zalina menatap dalam Gilang.


 


" Kenapa kamu menangis? Hem..., " ucap Zalina sambil menyeka lembut air mata yang ada di pipi Gilang dengan ibu jarinya.


" Ahh... Ini tangisan kebahagian aku karena, aku tadinya berfikir kalo kamu kenapa-kenapa. "


" Kamu tidak apa-apa, 'kan? " tanya Gilang menatap Zalina dengan matanya yang mengisyaratkan kalo ia kwatir dengan Zalina.


" Aku ngak apa-apa Lang. Kamu ngak apa-apa juga, 'kan? " jawab balik Zalina.


Zalina dan Gilang yang saling, mempertanyakan keadaan mereka masing-masing membuat ketiga teman Gilang dan Toy hanya tersenyum-senyum dengan lucu.


" Ya elah.... Kalo mau romantis-romantisan jangan di sini dong, kita yang ngak punya pasangan, 'kan jadi iri, " tutur Tomy pada Gilang dan Zalina.


" Makanya tampan kaya gue, jadi gak jombolo melulu, " sahut Nando mengejek Tomy.

__ADS_1


" Tampanan gue kali, lagian si Ina mau sama lo karena kasihan."


" Apa lo bilang?"


Tomy yang tersenyum lebar sambil melangkah mendekati Nando dan merangkul pundak Nando dengan tawa.


" Becanda, Nando kita tampan, " ucap Tomy sambil tersenyum. Nando yang mendengar ucapan Tomy tersenyum dan membalas rangkulan Tomy.


 


Gilang yang melihat kedua sahabatnya saling mengejek itu hanya tersenyum\-senyum sambil merangkul pundak Zalina. Sedangkan Niko hanya tersenyum\-senyum melihat aksi lucu dari Nando dan Tomy.


 


Di sisi lain Pikke dan para anak buahnya diborgol tangan mereka oleh polisi. Saat Pike yang di bawah polisi untuk di minta keterangan lebih detail tentang kasus kejahatanya. Ia melangkah dengan tatapan tajamnya pada Gilang dengan komplotanya,


" Ini bukan akhir dari segalanya tunggu saja pembalasan aku, " suara Irwan Pikke di samping Gilang dengan senyuman miring diukir dari bibirnya dan kembali melangkah ke depan.


" Akan ku tunggu hari pembalasanmu itu Bapak Irwan Pikke terhormat, " ucap Gilang balik.


Mendengar ucapan Gilang Irwan memutar tubuhnya, dengan tatapan tajam pada Gilang. Dengan semua gigitan rahang yang kuat dalam sana. Lalu Ia kembali diperintah polisi untuk masuk ke dalam mobil polisi mengikuti para anak buahnya yang sudah di dalam.


 


Di markas Irwan tidak hanya Zalina, Gilang, komplotan Gilang dan keluarga Zalina tetapi di sana sudah ada semua Media stasiun televisi yang menugaskan para wartawanya untuk hadir di markas Irwan. Semua kamera di fokuskan pada wajah Irwan dan Gilang. Para wartawan itu tidak menyangka kalo Irwan yang diagungkan dan dihormati oleh masyarakat ternyata adalah seorang yang sangat kejam dan licik.


Dalam sekejap saja berita Irwan menjadi pusat perhatian di seluruh media, baik koran, radio, televisi dan menjadi viral saat itu juga di kalangan masyarakat. Tidak hanya dikalangan masyarakat, berita Irwan juga menjadi viral di kalangan perusahaan, bahkan semua siaran media saat ini pada memberitakan semua tentang informasi Irwan. Hingga berita itu didengar oleh Mada dan Malti, serta Siska dan juga Reina.

__ADS_1


Semua perusahaan Irwan dan Siska serta rumah semuanya disita bank dan disegel. Karena tuntutan dari warga, yang kecewa dengan Irwan. Reina dan Siska menangis meratapi nasib mereka, keduanya tidak menyangka kalo semua perusahaan mereka bangkrut. Dan harus hidup sebagai orang biasa.


 


Dan saat itu juga semua berubah, Malti dan Mada menyetujui hubungan Gilang dan Zalina. Mereka menyetujuinya saat melihat kebahagian yang tidak pernah mereka lihat selama 18 tahun Gilang bersama mereka. Menurut mereka Gilang begitu bahagia saat bersama dengan Zalina. Dan kebahagian Gilang ada pada Zalina. Sejak mengenal Zalina Gilang menjadi lelaki yang mandiri dan mampu membuktikan dirinya kalo Ia adalah anak yang tidak manja. Semua itu terbukti karena Gilang berhasil membuktikan kejahatan Irwan Pikke selama ini.


 


••••••••••


Kedua orang tua Gilang mengumumkan pertunangan Zalina dan Gilang pada media, dan membatalkan pertunangan Gilang dan Reina.


 


" Aku sangat mencintaimu Zalina, " ucap Gilang saat Ia memasangkan cicin di jari manis Zalina. Di depan semua keluarga, kerabat Mada.


Setelah memasang cicin di jari manis Gilang, kini giliran Zalina yang memasangkan cincin di jari manis Gilang. Pertukaran cincin antara Zalina dan Gilang pun berakhir yang diikuti tepukan tangan dari para tamu undangan.


Gilang kembali menatap Zalina dan berkata pelan, " Aku mencintaimu, " Ucap Gilang.


" Aku juga mencintaimu Lang, " balas Zalina.



Mendengar jawaban Zalina yang diikuti senyuman bahagia, Gilang menarik Zalina ke dalam pelukan Gilang dengan sangat erat sambil terus tangan Gilang mengelus lembut rambut Zalina. Dan tepukan tangan bahagia dari para tamu mengiringi pelukan antar Gilang dan Zalina yang sedang diliputi kebagian.


 

__ADS_1


Tamat.


 


__ADS_2