
Gilang yg pulang dari moll ,dia membereskan pakaiaan persiapan pulang ke Indonesia. Setelah memasukkan semua pakaiaan sesuai ukuran koper. Gilang langsung merebahkan dirinya ke kasur empuk tempat tidurnya.
Lelaki ini sekejap menutup matanya mengingat kembali perkataan Mr Rach.
Lalu dia bangun dari tempat tidurnya melangkah satu langkah. Gilang mengambil buku dairy coklat di dalam tasnya itu sambil duduk di kursi meja belajarnya, yg di mana ada komputer semua fasilitas belajar lengkap.
Gilang memutar /mutar kursinnya dengan kaki dinaikkan diatas meja, satu kaki diangkat dialas di kakinya yg satu.
Lalu dia membaca buku dairnya dan melihat kata love yg ditulisnya dengan huruf kapital.
Untuk sekejap Gilang bertanya dalam hatinya
" Apa kah aku bisa menemukan alasan aku untuk tinggal di indonesia?, atau kah cinta yg kucari tidak ada?, Gilang bangkit berdiri dari kasur membuka kedua matanya, dan kedua kakinya kembali menginjak lantai Gilang berjalan ke depan di mana ada balkon di depan kamarnya. Dia berdiri sambil melihat-lihat bintang dan bulan yg ada di langit. Gilang memegang ring besi balkon sambil menutup kedua matanya kembali. Terbayang akan hidupnya yg sedang kesepian. Sambil berdiri Gilang iseng membuka kembali layar ponselnys. Melihat pesan masuk dari wa ,Ayahnya mengirim gambar tiket pesawat yg sudah di bokinng oleh Ayahnya sambil membisik dalam hati ,
"Besok aku pulang ke indonesia, apakah semua berubah".
"Atau masih sama seperti dulu? Gilang keluar dari wa masuk ke instgram ,
Menarik - narik branda matanya melihat- lihat video yg dimuat isntgramnya itu".
Tiba- tiba tanganya berhenti di salah satu video Tunanganya @Reina12, Gilang mundur dua langkah ke belakang agar bisa duduk di kursi balkon sambil terus menatap video tersebut dengan saksama tak berkedip sedikit pun.
__ADS_1
Isi Video itu adalah,
Zalina menarik nafas dalam- dalam berjalan ke gldepan. Melangkah pelan disusul Ina dan dua cowo.
" Ayah ayo bangun, Zalin bantu lelaki tua itu yg sedang menatap putrinya dengan rasa bersalah."
Zalina memeluk kedua bahu Ayahnya sambil membantu Ayahnya berdiri. Setelah Ayah Zalina berdiri Zalina menitipkan Ayahnya pada Ina ,
" Ayah tunggu disini sebentar sama Ina,
" Kamu mau apa ? ,tanya Ayah Zalin yg merasa cemas dengan putrinnya."
"Aku mau nyamparin Dia, bentar saja. Zalina tersenyum kedua tangannya seakan diremas kuat lalu di pergi menghadap Reina yg sedang berdiri melipat kedua tangan didadanya.
"Pakkk.........,tamparan itu begitu keras ,membuat semua siswa yg melihat menutup mulut mereka sambil terus merekam ,mata Zalina mulai berkaca- kaca".
" Lo boleh hina gue, lo bole katain gue apa saja , nada suara Zalina tinggi dengan penuh tekanan pada setiap kalimat yg di ucapkanya, tapi kalo menyakut keluarga aku Ren aku tidak TERIMA....". Air mata Zalina mengalir dipinya yg membuat Zalina tidak suka kalo Reina melihat kelemahanya seperti sekarang. Secepatnya Zalina menghapus kedua pipinya yg basah, belum selesai menghapus.
Balasan tamparan keluar dari tangan Reina pada Zalina. Namun sayang balasan tanganya itu secepatnya dicekal oleh Zalina.
" Ren aku selama ini selalu bersabar untuk hinaan kamu. Tapi kali ini kamu membuktikan sendiri ke aku kalo dia lebih penting".
__ADS_1
" Lepasin tangan aku, sampah seperti kamu tidak pantas memegang tangan seorang ratu.
Mata Reina begitu tajam karena emosi menahan rasa sakit di pipinya yg di tampar oleh Zalina".
Zalina melepaskan tangan Reina
dengan keras. Lalu nengangkat satu jarinya seperti menunjuk kelangit,
" Ingat ini baru permulaan. Lain kali kalo ini terulang lagi kamu akan tahu sendiri akibatnya. Aku Zalina tidak takut sama kamu Reina pikke.
" dan Buat kalian semua yg ada di sini. Lelaki yg berdiri di sana yg memakai baju putih noda hitam, DIA Adalah AYAHKU
ZALINA Kirsta".
Tutur Zalina saat berdiri di tengah-tengah lapangan sambil menunjuk Ayahnya, di hadapan semua siswa-siswi dengan suara yg keras bagaikan sedang memakai mik atau toa.
" Silakan kalian mengunggah video yg direkam oleh kalian di yotube atau pun semua sosial media. Aku Zalina Krista sama sekali tidak malu atau takut".
Seru kembli Zalina sambil pergi menghadap Ayahnya dan memeluk Toy begitu erat.
Zalina melepaskan pelukannya dan merangkul kedua bahu Ayahnya untuk keluar dari kerumunan orang- orang hingga menghilang dari tatapan seribu mata tersebut dengan ditemani Tommy dan Nando dan Ina.
__ADS_1
Bersambung.