
Setelah mengancam Zalina kedua orang itu tadinya ingin menutup mulut Zalina dengan sapu tangan obat bius tersebut. Tapi karena mereka melihat Zalina yang diam dan mengikuti kemauan mereka tanpa bersuara akhirnya niat mereka pun diurungkan.
Sebelum mereka membawa Zalina ke dalam mobil mereka memainkan kode mata pada ketiga temanya untuk melanjutkan rencana kedua mereka. Lalu mereka pun membawa Zalina ke dalam mobil, mereka menutup kepala Zalina dengan kain hitam, kedua tangan Zalina diikat dengan tali dipunggung belakangnya dan mulut Zalina dilem dengan isolasi hitam besar.
Di sisi lain Gilang, Niko, Jak dan para polisi mulai aksi mereka mengepung markas Irwan dan mereka akhirnya menangkap Irwan bersama komplotanya.
"Atas tuduhan apa bapak menangkap saya, " seru Irwan saat salah satu polisi mulai memborgol tanganya.
" Irwan Pikke kamu ditangkap atas tuduhan pencobaan pelenyapan nyawa Zalina, tunangan tuan Gilang."
__ADS_1
" Apa.... Mana buktinya? kalian tahu apa yang kalian lakukan ini? "
" Kami melakukanya karena sudah ada bukti, bapak terhormat Irwan. Dan satu lagi ternyata kasus kecelakaan Jian itu bukan kasus kecelakaan melainkan kasus pembunuhan oleh Bapa sendiri."
" Kasus pelenyapan kakek dan nenek Bapa, kasus tabrak lari Ibunda nona Zalina itu juga istri Bapa yang melakukanya, dan kasus penculikan saudari Pikke, " jelas polisi itu secara detial pada Irwan.
" Apa kamu bilang? mana buktinya jika aku dan istri aku yang melakukanya?" ucap Irwan dengan santai tanpa ragu.
Irwan berkata santai karena ia berpikir bahwa Gilang tidak memiliki bukti. Tapi sayang Gilang sudah memiliki bukti yang kuat. Sebuah bukti di mana itu akan menjatuhkan status nama Irwan yanga selalu di agungkan sebagai pengacara di masyarakat.
Polisi itu berkata sambil memerintah anak buah Mada yang bekerja sama dengan mereka atas perintah Gilang, dan mereka pun membwa kedua pengawal Irwan yang tadi menangkap Zalina di rumah Zalina. Karena sebelum mereka menangkap Irwan mereka diberitahu oleh Nando dan Tomy bahwa mereka sudah mengepung kedua mobil yang ingin membawa Zalina ke markas Irwan.
Irwan yang melihat hal diluar nalarnya itu sangat terkejut dengan mata yang membulat ke depan. " Apa lagi yang mau aku buktikan Irwan. Kamu pikir aku bodoh! Kamu manusia kejam yang tega membunuh gadis yang aku cintai demi tujuanmu, " suara Gilang yang melangkah menghampiri Irwan.
" Kau... Harusnya aku lenyapkanmu lebih dahulu, " suara Irwan dengan gigitan yang kuat pada gigi-giginya dan tatapan tajam pada Gilang.
__ADS_1
" Untung kamu tidak melakukanya. Pak...," sebuah pukulan keras dari Gilang tepat di wajah Irwan.
" Itu adalah balasan dari aku untuk Jian, dan ini balasan dari aku karena kamu berani berbuat jahat pada wanitaku Zalina, Pak...."
Gilang yang memukul kedua kalinya di Irwan Ia mau melakukan yang ketiga kalinya tapi itu dihalangi oleh Zalina yang datang bersama Toy, Reino, Nando dan Tomy serta kedua orang tua Jian.
Di ikuti polisi yang menangkap ketiga pengwal Irwan yang tadi mencoba membakar rumah Zalina bersama dengan Toy dan Reino. Untung cepat dihalangin oleh Tomy, Nando dan para pasukan polisi serta anak buah Mada yang sudah ditugaskan oleh Gilang.
Irwan yang melihatnya semakin lemas dan jatuh tersungkur ke bawah tanah.
" Gilang... Cukup.... Biarlah polisi yang menanganinya, " ucap Zalina dari pintu masuk.
Zaat Zalina berkata Gilang menghentikan ayunan tanganya dan Ia memutar tubuhya untuk menatap ke arah pintu di mana itu Zalina. Keduanya saling bertatapan dengan jarak lima jengkal. Gilang menatap Zalina dengan air mata yang sudah membendung di sana. Sedangkan Zalina menatap dalam Gilang dengan senyuman lebar di bibirnya.
Bersambung.
__ADS_1