
Di sisi lain Irwan dan para anak buahnya mulai aksi mereka, dengan mengirim ke lima anak buahnya untuk berjaga-jaga di area rumah Zalina. Saat Irwan mengirim pesan bahwa dia akan melakukan pengiriman pesan pada nomor Zalina berpura-pura sebagai GILANG. Sama seperti yang dilakukanya pada Jian.
Sedangkan Nando dan Tomy mulai mengabari Gilang bahwa para anak buah Irwan sudah mulai aksi mereka.
" Usahakan kalian langsung membius mulut Zalina saat dia membuka pintu rumahnya, perintah Irwan pada salah satu anak buah yang ditugaskanya.
" Siap bos. Akan aku pastikan Zalina akan pingsan dalam tiga sepuluh detik, " seru balik pengawal tersebut.
Setelah berdiskusi singkat dengan kelima anak buahnya Irwan mulai mengetik sebuah pesan singkat pada Zalina.
"Temui aku sebentar, aku ada di depan rumahmu. Ada yang ingin aku bicarakan sama kamu, " sebuah pesan singkat dari Irwan untuk Zalina.
Setelah mengetik pesan tersebut. Irwan pun mengirim pesan itu pada kontak nomor Zalina. Ia mendapat nomor Zalina dari Reina. Dan di bawah pesan itu tertulis dari Gilang. Setelah mengirim pesan pada Zalina. Irwan kembali berkata pada kelima anak buahnya itu.
" Pastikan, rumah ini harus di bakar dan hanguskan bersama dengan Ayah dan adik Zalina. Sedangkan Zalina bawa ke markas, " ucap Irwan dan pergi.
__ADS_1
Setelah berdiskusi perintah pada kelima anak buahnya, Irwan pun kembali ke mobilnya untuk menunggu Zalina di markasnya bersama para anak buah yang lain.
" Malam Lang. Di sini sudah ada kelima anak buah Irwan, yang mau menculik Zalina dan membakar rumah Zalina bersama dengan paman dan Raino, Apa yang harus kami lakukan? " ketikan pesan singkat dari Nando pada Gilang.
" Ok. Tetap awasi setiap gerak-gerik mereka. Beberapa polisi sudah ada di sana bersama beberapa anak buah bokap gue, lo berdua hati-hati, pastikan semua baik-baik saja. Aku mengubah rencana kita, jangan bertanya ikuti saja rencanaku ini, " sebuah balasan singkat dari Gilang kembali.
Nando yang sudah membaca pesan balasan Gilang menarik nafasnya Ia pun menunjukan pesan tersebut pada Tomy. Setelah keduanya membaca pesan itu Nando dan Tomy saling menatap mengangukan kepala mereka untuk memulai rencana mereka.
Sedangkan di tempat lain sesuai ucapan Gilang bahwa Dia mengubah rencana mereka. Yaitu Gilang, Tomy, Jak, dan beberapa pasukan polisi dan anak buah ayahnya, mereka mengepung markas Irwan. Karena sebelumnya Jak mengatakan bahwa Irwan dan para anak buahnya yang lain akan melakukan pelenyapan Zalina di markas mereka sama seperti yang dilakukannya dulu pada Jian.
Malam yang indah di mana Zalina yang masih duduk di bawah kursi belajarnya, karena sudah larut malam jadi Toy dan Reino sudah tertidur lelep. Sedangkan Zalina Ia masih mengerjakan tugas sekolahnya yang lumayan banyak.
__ADS_1
Di tengah-tengah tengah Zalina yang belajar jadi dikagetkan dengan bunyi nada pesan masuk dari ponselnya, tadinya Zalina pikir bahwa itu pesan dari kafe karena malam ini dan hari ini ia tidak masuk kerja, karena ia mendapat larangan dari Gilang.
Karena penasaran dengan pesan tersebut Zalina mulai membuka pesan itu, di sana ia membaca pesan itu dari nomor baru tapi mengatakan itu Gilang. Zalina kaget karena tidak biasanya Gilang mengajaknya ketemuan di larut malam, Zalina membuka gorden jendelnya dan Ia melihat ke luar tidak ada siapa-siapa di luar. Lalu Zalina kembali meneliti lagi secara detail dan di semak-semak halaman rumahnya ada seseorang lelaki yang memakai topi hitam sedang menatap pintu rumahnya.
" Apa itu Gilang? Baiklah Zalina tarik nafas pelan-pelan lepaskan, " batin Zalina bergumam.
Setelah berkata dalam hatinya Zalina bangkit berdiri untuk menemui pria yang dipikirnya itu adalah Gilang, namun tidak dia adalah salah satu anak buah Irwan.
Saat Zalina yang mulai membuka pintu, setelah pintu terbuka Zalina ke luar ingin melangkah, saat Zalina mau melangkah tiba-tiba datanglah dua orang di hadapan Zalina dengan memaki topeng ninja hitam. Zalina yang kaget ingin berteriak namun tiba-tiba salah satu dari dua orang itu mengambil sapu tangan yang sudah di kasih obat bius. Sedangkan yang satu mencengkram tangan Zalina ke belakang dengan tangan yang satu berpegang sebilah pisau tajam di todong ke leher Zalina.
Hal tersebut membuat Zalina ketakutan dan mulai menangis, Zalina tidak bisa menangis dengan keras, karena lelaki itu mengancam jika Zalina berteriak maka ketiga temanya itu akan melenyapkan Ayah dan adik Zalina. Mendengar ancaman tersebut Zalina menuruti kemauan mereka walau sebenarya Zalina dalam ketakutan.
Bersambung.
Cast Gilang Mada.
__ADS_1