CINTA GILANG

CINTA GILANG
Seperti Bayangan~ Cinta Gilang.


__ADS_3

Seandainya Aku bisa mengurangi kesedihan kamu, Seandainya itu bisa pasti aku lakukan.


Zalina yang melihat kebahagian Ina dan Nando membuat ia tersenyum di lorong tembok dapur. Dia tidak bisa ke ruangan itu karena dia hanya seorang pelayan dapur, mengikuti aturan kepala pelayan adalah kewajiban Zalina.


" Baru lihat orang pacaran , 'ya", ucap Gilang saat ia ada disamping Zalina dengan satu tangan kanannya merangkul bahu Zalina.


"Ka..mu!" suara Zalina terbata-bata melihat Gilang yang tatapan wajahnya begitu dekat dengan wajahnya , sedikit melototkan matanya ekspresi kaget.


" Yah, yah aku tahu aku tampan, jadi tidak usah melihat terus", ucap Nando sambil tersenyum.


" Pede banget sih lo",seru Zalina sambil melepaskan tangan Gilang pundaknya bahunya.


" Bukan pede tapi nyata",sambung Gilang dengan terus menatap Zalina saat tangannya dilepaskan.


" Ikut aku bentar!" bisik Gilang sambil menarik tangan Zalina keluar tanpa menunggu persetujuan dari Zalina.


" Kita mau kemana? aku lagi banyak kerjaan, jika nanti kepala pelayan tahu ,aku bisa....",


belum Zalina berkata lagi Gilang balik menatapnya sebentar.


" Cuma sebentar , aku sudah minta ijin", Zalina tidak bisa melawan balik perkataan Gilang , lalu dia melangkah mengikuti Gilang dari belakang dan terus melihat tangannya yang digenggam oleh Gilang membuat tangannya mwnjadi sangat dingin karena gugup.


" Sudah sampai kita", ucap Gilang saat mereka berada di suatu tempat yang begitu indah.


Di mana tempat itu ada sungai yang mengalir dan dekat sungai itu ada pohon yang dihiasi lampu-lampu kecil, Zalina dan Gilang berdiri dekat pohon itu yang tidak jauh dari kafe tempat kerja Zalina.


"Zal lo tahu ini adalah tempat yang paling aku sukai ,


di mana tempat ini yang mengetahui segala hal tentang hidupku", ucap Gilang dengan berdiri santai dan tangan yang tadi ia genggam ia lepas sebentar.


" Lalu apa hubunganya dengan aku?" tanya Zalina kebingungan.


" Karena kamu orang yang aku sukai", jawab Gilang dengan membalikkan wajahnya menatap mata Zalina yang begitu mendalam.


" Ohokkkkk....", suara batuk Zalina yang dibuat -buat karena kaget lalu ia menghindari tatapan Gilang dengan melihat pemandangan yang ada dihadapanya.

__ADS_1


" Aku tahu kamu pasti kaget, tapi aku tidak berbohong tentang perasaanku"


Kini jantung Zalina bagaikan diputar oleh kincir angin ,tangan Zalina bergementar wajah berkeringat halus, dan pipinya mulai memerah seperti tomat merah.


" Apa kamu sudah Gila? jangan berkata sesuatu yang nanti merugikan orang lain", ucap Zalina sambil melihat ke langit.


" Jika kamu mengangap aku ini orang gila", maka aku siap dikatakan gila bila harus menyukaimu", ucap Gilang memalingkan wajahnya melihat ke pemandangan, Zalina berbalik ke samping melihat Gilang sebentar dengan pikiran yang bertanya-tanya.


" Gilang lagi makan sala apa? apa dia lagi mimpi?" batin Zalina


" Tidak perlu menatap segitunya kali", becanda Gilang sambil tersenyum dan menoleh ke samping lagi untuk memorgoki pandangan curian Zalina.


" Siapa juga yang menatap kamu", sambung Zalina dengan mengerutkan dahinya.


" Zal ", panggil Gilang.


" hemm", Zalina berdehem.


" Mulai besok dan seterusnya ,aku akan sekolah di sekolah bangsa", tutur Gilang.


" Ya , aku suda tahu dari Ina",ketus Zalina.


" Ya", Zalina menjawab dengan cuek.


" kenapa kamu pindah?" tanya Zalina penasaran sambil menatap Gilang.


"Rahasia", cuek Gilang balik


" hemm. Ya sudah", kesal Zalina.


Suasana pun terdiam selama beberapa menit. Dan kembali bersuara saat Gilang bertanya sesuatu pada Zalina.


" Zal." lo pernah tidak suka sama seseorang?"


" Kepo", ledek Zalina sambil tersenyum.

__ADS_1


" Gue serius nanya", ucap Gilang kali ini membuat Zalina tidak berkutik lagi dia terdiam dan menghindari tatapan Gilang. Yang dari tadi menatapnya. Lalu Gilang pun kembali memperhatikan bintang dan bulan di langit dengan kedua tangannya dimasukkan kesaku celana.


Suasana pun terdiam Lagi dengan masing\-masing berada di pikiran mereka masing\-masing,


" Sebenarnya orang yang aku suka ada di dekatku, orang yang aku rindukan ada di sampingku, orang yang sangat aku cintai setelah Ayahku adalah dia. Yang tidak lain sedang berdiri bersamaku", bisik Zalina dalam hati sambil menatap Gilang sebentar lalu kembali melihat langit .


" Kenapa diam?"bisik Gilang pelan.


" Dia seperti bayangan yang bisa aku lihat namun tidak bisa aku sentuh, walau dia berusaha mengejarku, namun aku melangkah mundur, karena kami berbeda", ucap Zalina sambil menatap bayangan Gilang dan dia


Gilang yang kebingungan dengan perkataan Zalina, mengerutkan dahinya lalu kembali bertanya.


" Maksud kamu?" tanya Gilang.


"Maksud aku walau aku menyukai seseorabg tapi tetap saja dia tidak akan pernah menjadi milikku", jawab Zalina dengan menatap langit .


" Emang lo suka sama siapa?" seru Gilang.


" Kepo lagi deh...", sindir Zalina sambil tersenyum-senyum.


" Biarin kalo aku kepo, 'kan aku suka kamu", seru Gilang balik menatap serius Zalin.


Suasana pun terdiam kembali


Zalina menundukkann kepalanya


Lalu dia melangkah mundur


" Aku pulang dulu"


"Cepat amat! belum jawab pertanyaanku juga", seru Gilang lagi.


" Aku lagi banyak kerjaan", Sahut Zalina sambil melangkah balik untuk pulang.


" Jawab dulu pertanyaanku? Gilang terus bertanya namun Zalina berpura-pura tidak mendengar dan terus melangkah ke depan.

__ADS_1


Dengan terpaksa Gilang pun mengikuti langkah Zalina dan terus memandang zalina dari belakang, dengan senyum bahagia dibibirnya lalu akhirnya mereka pun pulang kembali ke kafe.


Jangan lupa like dan komen ya terima kasihh🙏🙏


__ADS_2