CINTA GILANG

CINTA GILANG
Peduli~ Cinta Gilang.


__ADS_3

Zalina dan Ina pun keluar dari ruang uks setelah berganti rok Zalina. Zalina yang melangkah di lorong-lorong kelas sambil mengengam jaket Gilang, Ia berjalan berdampingan dengan Ina kedua hanya terdiam selama beberapa menit. Suasan kembali bersuara saat Ina mulai membuka percakapan.


" Zal, meruah Ina. Gilang sangat mencintai lo Zal, gue bisa rasain itu saat tadi melihat sikapnya pada lo. "


" Kalian memang berbeda Zal.


Tapi perbedaan tidak ada dalam Cinta, karena Cinta bisa mengubah yang tidak mungkin menjadi mungkin. "


" Gue harap lo pertimbangkan lagi, sebelum penyesalan yang datang menghampiri lo, " seru Ina sambil menatap Ke Zalina.


Zalina yang mendengar perkataan Ina memikirkan sejenak,


"Apakah Cinta Gilang pantas untuk gadis seperti aku, lalu bagaimana dengan Reina? bagaimana dengan keluarga Gilang. Akan banyak kesulitan jika aku mengambil kepeutusan ini lebih baik aku sendiri yang rasakan sakit ini, " batin Zalina.


Zalina tersenyum pada Ina,


"baik ibu akan aku pertimbangkan, " tutur Zalina. Lalu keduanya pun tertawa lepas.


" Tidak kangen sama aku, " ucap Nando saat melihat Ina dan Zalina yang tersenyum bahagia dari lorong sekolah mereka.


" Tuh pujaan hati kamu sudah cemburu sama aku, sana samparin dia dari pada dia mati berdiri disana, " ledek Zalina sambil melihat Nando yang lagi tersenyum lebar.


" Tapi? bagaimana dengan kamu? " tutur Ina yang kwatir dengan keadaan Zalina.


" Aku baik-baik saja, sana samparin dia, " Zalina mendorong Ina ke depan Nando yang hanya tersenyum melihat sikap pacarnya, dan teman kelasnya itu.


Ina dan Nando pergi ke kantin, sedangkan Zalina kembali ke kelas.


Saat Zalina di kelas ia diamati oleh teman-teman kelasnya Zalina sejenak berpikir kalo teman-temannya masih jijik sama dia. Namun mereka semua malah bertanya keadaan Zalina satu persatu saat melihat Zalina yang masuk ke kelas.


Zalina pun membersihkan sedikit bekas darah yang ada di kursi dengan tissu basah yang ada ditasnya. Lalu ia pun duduk sambil terus memegang jaket Gilang.


Tiba-tiba Gilang masuk ke kelas,


Zalina yang melihat Gilang, mengalihkan pandanganya dari tatapan Gilang dengan sengaja mengamati taman yang ada di luar jendela.


Namun yang anehnya Gilang berjalan melewati kursi Zalina, Ia langsung menuju ke tempat duduknya mebereskan semua buku-bukunya yang berantakan di meja lalu disimpan kembali ditasnya.

__ADS_1


" Mungkin seperti ini lebih baik dari pada banyak yang terluka karena cinta ini, " batin Zalina mendesus.


Zalina yang masih kepikiran dengan pikirannya sendiri, tiba-tiba Ka kaget saat Gilang datang menghampiri dirinya.


Gilang melangkah ke depan bersamaan, kakinya terhenti di tempat duduk Zalina Gilang menarik tangan Zalina dengan lembut sembari berkata,


"ikut aku sebentar."


" Kita mau ke mana? " tanya Zalina saat menatap ke tangan Gilang yang mengengam tanganya.


" Ikut saja, balas Gilang. Tidak usah bawel, " Gilang pun menarik tangan Zalina ke luar kelas.


Akhirnya Zalina mengikuti langkah Gilang sambil terus menatap tanganya, yang digengam erat oleh Gilang.


Hati Zalina begitu bahagia akhirnya Gilang kembali, selama satu minggu ia tidak melihat orang yang sangat ia rindukan ini, bibirnya berkata tidak namun hatinya berkata kalo Ia sangat merindukan Gilang.


Langkah mereka terhenti saat mereka sudah berada di halaman belakang sekolah. Gilang melepaskan genggamanya dari tangan Zalina lalu ia memperhatikan wajah Zalina yang sedang menatapnya begitu dalam.


" Gue tahu gue tampan jadi tidak usah menatap terus begitu, " ucap Gilang.


Gilang tersenyum saat Zalina mengerutkan dahinya dengan perkataannya. Gilang terus menatap Zalina dengan sangat dalam hatinya begitu merindukan Zalina, dan batinya ikut berbicara.


"Kamu kenapa menatap aku seperti itu? terus soal perkatanmu tadi, siapa juga yang bilang lo tam...., " suara Zalina terhenti.


Dan kedua bola matanya berputar saat kecepupan bibir datang dari bibir Gilang dengan sekali mencium bibir kecilnya.


"Umaaa....., " Lepasan kecupan Gilang dari bibir Zalina dengan berkata.


" Jangan mengelak kalo lo tidak menyukaiku atau merindukan 'ku, selama satu minggu." Senyuman Gilang semakin melebar saat melihat ekspresi Zalina.


" Siapa bilang aku suka dan Rind....., " kecupan kedua kali datang dari bibir Gilang dibibir Zalina yang membuat semua pipi Zalina memerah seperti tomat.


" Mulut lo boleh berkata tidak menyukai 'ku, tapi mata kamu berkata lain, " jawab Gilang saat ia tersenyum lebar dibibirnya saat melepaskan kecupan singkatnya dibibir Zalina.


Gilang melihat Pipi Zalina memerah ia pun tersenyum lebar.


" Kenapa kedua pipimu merah seperti itu? jangan bilang ini ciuman pertamamu? "

__ADS_1


" Tau.... kamu 'tu ya, kalo sampai ada yang melihat ki...., " perkataan Zalina terhenti saat Gilang mendekatkan wajahnya ke wajah Zalina, Zalina pun menutup matanya keras dia berpikir kalo Gilang akan menciumnya lagi.


Tebakan Zalina benar tapi saat melihat mata Zalina yang tertutup rapat, Gilang mengurungkan niatnya lalu Ia tersenyum dan mencium lembut pipi Zalina dan juga mencium lembut puncak kepala Zalina.


Zalina yang merasa hangat dikeningnya tersenyum tipis bahagia, dan Kedua matanya ikut tertutup saat Gilang menarik tubuh Zalina lembut ke dada Gilang untuk memeluk erat Zalina dalam dekapanya.


" Aku sangat merindukamu, selama satu minggu aku tidak melihatmu rasanya duniaku sangat sepi Zal. "


"Zal, " panggil Gilang lembut saat ia melepaskan pelukannya dari Zalina, dan menatap Zalina dengan sangat dalam.


"Hem...., " Zalina berdehem karena ia tidak tahu harus melawan pikiranya atau isi hatinya.


" AKU MENCINTAIMU, aku tidak peduli kamu menyukaiku atau tidak intinya aku sangat menyukaimu Zal, " ucap Gilang pada Zalina. Yang menatapnya kaget dengan ucapannya Gilang lalu Gilang kembali memeluk dan mengeratkan pelukanya pada Zalina.


"Gilang lepaskan aku, kamu memelukku erat sekali aku tidak bisa bernafas. "


" Sebentar saja, aku bersusah payah untuk memelukmu jadi tunggu sebentar dulu, " tutur Gilang memohon. Suara Gilang yang pelan dengan senyuman lalu ia terus, memeluk Zalina dengan sangat erat karena ia begitu merindukan Zalina.


" Jaket 'ku, itu dicuci. Hari ini aku lagi banyak urusan jadi tolong ijin buat aku. "


" Ingat jangan berani dekat-dekat atau lirik lirik Niko, " ancam Gilang sambil melepaskan pelukanya dari Zalina. Dan melirik Zalina lalu ia pun pergi tanpa menunggu Zalina menjawab.


" Lang, " panggil Zalina.


Gilang memutar tubuhnya melihat Zalina, Zalina melangkah sambil berlari dan ia terhenti dihadapan Gilang. Kini ia tidak peduli lagi apa pendapat anak-anak tentangnya ia hanya melepaskan perasaannya sedikit Zalina menjinjit kakinya, menutup matanya Ia mendekatkan bibirnya pada pipi Gilang, ciuman lembut Zalina berikan di pipi Gilang. Secara spontan Gilang kaget dengan sikap yang bisa dibilang berani ia pun tersenyum lebar dibibirnya.


" Terima kasih untuk hari ini, " bisik Zalina pada Gilang.


Lalu ia cepat-cepat memutar tubuhnya dan melangkah pergi dari hadapan Gilang. Gilang yang menatap punggung munggil Zalina yang sudah pergi dan ia memegang pipinya sambil tersenyum memiringkan bibirnya dengan bahagia.


***Bersambung.


Cast Pemeran Zalina***



Cast Pemeran Reina Pikke.

__ADS_1



__ADS_2