
Hari ini adalah hari pertama bagi Gilang sekolah di indonesia, setelah dua tahun enam bulan ia sekolah di london.
Suasana di ratu elisabeth dan indonesia sangat berbeda jelas ini adalah pengalam baru bagi Gilang.
Gilang yang memakai kemeja putih di dalam dan alasan di luar jas biru dengan celana bercoklat mud, rambutnya sedikit diacak keatas, matanya yang bulat memiliki hidung mancung dan bibir yang merah membuat Gilang begitu tampan. Dengan spotur tubuh tinggi dan langsing kesempurnaan fisik membuat setiap gadis yang melihatnya akan terpesona dengan ketampanan Gilang.
Langkah kaki Gilang mulai memasuki halaman sekolah bangsa terlihat, seribu tatapan menatapnya dengan santai Gilang berjalan tas hitam mengantung di pundak kanannya dan kedua tangan dimasukkan kedalam saku celana, melangkah dengan santai mengikuti lorong-lorong kelas.
" Oh Tuhan tampan sekali dia, bukankah dia Gilang tunangan primadona di sekolah kita?" bisik pelan ledy teman bangku duduk Reina.
" Lang" teriak Nando dari belakang Gilang.
"Welcome back school bangsa", sambung Nando dengan so inggris yang membuat Gilang terkekeh pelan.
" Napa lo ketawa? emang ada yang lucu, 'ya?" kata Nando dengan kebingunan dan dahi yang sedikit diberkerut.
Melihat ekspresi Nando Gilang semakin tertawa dan melangkah dengan santai menghampiri Nando, lalu menyodorkan tangannya untuk bersalaman dengan Nando.
" Ya elah. Lo kaya baru kenal gue aja, oke. Akan aku balas begini cara berkenalan kita", Nando langsung memeluk Gilang dengan erat, yang membuat Gilang sedikit tidak bisa bernafas. Setelah beberapa detik berpelukan Nando melepaskan kembali pelukannya dari Gilang.
" Lain kali kalo mau peluk aku jangan erat- erat pak", ketus Gilang dengan sedikit memukul bahu Nando.
Di sisi lain tempat ada tiga orang pria yang tak kalah tampan dengan Gilang dan Nando sedang menatap mereka dari lorong kelas, depan yang tidak jauh dari tempat Gilang dan Nando berdiri.
__ADS_1
Mereka pun melangkah pelan yang dua orang dibelakang dan yang satu melangkah sedikit ke depan. Tatapan pria yang di depan begitu tajam menatap Gilang, hingga tak berkedip saat ia sudah berhadapan dengan Gilang dan Nando.
Mereka adalah Niko, Kevin, dan Sanjaya. Perusuh sekolah panggilan yang biasa diberikan oleh anak-anak dan guru-guru sekolah. Karena mememang tiga perusuh sekolah ini yang paling ditakuti olehh anak-anak sekolah, mau dibilang mereka adalah geng sekolah.
"Aku tidak tahu london yang begitu istinewa namun, ada ya pendatang penggu sekolah kita muncul lagi", suara dari Niko yang dengan tatapan tajam namun santai saat berbicara dengan Gilang.
"Hai, perusuh sekolah", seru Gilang dengan tatapan yang tidak kalah tajam dengan Niko. Masih dalam sikap santai Gilang bisa melihat kalo Niko lagi kesal mendengar sebutan Gilang satu detik yang lalu,
terasa telinganya begitu panas namun dia berusaha menahan emosinya dan tangannya meremas menggepal kuat jari-jemarinya .
" Hahahaha....", tawa Niko saat namanya dipanggil perusuh sekolah.
"Kelihatanya lo masih belum berubah, aku pikir dengan kamu pindah ke london kamu berubah", ucap Niko dengan senyuman yang lebar.
" Tapi sayang pikiranku salah, ternyata luka lama itu masih membekas di hatimu sampai sekarang",tambah Niko yang sengaja memancing emosi Gilang.
Terlihat jelas Gilang begitu kesal dengan perkataan Niko,namun Gilang yang dulu berbeda dengan Gilang yang sekarang.
" Sikap emosi dan tatapanmu itu sungguh pemandangan yang indah", Seru Gilang dengan tersenyum menanggapi perkataan Niko.
Mendengar apa yang barusan Gilang berkata , Niko hampir melemparkan pukulan itu pada wajah tampan Gilang namun niatnya dihalangi oleh kevin, menggingat ini adalah sekolah apa lagi Niko sudah banyak membuat masalah disekolah,
Jelas kali ini akan dikeluarin dari sekolah jika dia berulah lagi.
Sedikit terlintas di bayangan Gilang dan Niko tentang masa lalu di mana saat itu Niko merebut kekasih Gilang, yaitu Jian apalagi Jian lebih memilih Niko dari pada Gilang. Permusuhan mereka di smp dimulai ketika Niko ketangkap basah oleh Gilang saat ia. Mencium kening Jian di kelas yang bertepatan dengan hari Ulang tahun Jian.
Dan saat Gilang memarahi Niko Jian malah membela Niko dan memutuskan hubungannya dengan Gilang. Sejak saat itulah Gilang membenci Niko. Entah mengapa? Gilang masih binggung kenapa Niko membencinya?
__ADS_1
Luka lama kembali lagi,
Pertanyaan sudah lama terlintas di pikiran Gilang, kini muncul lagi ,namun Gilang hanya menyimpannya karena waktu belum tepat untuk ia tanyakan.
Disisi lain Reina yang lagi olah raga di ruang olah raga sekolah,
dikagetkan dengan teriakan Ledy bahwa Gilang sudah resmi sekolah di sekolah mereka.
" Reina lo harus dengar, sitampan kamu sekolah disini , oh Tuhan dia sangat tampan"
"Apa maksud kamu?" cuek Reina dengan terus berolahraga mesin.
"Lo tidak tahu? atau sengaja lupa?" klektus Ledy dengan melototkan mata dan bibirnya dimanyumkan sedikit ke depan.
" Si tampan Gilang ,sudah resmi menjadi murid kita? hari ini satu sekolah heboh dengan kedatanganya"
" Semua sosmed status anak-anak pada heboh dengan foto sitampan Gilang, termasuk gue", sambung Reina sambil melihat foto Gilang yang ada di layar hanphonenya.
Reina pun berhenti berolahraga sambil, melangkah sedikit ke kursi di mana ada tasnya dia lalu melapkan keringatnya dengan handuk
" Ren. Lo tidak menyapanya ?"
Reina menghiraukan perkataan Ledy. Lalu melempar handuk ke wajah Ledy sedikit tersenyum , Reina berlari keluar dari ruangan olahraga sambil berbisik pelan ditelinga Ledy,
" Terima kasih , maaff. hehehehe", kekeh Reina.
"Reina!" teriak Ledy saat suara tawa itu seperti meledeknya ,karena wajahnya di tutup oleh bekas handuk keringat Reina.
__ADS_1
**Bersambung.
Jangn lupa vote, komen dan kasih saran terima kasih🙏**