
Gilang dan Reina bertemu di kantin sekolah saat jam istirahat sekolah jelas Kantin yang ramai membuat semua siswa terpana pada si tampan Gilang.
" Ada apa mau bertemu sama aku?"tanya Gilang dengan cuek saat duduk di kantin sekolah dengan Reina yang sedang ada di hadapanya.
" Kenapa ? bukanya aku tunangan kamu? wajar dong kalo aku meminta kamu menemani aku makan", balas Reina dengan nada kesal.
" Jelas salahlah", seru balik Gilang dengan santai .
"Sudah aku jelaskan pertunangan kita dilakukan oleh orang tua kita ,tanpa ada ikatan cinta. Apa perlu aku jelaskan ulang?" Sambung Gilang yang membuat Reina emosi.
Reina terdiam dengan apa yang dikatakn Gilang. Dia pun mengalihkan wajahnya agar tidak terlihat matanya yang lagi\-lagi dipenuhi kristal.
" Zalina!" teriak Niko
tanpa disadari Gilang dan Reina pun berbalik melihatnya yang tidak jauh dari tempat duduk mereka.
"Niko!" Sahut Zalina dengan sedikit kaget yang lagi memegang makanan bakmienya.
" Maaf Zal. Lo boleh temani aku makan , soalnya sanjaya sama Kevin lagi mejen sama pacar mereka di kantin sebelah", jelas Niko dengan sedikit grogi.
" Ehemmm", Zalina berdehem.
"Baiklah lagian Ina sudah bersama Nando . Dari pada aku jadi penjaga nyamuk" , sambung Zalina sambil memperhatikan ke Ina dan Nando yang lagi bermesraan.
Tanpa disadari Zalina dan Niko Gilang memperhatikan mereka dari tadi dengan tatapan yamg begitu tajam dan fokus.
Sambil tersenyum Zalina dan Niko pergi duduk di meja yang tidak jauh dari tempat duduk Gilang dan Reina . Zalina yang tersenyum melihat ke depan agar memesan makanan untuk Niko namun raut wajahnya berubah saat Ia menatap mata tajam Gilang yang kelihatan tidak suka melihat Ia dengan Niko.
" Lo tunggu sebentar disini!" kata Gilang pada Reina , sambil mendorong kursi dengan keras ke belakang . Lalu melangkah pelan Ke tempat duduk di mana itu ada Zalina dan Niko yang sedang duduk.
" Bangun!" tarikan tangan Gilang pada pergelangan tangan Zalina.
" Zalin ayo makan" , Niko mengambil Garpu dan sendok mulai makan dengan sangat pelan.
Niko sengaja menghiraukan Gilang yang lagi menarik tangan Zalin.
" Haa....", hembusan nafas kesal Reina keluar dari mulutnya saat melihat Gilang lebih memilih pergi ke Zalina dari pada makan bersama dengannya.
Zalina menarik nafas lalu melepaskan tangannya dari tangan Gilang dan mulai makan. Jelas Zalina sangat tergangu dengan tatapan Reina yang melihatnya dari tadi , itu membuatnya merasa tidak nyaman.
" Lo mau bangun atau lo mau gue harus membuat rusuh disini!" ancam Gilang yang memang sudah cemburu dari tadi.
__ADS_1
" Ada apa sama kamu? Gilang", ucap Zalina yang kesal dengan sikap Gilang.
" Ikut aku!" tarikan tangan Gilang kembali manarik tangan Zalina yang membuat makanan Zalin terjatuh kelantai.
" Prakkkkk....", piring makann Zalina terjatuh ke lantai.
" Trukkkkk...", lepasan garpu dengan kasar ke meja dari Niko pas Zalina berdiri melihat makananya jatuh.
" Lo sebenarnya mau apa ? apa ada yang menggangu lo?" tanya Niko yang sudah emosi dengan sikap Gilang sambil berdiri dari kursi duduknya.
" Ikut aku!" bisik Gilang pelan sambil memegang tangan Zalin.
" Lepasin tanganya!" tahan tangan Niko pada tangan Zalina yang membuat semua mata anak- anak di kantin terfokus melihat mereka.
" Lo....", ayunan tangan Gilang melayang di wajah Niko dengan keras.
"Pukkk.....",remasan telapak tangan Gilang dengan keras menonjokn wajah Niko.
" Gilang....!"teriak Zalin yang kaget melihat ujung bibir Niko berdarah saat Gilang memukulnya.
" Gilang apa mau lo si?" Niko tidak bersalah kenapa lo memukulnya?", tanya Zalina pada Gilang.
"Niko kamu tidak apa- apa kan ?",
" Gue bilang ikut gue....!" teriak Gilang yang membuat Semua anak- anak kantin sebelah kaget dan berlari menghampirinya.
" Kalo aku tidak mau kenapa? urusin tunanganmu Gilang jangan mencampuri urusanku", sahut Zalina sambil terus membantu Niko bangun.
Terlihat dari bibir Niko tersenyum miring ia mengingat kembali apa yang tadi ia bisik ditelinga Gilang saat mau istrahat.
" Si sampah Zalina hari ini akan aku permalukan dia karena sudah menolak cinta aku!" nada ancam dari Niko.
" Apa kamu bilang?" tanya Gilang yang kaget.
" Zalina sampah...
lang . semakin kamu melindunginya ini semakin membuat aku igin menghancurkanya", tambah Niko saat ia berbisik di telinga Gilang dengan mata yang tajam dan melangkah pergi meninggalkan Gilang dengan tersenyum lebar
Niko memang ingin membalas dendam pada Zalina sejak dulu karena sudah menolak cintanya.
namun Niko sering gagal dalam usahanya. Dia semakin membenci Zalina saat dia tahu kalo Zalina menyukai musuh terbesarnya Gilang.
__ADS_1
Hal ini Niko dengar dari Reina.
dendam Niko baru mau ia mulai saat tahu kalo Gilang juga menyukai Zalina.
" Ikut aku!" tarikan tangan Gilang pada tangan Zalin untuk keluar kantin .
" Gilang!" teriak Zalina karena kesakitan tangannya ditarik paksa oleh Gilang .
" Ada apa sama kamu Gilang?
tanganku sakit karena tarikan paksa kamu itu", kesal Zalina ketika Gilang melepaskan tanganya saat mereka sudah di taman belakang sekolah.
Melihat Zalina yang terus meniup tanganya yang merah, Gilang
mendekatinya lalu tangannya memegang tangan Zalina yang sedikit terluka. Gilang meletakkan tangan Zalin di telapaknya mendekatkan pada bibirnya dan meniupnya dengan lembut.
Sikap Gilang itu membuat Zalina sedikit binggung kini jantung Zalina berdegup sangat kencang karena takut denyut nadinya didengar oleh Gilang, Zalin melepaskan tanganya tiba- tiba dari tangan Gilang dengan pipi yang sudah memerah seperti cabe merah di pasar.
" Kenapa dilepasin? sini aku obatin", pinta Gilang yang kembali menarik tangan Zalin.
" Tidak usah , sudah tidak sakit lagi", jawab Zalin dengan menghindarkan tatapannya dari Gilang sambil menarik tangannya dari tangan Gilang.
" Sudah jangan keras kepala" , Gilang memegang erat tangan Zalin yang mau dilepaskannya.
" Aku minta maaf karena aku kamu jadi ikut dilibatkan. Maksdud kamu?" Zalina mengerutkan dahi saat mendengar perkataan Gilang.
" Zal. Aku dan Niko bermusuhan sejak dulu dan Niko tahu aku menyukaimu jadi dia ingin menyakiti kamu karena dia tahu kelemahan aku ada padamu ", jelas Gilang sambil menatap mata Zalin dengan tulus lalu meniup kembali tangan Zalin dengan lembut.
Mendengar ucapan Gilang Zalina terdiam. Jantungnya kini lebih berputar dua kali dari yang tadi ia rasakan.
" Apa Gilang menyukaiku? ini kedua kalinya dia mengungkapkan perasaanya dari malam minggu itu dan sekarang dia mengatakanya lagi?" bisik Zalina dalam hati.
" Zal aku serius dengan perasaanku, aku tidak memaksa kamu untuk menerimaku tapi inilah jawaban dari sebuah rasa yang aku rasakan"
"Aku tidak ingin melihat kamu terluka apalagi itu karena aku,
entah kapan aku menyukaimu tapi aku benar - benar tulus menyukaimu", jelas Gilang lagi.
Tatapan Gilang begitu dalam , Gilang mengeratkan kembali peganganya pada tangan Zalinan yang membuat Zalina terdiam dan keduanya saling menatap tanpa berkedip.
Tanpa disadari semua mata melihat mereka dari kaca jendela kantin .
__ADS_1
Reina begitu emosi dengan sikap Gilang yang membuatnya keluar dari kantin dengan membanting tanganya pada meja dengan keras. Sekali yang membuat semua siswa kaget dan melihat pungung belakang Reina yang melangkah keluar dari pintu dan menghilang dari tatapanya.
jangan lupa like, komen dan saran terima kasih. vote juga ya🙏🙏❤🤗