
Tak pernah ku sangka,
Aku bisa merasakan cinta sejati,
dan tak pernah benar-benar mencintai ,
Manusia dibumi ini,
Hingga apa pun akan kuberi,
Untuk kamu,kamu ,kamu,
dan takan pernah aku meminta
balasan semua, semua, semua....
Tuhan pun tahu jikalau aku,
Mencintai dirimu tak musnah oleh waktu,
Hingga maut datang menjemputku,
Kuteteap menunggu kamu dilain waktu...,
saat musik imortaha love song diputar lewat ponsel Gilang.
Dia lalu berdiri di balkon kamarnya sambil melihat bintang dan mengingat Zalina.
Entah mengapa Gilang begitu merindukan Zalina pada hal, tadi dia baru bertemu dengan gadis itu di kafe tapi, saat Gilang mendengar musik tersebut, dia begitu ingin bertemu kembali Zalina.
Akhirnya Gilang memutuskan untuk menelpon Zalina.
" Halo...", Suara Zalina dari ponsel Gilang.
" Hai Zal , apa aku menggangu kamu?" sahut Gilang diponsel sambil sedikit grogi.
" Tidak ,
ada apa kamu telpon aku? apa ada yang perlu aku bantu?" tanya balik Zalina masih dari suara ponsel Gilang.
" Tidak, ahhh aku hanya...."
"Hanya.... apa lang?" Sahut Zalina yang binggung dengan Sikap Gilang.
__ADS_1
" Aku hanya ingin tahu keadaan Ayah kamu!" Gilang sedikit berbohong karena dia belum, bisa menggungkapkan perasaan sebenarnya.
"Ohhh soal itu, Ayah baik-baik saja, terima kasih kamu sudah peduli, apa kamu mau bicara sama Ayah?."
" Ngak usah, ahhh Zal..... besok malam minggu kamu ada acara tidak?"
" Emmm... tidak sih, cuma besok aku sift malam, tumben kamu tanya?"
" Sebenarnya aku mau ajak kamu ke luar, ke pesta ulang tahun temanku", suara Gilang begitu pelan saat mengucapkan kata ajak ke Zalin.
Zalin yang kaget akan ajakan Gilang sedikit binggung. Sebenarnya Zalina mau tapi karena ia mengigat Reina Zalina menolaknya. Tanpa pikir panjang Zalina kembali menjawab sebelum, menjawab Zalina berpikir sebentar,
"Maafin aku lang, aku tidak mau kamu terlibat dalam duniaku. Dunia kita berbeda dan yang pantas bersama kamu adalah Reina", Batin Zalina.
" Lang sebenarnya aku...", belum selesai berkata Gilang secepatnya memotong perkataan Zalina.
" Jam 7 tepat aku jemput di kafe, anggap saja ini balasan rasa terima kasih kamu karena, aku sudah menolong Ayah kamu", Sahut Gilang dari telpon.
" Ta..pi Gila, telopon pun dimatiin.
Zalina yang belum selesai berkata langsung tiduran di kasur dan berkata pelan,
" Kenapa harus aku? Kenapa bukan Reina? aku memeang bahagia tapi,
" Besok aku tidak bisa pergi ,silakan kamu ajak tunangan kamu saja, "Maaf🙏🙏"
"Gilang yang lagi tersenyum- senyum melihat foto Zalina di instgramnya membuatnya begitu bahagia,
Lalu dia pun membuka pintu balkon kamar dari luar untuk masuk kembali kemarnya dan ponsel nya berdering yang memberi tahu ada pesan masuk dari Zalina.
GILANG membuka pesan dan membacanya wajahnya bereekspresi berbeda dan dahinya sedikit dikerutkan
Gilang lalu membalas pesan Zalin .
Zalina yang dari tadi menunggu pesan dari Gilang mondar mandir di kamarnya. duduk sebentar di kamar, bangkit berdiri lagi dan terus melihat ponselnya,
Akhirnya ponsel pun berdering yang menandakan pesan masuk
dari Gilang. Zalina langsung membukanya.
" Besok aku jemput, selamat malam ,mimpi yang indah ,dengan stiker ❤",
Yang membuat Zalina semakn binggung dan sekaligus bahagaia.
__ADS_1
Gilang yang pun menutup ponselnya dan membaringkan dirinya untuk tidur.
Dia pun menuliskan status diakun instgramnya.
"Aku menyukaimu, selamat malam."
Reina yang membaca story Gilang pun sangat bahagia karena dia berfikir kalo Gilang menyukainya.
:
:
:
Pagi hari yang cerah seakan hari ini begitu damai dalam keluarga Mada yang lagi menyantap sarapan bersama. Suasan kembali bersuara saat Mada yang kaget dengan keputusan sang putra tunggalnya.
"Jadi kamu memutuskan tinggal dan sekolah di sini?", kata Ayah Gilang yang kaget akan keputusan Gilang saat sarapan pagi dengan Ayah dan Bundanya.
"Ya Ayah aku mohon urus surat pindahku secepatnya"
" Aku mau pindah ke sekolah bangsa", sahut Gilang lagi sambil meminum susu menyimpan kembali sendok dan garpu dipiringnya kerena dia sudah habis sarapan.
Ibu Gilang yang mendengar keputusan Gilang begitu bahagia karena akhirnya putranya kembali lagi.
" Pa turuti saja"
"Tapi ma.., belum selesai berkata mama Gilang mengatakan lagi.
"Aku yang menyuruhnya untuk tidak pulang", sambil menatap mata Mada dengan ekspresi sedikit memohon.
" Baiklah hari senin kamu boleh ke sekolah. aku akan suruh a sekertarisku yang mengurusnya", jawab Mada sambil berdiri dari kursi dengan wajah yang sedikit kesal dan pergi meninggalkan Gilang dan mamanya yang masih di meja makan.
*Jangan Lupa like, komen dan kasih saran biar tulisanku lebih baik lagi.
tekan bintang di ceritaku ini terima kasih buat yang sudah mampir🙏🙏🤗*.
__ADS_1