CINTA GILANG

CINTA GILANG
Mencuekinya~ Cinta Gilang.


__ADS_3

Akhirnya usaha Niko memancing emosi Gilang pun berhasil juga. Niko tahu benar kalo kelemahan Gilang adalah Zalina.


Gilang yang mendengar ucapan Niko kini emosinya tidak bisa ditahan lagi, saat Gilang berbalik memutar tubuhnya sempat ditahan oleh Nando. Namun hempasan tangan Nando dilepaskan oleh Gilang, dengan tatapan penuh marah diwajahnya ,kini ayunan kaki kanan Gilang dengan keras menendang punggung belakang Niko yang membuatnya tersungkur jatuh di lantai lapangan basket sekolah.


Hal tersebut membuat Kevin dan Sanjaya kaget. Niko yang tersenyum miring lalu berdiri dan dengan gengaman keras di ujung jari jemarinya diayunkan keras memukul ke pipi Gilang, namun sayang ditahan oleh tangan kanan Gilang dan tonjolan kedua dari Gilang jatuh pada perut Niko


Perkelahian keduanya dimulai, saat Kevin dan Sanjaya berniat membantu Niko namun sayang dihalang oleh Nando dan Tomy.


Yah Tomy lebih cepat berlari menghampiri Nando saat tadi Ia melewati area tersebut dan mendegar perkelahian antara Gilang dan Niko.


Semua mata murid-murid cewe atau pun cowok tertuju pada perkelahian mereka, hinggan akhirnyan kepala sekolah bangsa yang datang melerai perkelahian tersebut.


"Apa kalian ini sudah tidak waras?


Tiada hari ada saja masalah kalian berdua lagi dan lagi. Apa lagi kamu Niko," teriak kepala sekolah yang tidak lain adalah Ayah kandung Niko.


" Ikut Aku ke ruang kepala sekolah," tambah Jhon alias kepala sekolah bangsa.


Gilang dan Niko saling bertatapan karena ini bukan kali pertama mereka berdua berkelahi tapi sudah dari dulu sejak smp di mana, Jian pacar Gilang selingkuh dengan Niko. Kini luka lama itu terukir kembali dan kembali lagi.


Melihat perkelahian Niko dan Gilang Reina begitu geram dan berkata dalam hati


" Lihat saja kini apa yang akan aku lakukan besok Zalina putri."


Disisi lain di sore hari setelah permasalahan Niko dan Gilang yang di tangani oleh kepala sekolah akhirnya dapat diselesaikan secara baik-baik walau keduanya terpaksa melakukan jabat tangan.


Saat itu juga, di mana sore yang indah di mana Zalina sangat bersyukur kalo Ayahnya baik-baik saja. Ia pingsan karena kecapean.


"Zal kamu sudah kabari sekolah belum? alasan kamu tidak masuk hari ini," pinta Toy yang sedang lemas di ranjang rumah sakit.


" Soal itu nanti besok Zalin yang urus. Yang penting sekarang Ayah baik-baik saja, itu sudah membuat Zalin bahagia, " jawab Zalin singkat sambil memegang kedua tangan Toy dan menatapnya dengan senyuman.


Setelah mengobrol beberapa menit dengan Ayahnya, Zalin mengambil ponselnya yang ada di atas meja untuk sms ke wali kelasnya meminta ijin.


Saat Zalin membuaka ponsel yang dari tadi ia non aktifkan itu ia melihat pesan masuk dari Ina, Nando, dan Gilang.

__ADS_1


Zalin hanya tersenyum melihat chattan teman-temannya itu terutama Gilang.


"Maaf sudah buat kamu kwatir lang. Besok aku akan masuk kembali Aku Merindukanmu Gilang.


Walau rasa ini aku harus tutupi demi kebahagian kamu."


Saat Zalina yang tadinya berniat menelpon wali kelas dibatalkan niatnya tersebut. Ia pun kembali menyimpan ponselnya di meja. Lalu memperhatikan perawat rumah sakit dan dokter yang memeriksa Toy.


:


:


Pagi harinya Zalina bersiap diri seperti biasa ke sekolah. Hari ini Zalina berangkat sedikit terlambat karena Ia harus mengurus papanya dulu setelah itu Ia harus mampir ke sekolah Reino untuk meminta ijin pada adiknya agar sementara menjaga Toy di rumah sakit. Yang sebentar juga akan dikasih ijin pihak rumah sakit kembali ke rumah mereka. Setelah itu baru Zalina pergi ke sekolah saat di sekolah,


"Zalina...." teriak Ledy dari depan kelas saat melihat Zalin yang melangkah dari jauh mau masuk ke kelas.


" Zal. Kenapa kemarin kamu tidak masuk? padahal ...saat ledy mau mengatakan apa yang terjadi kemarin dia dihalangi oleh Tomy.


" Padahal apa? tumben amat lo tanya kabar Zalina," pinta Tomy saat berdiri di samping Zalin.


" Ihhh si pengangu, kamu tidak ada kerjaan selain ganguin aku," seru Ledy yang kesal karena sikap Tomy .


" Hahaaa... ,"tawa ledek Tomy saat melihat ekspresi wajah ledy yang lucu matanya sedikit diangkat bibirnnya dimonyomkan ke depan.


" Hoi manusia purba....wajah sudah jelek jangan kasih tambah jelek lagi ," tambah Tomy dengan tawa yang lebih kencang.


" Ihhhh.... siapa yang manusia purba? dasar manusia batu kerkil, sudahlah Zal aku masuk dulu layani ni manusia yang ada buat darah tinggiku naik tiga level," Ledy pun berbalik melangkah masuk kelas dengan wajah yang kesal sekali.


" Lo bilang apa... ke..rikil, jangan lari lo woii purba," sahut balik Tomy yang tak terima ucapan Ledy sambil melangkah mengejar Ledy ke kelas.


Zalina hanya tersenyum melihat ledekan tingkah kedua temanya itu lalu dia pun melangkah masuk ke kelas mengikuti mereka.


Saat Zalina di kelas Zalina melihat Gilang yang duduk diam dengan sedikit memar diwajah, dan hidung yang ditempel dengan hensaplast kecil begitu juga dengan Niko bibirnya luka seperti di bekas luka tonjolan.


" Lang. Zalina!" bisik Nando dengan sedikit menyenggol siku kiri Gilang.

__ADS_1


" Gue tahu ," jawab singkat Gilang yang memang sudah melihat Zalina dari tadi saat ia masuk.


"Samparin sana!" perintah Nando pada Gilang.


" Untuk kali ini aku harus diam bentar dan beberapa hari ini aku ingin menghindar dari dia."


"Maksud kamu?" tanya Nando yang melototkan matanya pada Gilang.


"Kamu tahu kan Ayahku, aku sudah memberi tahunya bahwa aku ingin pertunanganku dibatalkan karena aku mencintai gadis lain. Dan sekarang dia sedang mengirim mata-mata mengawasi setiap gerak -gerikku dua puluh empat jam. Intinya aku tidak mau Zalin tersakiti."


" Lalu sekarang kamu harus bagaimana?" tanya Naando lagi


" Aku sedang memikirkan cara bagaimana melindunginya dan keluarganya karena jika Ayah tahu maka keluarga Zalina dalam bahaya."


" Tapi Gilang nanti juga pada akhirnya akan ketahuan juga, 'kan?"


" Aku tahu itu dan aku ingin itu nanti untuk sekarang jangan dulu."


Hari ini Ina belum masuk karena kecapean setelah kemarin mengurusi pernikahan sepupunya.


Dan Zalina duduk sendiri.


Zalina pun mulai mengambil buku tulis matematika yang jatuh pada jam pertama, pelajaran pun dimulai seperti biasanya Ibu Rina memberi sedikit penjelasan mengenai materi yang akan dibahas hari ini.


" Ok hari ini kita akan memulai materi persamaan kuadrat," jelas Ibu Rina saat sudah di depan kelas.


" A merupakan bentuk umum persamaan kuadrat," tambah bu Rina akhirnya pelajaran pun dimulai dalam bentuk soal.


Dan karena Gilang pintar dalam matematika jadi dia diminta ibu Rina untuk mengerjakan soal di depan, Gilang punk maju dan mengerjakan soal tersebut secara detail. Setelah mengerjakan soal matematika selama beberapa menit, tepukan tangan pun diberikan anak-anak pada Gilang walaupun tidak cukup memuaskan bagi ibu Rina.


"Ok anak-anak sebelum selesai pelajaran ibu memberika kalian tugas matematika yang ada pada halaman 142 di buku cetak matematika kalian, masing-masing,"


pinta Ibu Rina dan bertepatan dengan itu lonceng sekolah pun berbunyi yang menandakan pelajaran telah beraakhir seperti biasanya dan masuk pada pelajaran yang kedua atau jam berikutnya.


Bersambung.

__ADS_1


terimakasih buat yang sudah mampir dan vote.


__ADS_2