CINTA GILANG

CINTA GILANG
Keterkejutan~ Cinta Gilang


__ADS_3

Semua anak-anak sekolah bangsa terutama cewe-cewe terhipnotis, dengan sebuah mobil sport biru yang memasuki halaman sekolah bangsa.


Seorang lelaki tampan memakai baju distro biru ,celana jeans hitam, sepatu putih yang mahal, rambut yang diacak-acak tapi sangat kool, memakai kacamata hitam yang turun dari mobil sport birunya.


Dengan gayanya yang memasukkan tangan kesaku celana, menginjak kakinya di tanah halaman sekolah , dia adalah siapa lagi kalo bukan si tampan Gilang Mada.


" Gilang.... , teriak Reina dari depan lorong sekolah."


" Itu tunangan lo Ren ?,Gilang mada?. tampan sekali beruntungnya Reina memilikinya", kata Ledy teman sebangku Reina sambil memegang pipinya dengan kedua tangannya, dan membulatkan bibirnya yang terpesona dengan ketampanan Gilang.


" Malas gue jemput Dia. untuk karena satu sekolah dengan Zalina kalo, tidak malas sekali mau jemput dia", Batin Gilang bergumam.


" Maaf ya buat kamu menunggu, ucap Reina saat di hadapan Gilang.


" Tdak juga aku baru sampe, oh ...ya kita tunggu Nando dulu", kata pelan Gilang pada Reina.


" Ok!. Sahut balik Reina tanpa bertanya sambil mengandeng Lengan Gilang yang mengagetkannya."


" Bisa tidak jangan peganggan, ini tempat umum.bukan rumah", bisik Gilang yang berusaha melepaskan lenganya dari lengan Reina.


" Kenapa tidak?, kan kamu tunangan aku?, ya wajarlah aku mengandeng kamu."


"Terserah kamu saja", ketus Gilang yang kesal dan tidak nyaman sama sekali saat Reina menggandeng lengan kananya.


Zalina yang sudah berganti pakaian sekolah dengan pakaian kerja di toilet ganti putri, melihat ke cermin sambil merapikan rambut dan tersenyum, mengakat tangan kanannya membulatkan jari tunjuk bertemu Ibu jarinya di atas sambil berkata sendiri di cermin.


" semangat Zalina , hari ini harus lebih baik dari hari kemarin, demi Ayah dan Reino."


Dia mengenakan baju dan celana seadanya sederhan namun tetap Cantik.


" Zal. sudah apa belum?" , teriak Ina dari luar pintu yang sedang menunggu sahabatnya itu.


"Bentar lagi!",teriak Zalina dari dalam. Beberapa menit kemudian pintu kamar mandi terbuka Zalina melangkah ke luar sambil berucap.


" Maaf buat kamu menunggu,


ayo jalan nanti nando ngambek lagi", ketawa lepas Zalina saat menggengam telapak tangan Ina lalu tersenyum tipis saat menyebut nama Nando."


Keduanya berjalan keluar dari area toilet dan melangkah di koridor sekolah yang bertujuan pergi ke depan sekolah untuk mau menemui Nando. Sedangakan Zalina harus pergi ke kafe Quing untuk bekerja seperti biasanya.


Saat keduanya berjalan sambil tersenyum ,mereka kaget dengan murid yang lain di mana mereka berlari - lari melewati koridor sekolah ke depan.

__ADS_1


Zalina dan Ina pun melempar pandangan satu sama lain lalu, keduanya ikuti berlari. Setelah sampai di sana Zalina dan Ina melihat ke depan, ternyata yang dilihat di depan adalah Gilang Reina, Nando, dan Tomy.


Langkah Zalin terhenti tiba-tiba di belakang Ina, jantung Zalin berdebar-debar tidak kekaruan dan tidak menentu.


"Zal bukanya itu Gilang?,


Oh Tuhan Dia benar-benar tampan pantasan si Reina tergila-gila sama dia", kata Ina sambil melihat ke sampingnya dan dia kaget kalo Zalin tidak ada, Ina membalikkan tubuhnya ke belakang dan dia Melihat Zalin yang masih berdiri seperti patung di sana.


"Zal ko diam disitu ?"


" Ahhh....sahut Zalina sedikit kaget dari diamnya"


" Ayo kita samparin mereka", ajak Ina sambil menarik tangan Zalina ".


" Tidak kamu dahulu saja , aku sudah terlambat", tolak Zalina dengan suara yang pelan.


"Ayo Zal aku akan bilang ke Nando antar kamu. lagian ini kan sudah jam kerja kamu?, tutur Ina kembali.


"Benar juga yang dibilang Ina ,tapi aku ...sudahlah anggap saja aku tidak mengenalnya dari pada nanti dicurigai sama Ina", bisik Zalin dalam hati.


Zalina dan Ina pun berjalan ke depan, Zalina berjalan sambil tersenyum tipis, sedangkab Ina melangkah menghampiri Nando.


Gilang yang tadi tertawa dia pun terhenti saat melihat sosok yang selama ini ingin dilihatnya. entah kenapa tatapann Gilang begitu dalam dan dingin pada Zalina, Gilang memutuskan terdiam karena Zalina dan Ina sudah ada di hadapanya.


"Mereka memang terlihat cocok", bisik Zalin dalam hati.


" Nan. ayo pulang sekalian kita antar Zalina ke tempat kerjanya", kata Ina saat sudah ada di hadapan Nando, Gilang , Reina dan Tomy


"Sayang kenalin ini sahabatku Gilang dari london,sahut Nando pada Ina sambil memperkenalkan Gilang dengan memegang bahu Gilang.


" Hai Gilang namaku Ina, ini sahabatku", ( sambil memperkenalkan Zalina pada Gilang).


"Tidak perlu kali ,dia juga tidak penting untuk dikenalin",sahut Reina yang memotong pembicaraan Ina dengan menatap mata tajam pada Zalin.


"Kan lo kenal tapi Gilang tidak kan"


" Na. sudah jangan bertengkar aku pamit pulang saja", bisik Zalin pada Ina.


"Tunggu!. teriak Gilang yang menghentikan langkah Zalina."


" Maaf sebelumnya ,aku Gilang,

__ADS_1


Kata Nando kamu teman smp kami tapi..."


" Senang bertemu dengan kamu , jangan dilanjutkan aku mengerti maksud kamu, lagian wajar kamu tidak mengenal aku, karena aku berbeda dengan kamu", kata Zalin pada Gilang dengan senyuman tulus namun hatinya seperti dicabikkk-cabik oleh pisau ,matanya berkaca- kaca saat melirik ke Reina.


Kemudian Zalina mengatakan dengan sedikit tersenyum.


" Tunangan kamu sudah menunggu kamu , kasihan dia....Permisi", Zalin membalikkan badanya ke depan sambil sedikit menundukan kepala pada Gilang, rambutnya pun ikut terurai lalu, dia pun melanjutkan langkah kakinya ke depan meninggalkan Gilang dan yang lainnya.


Gilang ysng tadinya ingin menahan Zalin, niatnya pun ditahan oleh Reina yang kembali memeluk Gilang dari belakang dengan erat. yang membuat Ina ,Nando dan Tomy serta anak-anak, yang melihatnya pun Kaget serentak sambil menutup mulut mereka masing-masing kecuali para cowok


" Terima kasih Gilang kamu sudah mau berkenalan dengan aku, maafkan aku...dengan cara ini aku bisa menghindar dari kamu. cinta yang aku rasakan tidak mungkin di rasakan oleh, perasaan yang sama. Kamu bagaikan bayangan yang bisa aku lihat namun tidak bisa aku sentuh", Batin Zalina. bersamaan dengan itu air mata Zalina mengalir di kedua pipinya saat, Ia melihat pelukan dari Reina pada Gilang lewat kaca satpam yang ada di hadapanya.


Zalina tersenyum dengan air mata yang terus mengalir .


Zalina pun mengatur nafasnya lalu, kembali melangkah tanpa melihat ke belakang dan menghilang dari tatapan Gilang.


" Gilang aku merindukanmu,bisik pelan Reina pada Gilang saat dia memeluk Gilang."


" Lepasin aku , Gilang menarik paksa tanganya Reina dan melepaskan pelukannya dari Gilang."


" Apa- apan kamu,


tadinya aku ingin mengajak kamu mau makan tapi, sekarang tidak",


Gilang punk pergi meninggalkan Reina.


" Gilang ada apa sama kamu,


Aku tunangan kamu bukan orang lain."


" Terserah apa katamu ,Gilang memasuki mobilnya, Reina yang ingin masuk namun, Gilang mengunci pintu mobil lalu pmalajukan mobilnya dengan cepat meninggalkan Reina."


"Gilang .... Ahhhhhhh semuanya karena Zalina,teriak Reina dengan nada yg emosi."


Ina pun mengatakan pada Reina kalo itu bukan salahnya Zalina


lalu pergi dengan nando dan Tomy meninggalkan Reina yang membuat Reina semakin kesal,


" Benar juga kata Ina kenapa aku salahin Zalin mana, mungkin Gilang menyukai gadis miskin itu", batin Reina.


*jangan lupa laike, komen, saran , dab kasih bintang buat ceritaku ini.

__ADS_1


Terima kasih telah membaca cerita keduaku iniπŸ™πŸ™πŸ™πŸ˜ŠπŸ€—*


__ADS_2