CINTA GILANG

CINTA GILANG
KETULUSAN CINTA.


__ADS_3

Mentari pagi yg mulai terbit menandakan bahwa hari telah pagi memasuki dari sela- sela kaca di sebuah kamar yg mewah terdapat foto- foto bingkai besar milik sang pemilik kamar.


Semua ruangan dengan dekorasi yg indah dan tertata begitu rapi mulai dari rak- rak buku , meja belajar , dan lemari pakaiaan serta jam tangan mahal yg sudah tersedia di rak khusus jam tangan.


Terdapat seorang lelaki sedang tidur pulas terbungkus dengan selimut. Yg tiba- tiba di bangunkan oleh seorang pria , kulit putih hidung mancung berambut pirang, Dia adalah Jem sahabat dekat dari sekolah Gilang.


" Good morning beby , my God he is still sleeping?, kata Jem yg sudah ada di ruangan kamar Gilang kaget melihat Gilang yg masih tidur.


" Do it first !, the earthquake....,


teriak Jem yg mengagetkan Gilang dengan ketawa yg pecah. Saat


melihat Gilang yg kaget melopat dari kamar sambil berteriak balik.


"Gempaaaaaa...."


Namun dia kaget karena dikerjain


Jem yg terus tertawa melihat aksi Gilang.


Gilang mengambil bantal dan melempar kewajah Jem dengan kesal.


" What are you doing?,


Kata Gilang dengan wajah yg kesal saat turun dari ranjangnya".


"Who told me to go to bed at this time?".


"Yes I just do it, sorry.heeehhh..." sahut Jem sambil tersenyum dan membuka gorden jendela untuk melihat pemandangan yg ada di hadapan Gilang.


Gilang menarik nafasnya. Mengangkat kedua tangannya, dan membuat mulutnya terbuka. Lalu Gilang menguap. selasai menguap Gilang kembali membalas senyuman Jem yg tersenyum melihat tingkah Gilang yg memang sudah biasa bagi Jem.


Gilang berjalan memakai sendal kamar mandi yg ada di bawah kasur tempat tidurnya, sambil melangkah ke Ruangan kecil. Di samping kamarnya Sambil berkata pada Jem,


" I' ll take a shower for a while."

__ADS_1


" Ok!.


Seru singkat Jem saat melirik sedikit ke Gilang dan kembali melihat pemandangan di luar lewat jendela kamar Gilang. Sambil mengucapkan ketakjupanya pada pemandangan yg di lihatnya itu


"Waoo... so amazing".


Karena jam penerbangan Gilang malam. Jadi Jem menghabiskan waktu satu hari untuk terakhir kalinya bersama dengan Gilang. Mereka bermain game bersama , berenang di kolam renag yg ada di depan kamar Gilang. dan Menonton pun bersama. Jem sudah dianggap Gilang sebagai, saudaranya walau dia baru mengenal Jem beberapa bulan. Tapi Gilang nyaman bersama Jem sama seperti Nando.


Jem memang sedih harus berpisah dengan Gilang namun dia akan menemui Gilang, jika nanti Gilang memutuskan tinggal di Indonesia.


hari semakin Sore Arah perputaran jam terus berjalan. Jem dan Gilang tidur santai di kursi panjang dekat kolam renang depan rumah Gilang tersebut. Karena cape akhirnya keduanya bisa bersantai sambil mendengar musik santai sore itu. Jarak keduanya kurang lebih satu langkah kaki


Gilang yg memakai kaos hitam dan anting di pasang ditelinga kirinya. Sedangkan Jem memakai baju biru dengan gambar tengkorak, keduanya menggenakan celana jins pendek.


Tangan keduanya di letakkan diatas leher sebagai alas bantal untuk menyandar kepala keduanya. Sambil memakai kacamata hitam melihat ke arah langit.


Suasana yg tadinya sunyi kini kembali bersuara, Jem berkata pada Gilang sambil melirik kesamping menatap Gilang


" Have you found the reason return to indonesia forever?".


"How about your flance?, and what reason you are looking for?, sahut Jem sambil menatap kembali langit".


Gilang yg mendengar pertanyaan Jem memiringkan kepalanya ke samping dan menatap ke arah Jem. Tatapan Gilang pada Jem hanya satu detik saja. Gilang kembali meluruska kepalanya seperti semula.


Gilang menutup kedua mata saat membuka kacamata dari kedua matanya tersebut. Lalu membayangkan apa yg Ia Lihat kemarin di akun instgram Reina. Gilang penasaran dengan Zalina apa hubungan Reina dengan Zalina?. Sehingga Reina tega mempermalukan dia di satu sekolah.


Lalu Gilang Bangun menatap Jem sambil melihat Jam tangannya dan kembali lagi menatap Jem dengan serius Gilang berkata.


"TRUE LOVE,


Gilang bangkit berdiri melangkah masuk rumah".


Jem yg kebinggungan menyusul masuk lalu, Jem Kembali bertanya.


" LOVE ?, Gilang tersenyum dan mengganggukan kepala pelan dua kali sambil menaiki anak tangga untuk ke kamarnya, Jem berteriak dari bawah sebelum Gilang terus menaiki anak tangga tetsebut lagi".

__ADS_1


"you answer my Question first?".


" Later you also understand, 5 o'clock it's time for me to go and take me to the airport, sahut Gilang dianakan tangga ketiga sambil tersenyum", menatap sebentar ke Jem yg ada di sofa ruang keluarga.


Gilang membelakangi Jem, kembali melanjutkan Menaiki anak tangga menuju kamarnya.


Jem hanya melihat punggung Gilang sampe menghilang dari tatapanya. Lalu dia duduk di sofa sambil memegang kepala dengan tangan kanannya memikirkan terus jawaban Gilang tentang Cinta. Dia menyandarkan kepalanya ke kepala sofa beberapa detik, lalu mengambil remot tv menyalakannya untuk menonton acara apa saja di tv sambil menunggu Gilang.


Dua puluh menit kemudian Gilang menuruni tangga membawa koper hitamnya yg lumayan besar. Menuruni anak tangga satu per satu hingga tibanya dia didepan Jem.


Jem pun tersenyum melihat temannya lalu memeluk sebentar Gilang dan kembali memuji- muji penampilan Gilang yg memakai kaos hitam lengan panjang bertulisan adidas,


Celana jeans hitam , sepatu putih yg mahal dan gaya rambutnya yg agak acak- acakkan sedikit keatas, membuatnya terlihat sangat tampan ditambah dia memakai kalung yg bermerek, sempurna sudah ketampananya.


Sambil melihat, Jem berbisik dalam


hati.


"He is rich no doubt, perfect looking, many fans do not ask anymore. But how come a Gilang doesn't have a boyfriend?.


" He was in school a lot of girls who fell in love with him, semua petanyaan muncul di otak Jem yg membuatnya menjadi bengong sendiri dengan semua pertanyaan tersebut".


Hingga akhirnya Gilang yg melihat kebengongan Jem mengakat tangan kiri telapak melambai - lambai Jem.


" Hey, don't dream lets'go."


"Oh my God, sahut Jem yg kaget saat Gilang sengaja melototkan kedua bola matanya ke depan mata Jem, lalu kembali menarik koper Gilang sambil berteriak lebar mulutnya dengan keras tepat di telingga Gilang.


" YES NAG", hahahhhhhh.... tertawa lebar Jem lalu berlari dari hadapan Gilang sambil memikul cepat-cepat koper Gilang dibahu kanannya untuk di disimpa. Di bagasi mobil Gilang yg sudah ada di depan parkiran rumahnya.


Gilang punk berteriak nama Jem dengan keras


" JEMs....sambil menutup kedua bibirnya membentuk huruf , m lalu tersenyum tipis membuatnya terlihat tampan jika ditatap dari samping. Gilang pun berlari menyusul Jem.


***BERSAMBUNG***.

__ADS_1


__ADS_2