CINTA GILANG

CINTA GILANG
ANAK BARU~ Cinta Gilang.


__ADS_3

Zalina melangkah pelan saat keluar dari kelas mereka karena tadi tidak sengaja Zalin jatuh terpeleset dilantai kelas yang licin, yang membuat kakinya sedikit keseleo jadi jalanya sedikit pincang.


Zalina kaget saat ia melihat Reina yang lari begitu cepat dari kelas ruang olahraga, yang membuat Zalina sedikit kwatir.


" Ren", suara Zalina sambil menyentuh Lengan Reina.


Sudah lama Zaliana dan Reina tidak saling sapa semenjak kejadian dua tahun lalu, di belakang bangku sekolah smp. Zalina merasa bersalah karena pernah menampar Reina saat Reina sengaja mempermalukan dirinya dan Ayahnya di depan semua orang.


Zalin berusaha menarik nafasnya lalu pelan- pelan ia menghembuskanya lagi.


" Hati- hati, lantai lagi licin karena baru di bersihkan", ucap Zalin halus saat memegang lengan Reina.


" Tidak perlu so, so, so baik padaku", ketus Reina sambil melepaskan tangan Zalina dengan kasar dari lengannya.


" Maaf. Aku hanya", belum selesai berkata Reina menghentakan sepatunya keras di lantai, berjalan kembali ke depan sambil memukul-mukul lengannya dan menuruni anakan tangga untuk kelantai satu.


" Aku hanya ingin membantu kamu , Ren apa kita tidak bisa seperti dulu lagi?" Batin Zalina.


Kristal dari mata Zalina kembali jatuh di pipinya saat kata \-kata itu, Ia bisikkan dalam hatinya sambil melihat langkah kaki Reina dan punggung belakang Reina yang pergi dan menghilang dari tatapannya.


Dari tempat lain Niko dan kedua temanya masih berdiri menatap Gilang dan Nando yang masih di hadapan mereka, dengan langkah kaki tiga jengkal dan di kelilingi murid -murid sekolah Bangsa.


"Nando!"


teriak Ina dari samping kerumunan anak-anak.


" Bentar" , sahut Nando pelan sambil memberi sinyal dengan kedua matanya dimeramkan pelan, kalo dia dan Gilang tidak akan berkelahi dengan perusuh sekolah itu.


Reina pun memasuki kerumunan anak-anak hingga di depan Reina, memperhatikan Gilang dari samping dekat Sebelah Ina dengan nafas yang sedikit ngos-ngossan karena berlari.


" Primadona sekolah menyambut pangeranya" , ledekan Niko yang sengaja memancing emosi Gilang, saat ia melihat tatapan Gilang sekilas pada Reina.


Tanpa menghiraukan ledekan


Niko Gilang tanpa sengaja menatap lorong sekolah lantai dua, gadis yang berambut panjang


dengan rambutnya terurai sedang melangkah ke arah barat .


Sosok yang dari tadi yang lagi dicari-cari oleh Gilang , dia adalah Zalina.

__ADS_1


Senyuman lebar di ukir dari bibir Gilang, Niko yang binggung dengan senyuman Gilang mengikuti tatapan Gilang pada lorong lantai dua dan ternyata yang ditatap adalah bidadari yang sangat berharga buat Niko.


" Jangan lo ganggu dia!" ancam Niko dengan tekanan serius dari matanya pada Gilang.


" Hahahhh...",tawa ledek Gilang. Sedikit ingatan di pikiran Gilang saat ia mendengar cerita dari Nando di kafe Quing.


" Dia pernah ditembak Niko namun sayang dia ditolak oleh Zalina", Gilang tersenyum kembali dan melangkah kakinya mendekati Niko. Kini mereka sudah sangat dekat namun tidak bertatapan melainkan bersampingan di telinga dan pundak kanana masing-masing.


" Harusnya lo yang tidak gangu dia lagi", lo punya harga diri tidak sih? Lo sudah di tolak sama dia", kata Gilang dari samping wajah Niko.


"Yang perlu lo tahu" , alasan aku pindah ke sini karena Zalin.


" Dan simpan emosimu karena peran sesungguhnya belum dimulai", bisik Gilang di telinga Niko yang membuat Niko sangat emosi , meremas kuat telapak tanganya ingin rasanya ia menonjok wajah Gilang, namun sayang niatnya lagi- lagi ditahan oleh kevin.


Gilang yang melangkah ke depan membuat Nando mengikutinya dari belakang.


" Bukankah Reina adalah tunangan Gilang?" seru salah seorang murid yang kebetulan di samping Reina.


" Ya tapi, 'ko, tidak disapa sama Gilang ? padahal kan mereka tunangan?" sambung salah seorang siswi putri lagi.


" Apa mereka lagi bertengkar ?"


" Mengerti!" ucap Reina lagi sambil menghentakan keras kakinya di lantai, sambil melangkah pergi dan menabrak keras bahu gadis yang barusan berkata itu.


"Ok. Anak -anak selamat pagi hari ini kita kedatangan seorang murid pindahan, dari london", sapa pak yos pada anak-anak dua belas sosial satu.


" Siapa lagi kalo bukan pangeran" , ledek Niko yang membuat Gilang yang lagi di luar emosi sedikit kesal.


"Gilang silakan masuk", seru pak yos pada Gilang yang lagi menunggu diluar.


"Silakan perkenalkan nama kamu", tambah pak yos pada Gilang yang sudah berdiri di depan kelas.


" Oh Tuhan sitampanku, sekalian sama nomor hp, nama instgram dan twiter", seru Ledy dari belakang sambil terkekeh pelan.


" Hello .. ledy gaga, bukannya lo tahu kalo Gilang tunangan sahabat lo", ketus Ina pada Ledy.


" Kan cuma becanda , lagian...",


" Sudahan sahut menyahutnya sekarang diam dan dengarkan perkenalan Gilang!", seru pak Yos.

__ADS_1


" Hai! Semua, perkenalkan nama saya Gilang putra mada, biasa dipanggil Gilang", sapa Gilang pada teman-teman kelasnya.


" Udah tahu kali", seru Niko dari belakang.


" Gilang silakan kamu duduk di deretan tengah bangku ke tiga", ucap pak yos sambil menunjukkan tempat duduk Gilang yang sedikit di belakang Zalina walau berbeda deretan .


"Sial kenapa tempat duduknya dekat dengan Zalin sih?" bisik Niko dalam hati saat melihat Gilang melangkah ke tempat duduknya.


"Hai tampan!" sapa Ledy pada Gilang.


Namun dicuekin sama Gilang


hari ini Gilang melihat sedikit perbedaan pada Zalina, dia terlihat diam dan tidak bersuara sama sekali dari tadi Gilang hanya melihat, tangan Zalin yang terus memegang kaki kananya.


" Zal lo sakit? bisik pelan Ina pada Zalina sambil menatap Zalin.


"Tidak cuma kakiku terkilir tadi aku jatuh di lantai kelas karena licin", jelas Zalin.


" Ampun deh Zal, sekarang Gimana? sudah mendingan belum?" tanya Ina lagi.


"Sudah....jangan kwatir" , bisik Zalin pelan sambil tersenyum.


Tanpa disadari Zalin Gilang memperhatikanya dari tadi saat mengobrol dengan Ina.


Senyuman Gilang selalu lebar dibibirnya baru kali ini ada wanita yang mampu meluluhkan hati seorang Gilang mada.


" ***Bentar temani aku makan di kantin!" ketikan pesan Reina pada ponselnya dan mengirim pesan pada Gilang***.


Gilang yang membaca pesan di posnselnya untuk sekilas Gilang , melihat ke samping deretan tempat duduk di mana itu adalah Reina.


" Lang. Kapan lo mulai pendekatan sama Zalina?" tulis Nando dikertas buramnya lalu mengeserkan di hadapan Gilang.


" *Lagi gue mikirin emberrr", balas Gilang pada kertas buram Nando sambil menggambarkan stiker lucu 😋 dan menyodor balik ke Nando.


" Cepatan baskom🤔, jangan sampai Niko lebih satu langkah dari lo", balasan balik dari Nando yang membuat Gilang menatapnya dan tersenyum miring di bibirnya*


Lalu Gilang kembali menulis. Dikertas tersebut. " Itu takan terjadi", Nando pun tersenyum semangat akhirnya sahabatnya menemukan pujaan hatinya kembali.


BERSAMBUNG.

__ADS_1


Jangan lupa vote, laike dan saran terima kasihh🙏❤


__ADS_2