
Mada yang duduk di ruang tamu dengan Gilang dan mamanya terus menatap tajam Gilang tanpa berkedip, dan dia mulai membuka percakapan setelah beberapa detik Ia diam. Atas kejadian tadi di hotel salah satu miliknya.
" Gilang ....!" teriak Mada yang membuat Malti sedikit kwatir, karena sebentar lagi akan ada perang antara suami dan anaknya.
" Kenapa kamu mepermalukan Papa sama Mama? apa mau kamu?"
" Pa. Aku sudah bilang kalo aku sama Reina tidak ada kecocokan, aku tidak mencintainya pa."
jawab Gilang sambil bangkit berdiri
" Gilang kamu tahu kalo ini sangat penting bagi papa dan demi masa depanmu yang lebih baik, " tegas Mada.
"Reina gadis yang sopan dan cantik ia terlahir dari keluarga yang baik.
Apa lagi yang kamu cari Gilang?
jangan mempedulikan perasaanmu, tapi peduli sedikit usaha mama sama papa."
"Lagian sedikit demi sedikit cinta itu akan tumbuh dengan sendirinya."
" Gilang tidak mencintai Reina pa, bukanya sebuah hubungan tanpa cinta tidak ada artinya?"
" Keputusan Gilang sudah bulat. Dan aku tidak mau menikah dengan Reina. TITIK," tegas Gilang.
Gilang berkata dengan nada tinggi, yang sontak membuat darah Mada naik dan langsung.
" Gilang....! PAKK...!" sebuah tamparan dari ayunan tangan Mada pada wajah Gilang, yang membuat Malti kaget sambil menutup mulutnya.
" Pertunangan ini tidak akan dibatal kamu mengerti. Dan semua orang sudah tahu itu, jika kamu bersih keras maka papa akan membuat kamu menerima pertunangan ini!"
"Pikirkan reputasi keluarga kita Gilang. Jangan hanya peduli dengan kepentingan kamu sendiri. "
" Semakin kamu keras kepala membatalkan pertunangan ini ! semakin membuat papa mencari tahu siapa gadis yang kamu cintai itu!" ancam Mada pada Gilang.
" Yang membuat kamu berani melawan keputusan papa, selama itu berlangsung mulai sekarang kamu papa kurung dalam kamar selama satu minggu," jelas Mada yang memanggil bodigardnya untuk mengkawal Gilang ke kamarnya.
" Pengawal...!" tereriak Mada pada pengawalnya yang ada diluar.
" Tapi pa...," bantah Malti.
__ADS_1
" Jangan belain dia ma. Inilah didikanmu yang selalu memanja 'kan dia, sekarang lihat dia tidak sopan sama sekali."
" Papa selalu mengambil keputusan yang papa mau, membuang aku ke london, menjodohkan aku dengan gadis yang tidak aku cintai demi kepentingan papa sendiri, inilah sifat asli papa yang tidak pernah menghargai perasaan orang lain itulah Durga Mada."
" Gilang..PAK....," tamparan dari Mada lagi.
Tepat dibibir Gilang yang membuat bibirrnya sedikit berdarah sambil memegang bibirnya yang sedikit luka.
Mada yang melihat bibir putranya berdarah membuatnya sedikit kwatir namun, ia masih menunjukkan sikap tegasnya dan mencueki Gilang.
Malti menagis melihat, pertengkaran antara putranya dengan suaminya, Ia pun membawa Gilang menghindari Durga dan melangkah naik ke atas lantai dua. Menaiki anak tangga satu persatu untuk ke kamar Gilang yang masih dikawal oleh bodgard Mada.
"Kurung dia... jangan sampai dia keluar dari kamar!" teriak Mada pada bodgrdnya.
Gilang punk dikurung di kamar, sedangakan Durga meminta maaf pada Malti atas perbuatanya.
" Papa hanya ....," beleum selesai Malti memotong perkataan Durga.
" Pa. Setidaknya jangan menghukum dia bagaimana dengan sekolahnya pa?"
" Soal itu papa sudah urus, mama tidak perlu kwatir, papa sudah urus," ucap Mada pada istrinya sambil memeluk Malti sebentar.
•••••••••••••••
Di tempat lain Gilang hanya duduk di dalam kamar dekat balkon kamarnya, yang berhadapan dengan kolam renang membayangakan semua masalah yang ia hadapi sekarang, dan ia tidak tahu bagaimana caranya membatalkan pertunangan itu.
Dia juga memikirkan soal perkataan papanya yang ingin mencari tahu jati diri Zalina, ia yakin jika papaya tahu kehidupan Zalina semua akan lebih sulit lagi bagi Gilang untuk memperjuangkan Zalina.
Saat memikirkan Zalina, dia begitu merindukan Zalina. Setelah mengingat kembali kejadian tadi Gilang sedikit kesal dengan sikap Zalina, tiba- tiba ponselnya bergetar. Dia menerima pesan dari Nando bahwa mereka sudah menemukan bukti penikaman Toy. Dan Nando pun mulai jujur tentang keberadaan Jian dengan menjelaskanya semuanya lewat chat watsapp.
" Aku harap kamu setelah mendengar ini kamu bisa menerimanya dengan iklas."
"Jian sebenarnya sudah pergi jauh , dia sudah tidak ada didunia ini lagi, Jian telah meninggal empat tahun lalu. "
"Dalam kasus kecelakaan yang hangus dalam mobil dekat jurang jembatan sungai. "
"Gue baru tahu soal ini dari Niko, dan sekarang gue mengerti kenapa Niko membenci lo?"
"Gue ada terima sebuah surat dari Jian yang ditipkan pada Niko untuk lo. Surat pesan dari Jian sebelum meninggal. "
__ADS_1
" Namun karena melihat lo bertunangan dengan Reina ia hanya menulis surat sebelum satu hari Ia menglami kecelakaan."
Ketikan penjelasan Nando pada pesan di nomor Gilang, lalu dikirim ke Gilang yang lagi duduk melihat cctv restron kafe Quing lewat ponselya. Tujunanya satu hanya mau mastikan keadaan Zalina.
Gilang sedikit kaget dengan kabar dari Nando yang, mengatakan Jian meninggal entah mengapa perasaan Gilang biasa saja, ia tidak begitu merasa kehilangan Jian sama sekali justru perasaan yang muncul adalah rasa kasihan ia pun penasaran dengan tulisan surat dari Jian untuk dirinya.
Dia membuka kotak masuk yang berisi foto kertas dari Nando yang ada tulisan pulpen hitam, yang sudah sangat buram tapi masih jelas dibaca. Gilang mulai membaca isi dari surat tersebut.
***From JIAN.
Hai Gilang apa kabar denganmu?aku harap kamu baik\-baik saja, oh 'ya, selamat atas pertunangan kamu semoga kamu selalu bahagia dengan tunanganmu*.
*Gilang aku hanya mau memberi tahu kamu tentang perasaanku sebenarnya, aku ingin menulis pesan lewat watsapp tapi aku sadar aku telah menghianatimu, menghianati cintamu, dan aku rasa ini yang terbaik dengan menulis surat. Sebelumya aku minta maaf sama kamu atas perbuatanku.
Mungkin sekarang kamu pasti sedang membacanya, aku langsung saja pada intinya, sebenarnya aku dengan Niko tidak ada hubungan apa\- apa dan soal yang kamu lihat dihari ulang tahunku itu semua cuma rekayasa, karena aku sadar bahwa aku sebenarnya tidak pantas untuk** **cowok yang sekeren dan sekaya kamu. Intinya aku dengan Niko tidak ada apa\-apa
Orang yang aku sayang dan aku cinta itu kamu Gilang, walau kata ini terlambat tapi aku cuma mau bilang aku mencintai kamu Gilang, sangat mencintai kamu. Sekarang aku sudah lega dengan perasaanku, dengan ini jadi kamu tidak membenci aku lagi. Aku harap kamu selalu bahagia***.
***Sebuah pesan dari aku jangan pernah tinggalkan seseorang yang kamu cintai, jika kamu sudah menemukannya teruslah bertahan dalam hal apa pun itu sebelum penyesalan datang menghampirimu."
By JIAN.
I miss You.
To: Gilang***.
Gilang mulai duduk lemas setelah membacanya, dia mulai menangis. b
"Baru kali ini aku menangis untuk seorang wanita." batin Gilang.
Gilang mulai berteriak nama Jian dan terus memukul dadanya karena selama ini dia salah mengerti tentang perasaan Jian dan Niko.
Dia mengerti mengapa Niko membencinya. Bertepatan dengan itu Gilang memikirkan kembali Zalina, dia ingin sekali menemui Zalina malam ini namun ia dikurung.
••••••
__ADS_1
Bersambung.