Cinta Indira (Iparku Mantan Kekasihku)

Cinta Indira (Iparku Mantan Kekasihku)
Perkenalan


__ADS_3

Siang itu, matahari bersinar sangat terik. Perkiraan cuaca ditelevisi mengumumkan, suhu udara hari ini sekitar tiga puluh dua derajat celcius. Namun, angin berhembus sepoi-sepoi, membuat udara tidak terlalu panas.


Disudut kamar, Indira Kumalasari, gadis yang biasa disapa Indi, tengah duduk manis didepan laptop. Dia terlihat asik bermain-main dengan sosial medianya. Membaca-baca status teman, melihat-lihat unggahan foto mereka, dan saling berbalas pesan dengan teman-teman dekatnya, membuat Indira merasa terhibur dan ini menjadi kepuasan tersendiri untuknya.


Hari ini Minggu, Indi libur dari kantor tempatnya bekerja. Dia memang lebih suka menghabiskan waktu untuk bersantai-santai daripada jalan-jalan. Bekerja selama 5 hari seminggu sudah cukup membuatnya sedikit lelah. Bersantai dapat mengembalikan sebagian energinya yang hilang.


Beberapa pack biskuit dan minuman segar sudah siap menjadi temannya. Satu tangannya pasti sibuk dengan laptopnya. Sedangkan tangan yang lain akan sibuk memasukkan biskuit-biskuit itu kedalam mulutnya satu per satu. Kemudian mulutnya bertugas untuk menghancurkan sampai tepung-tepung yang dioven itu habis dari plastik kemasannya. Hal ini sudah menjadi rutinitasnya dihari libur.


Jika tidak ada jadwal kemana-mana diakhir pekan, setiap Jumat malam dia akan bergereliya untuk mencari isi kulkas di supermarket terdekat. Maka, hari Sabtu dan Minggu akan dilalui dengan tenang.


Dua jam berlalu, nampaknya Indi sudah mulai bosan memainkan sosial medianya. Sudah semua status dia baca, semua foto dia lihat, dan sudah semua pesan dari teman-temannya dia balas. Diapun bersiap untuk tidur siang.


Ketika hendak keluar dari halaman sosial medianya, dia teringat dengan salah satu temannya di sosial media itu. Namanya Arga Wahyudinata.


Setahun yang lalu, Arga mengirimkan permintaan pertemanan kepada Indi. Indi tidak serta merta menerima permintaan pertemanan itu. Walaupun hanya didunia maya, Indi harus mencari tahu identitas calon temannya. Dia hanya akan menerima pertemanan dengan orang yang sudah dia kenal atau mereka yang asal-usulnya sudah Indi ketahui. Dia tidak mau berandanya dipenuhi dengan tampilan orang asing.


Setelah membaca dan mengetahui siapa Arga Wahyudinata, Indi menerima permintaannya untuk menjadi teman.


Beberapa hari menjadi teman, Arga mengirimkan pesan pada Indi melalui sosial medianya.


Arga dan Indi tidak pernah bertemu sebelumnya. Arga adalah seorang guru bahasa Inggris di Sekolah Menengah Atas (SMA) tempat Indi menuntut ilmu beberapa tahun yang lalu. Namun, Arga mulai mengajar disana ketika Indi sudah lulus.

__ADS_1


Arga banyak sekali mendengar cerita tentang Indi dari teman-teman mengajarnya, yang tidak lain adalah mantan-mantan guru Indi. Menurut cerita yang Arga dengar, Indi adalah murid yang pintar, selalu menjadi juara umum dan dia sering kali mengikuti Olimpiade Matematika Nasional untuk mewakili sekolahnya.


Indi juga pernah mengikuti lomba debat bahasa Inggris ketika dia duduk dibangku kelas tiga SMA. Debat itu diadakan di sekolahnya dan dihadiri oleh ratusan siswa berkompetensi dari beberapa sekolah. Juri dihadirkan dari beberapa universitas swasta di kota itu. Hampir semua juri mengatakan kepada guru bahasa Ingggris Indi kala itu bahwa mereka terpukau dengan pelafalan Indi dalam mengucapkan kata berbahasa Inggris dan menginginkan Indi untuk melanjutkan pendidikannya di universitas yang mereka pimpin dengan berbagai penawaran beasiswa. Untuk ukuran siswa di desa, Indi sudah diatas rata-rata.


Diusianya yang baru 22 tahun, Indi sudah menjabat sebagai seorang assistant manager disebuah perusahaan besar berskala internasional tempatnya bekerja saat ini. Karirnya sangat bagus. Hal ini membuat Indi mempunyai nilai lebih dimata Arga. Arga sangat tertarik pada Indi dan mencoba mendekati Indi dengan berteman disosial media.


“Hallo Indi, kenalkan namaku Arga. Boleh aku tahu nomor ponselmu?” tulis Arga waktu itu.


Disisi lain, Indi juga sering mendengar cerita tentang Arga. Adik kandung Indi, Yulia Astarini yang akrab disapa Lia, baru saja lulus tahun ini dari SMA yang sama.


Setiap ada tugas sekolah, Lia akan meminta bantuan Indi untuk mengerjakannya. Tak jarang, Lia mengomel karena tugas yang diterimanya selalu banyak dan dia merasa tak sanggup mengerjakannya sendiri. Apalagi tugas dari Arga. Lia selalu merasa Arga memang sengaja menyiksanya dengan tumpukan tugas-tugas itu.


Belum selesai membuat karangan dalam bahasa Inggris, dia harus menghapalkan dialog berbahasa internasional tersebut bersama kelompoknya. Lia memanfaatkan keahlian Indi untuk membantunya. Indi mampu berbahasa Inggris dengan sangat fasih. Otomatis, naskah dialog dan karangannya akan disiapkan oleh Indi. Belum selesai itu, dia akan mendapatkan tugas lain lagi. Menghapalkan lirik lagu berbahasa Inggris misalnya.


Terkadang Arga akan bersikap sangat baik. Namun dihari lain, Arga dan beberapa teman mengajarnya akan mengganggu Lia dan teman-temannya dengan berbagai candaan.


Tapi Lia tidak menyangkal bahwa Arga adalah guru yang masih muda dan tampan. Usianya baru 25 tahun. Tingkah menyebalkannya hanyalah candaan untuk mengakrabkan diri dengan murid-muridnya.


Hal itu justru membuat Indi merasa lucu, dan dia selalu dengan senang hati membantu adik kesayangannya. Membuat dua lembar karangan berukuran folio bukan masalah besar buat Indi.


Saking seringnya mendengar cerita tentang Arga, diam-diam Indi juga menaruh hati pada Arga. Indi sering memperhatikan komentar yang ditulis Arga disetiap tugas yang dikumpulkan Lia. Dari sana, Indi bisa menarik kesimpulan bahwa Arga adalah laki-laki yang tidak hanya tampan tapi juga nggak kalah cerdas. Namun, saat menerima pesan itu, Indi sudah memiliki pacar. Dia tidak berani memberikan nomor ponselnya pada laki-laki lain begitu saja. Terlebih lagi pacarnya adalah seorang yang sangat tempramental dan cemburuan. Bila ketahuan, bisa saja Indi dicincang bak ayam yang siap untuk dimasak.

__ADS_1


Padahal jika dipikir-pikir, belum tentu Arga menghubunginya karena Arga menyukainya. Bisa saja Arga ingin membicarakan tentang adiknya disekolah, atau hanya ingin berteman saja. Tapi apapun alasan Arga, sekagum apapun Indi pada Arga atau laki-laki lain, dia harus segera mengubur semua perasaan itu dan tidak akan membiarkannya tumbuh menjadi benih-benih cinta demi menjaga kesetiaannya.


“Maaf, aku sudah punya pacar. Tolong jangan hubungi aku lagi,” balas Indi dengan sangat berat hati.


*Selamat membaca yaah....Semoga suka. Jangan lupa like dan comments untuk meningkatkan semangat author menulis ☺️☺️*


Teman-teman readers, disini sekalian author perkenalkan tokoh utamanya ya. Semoga terhibur.


Nama : Indira Kumalasari.


Umur : 22 tahun.


Pekerjaan : Assistant Manager.



Nama : Arga Wahyudinata.


Usia : 25 tahun.


Pekerjaan : Guru Bahasa Inggris.

__ADS_1



__ADS_2